
Yogyakarta, 30 Maret 2026 - Negara terus berupaya mendukung ekonomi daerah dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah melalui APBN. Salah satunya lewat pengembangan UMKM di DIY yang hadir dalam bentuk subsidi bunga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY), Juli Kestijanti mengatakan penyaluran KUR sampai dengan 28 Februari 2026 sebesar Rp862,56 miliar untuk 15.850 debitur. Kabupaten Sleman mendominasi dalam penyaluran KUR DIY dengan total pembiayaan sebesar Rp277,02 miliar.
"Penyaluran terbesar di sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp314,42 miliar kepada 5.494 debitur," ujar Juli Kestijanti melalui siaran pers yang diterbitkan Senin (30/3/2026).
Sementara itu, penyaluran pembiayaan UMi di DIY sampai akhir Februari 2026 mencapai Rp12,03 miliar untuk 2.264 debitur. Penyaluran UMi tertinggi terdapat di Kabupaten Bantul sebesar Rp4,01 miliar dengan 733 debitur.
Penyaluran UMi terbesar terdapat pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp11,49 miliar untuk 2.219 debitur. Sementara itu, Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur UMi tertinggi dengan capaian sebesar Rp10,44 miliar untuk 1.986 debitur.
"Negara membuktikan keberpihakannya pada ekonomi daerah dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah melalui APBN. Selain mendorong pertumbuhan lokal, langkah ini merupakan upaya strategis untuk menjaga ketahanan fiskal agar tetap tangguh di tengah gejolak ekonomi dunia yang belum menentu," tuturnya.
Sebelumnya, perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir Februari 2026 tetap menunjukkan kinerja kuat yang didukung oleh performa positif APBN. Per 28 Februari 2026, serapan Belanja Negara di DIY tercatat tinggi yakni mencapai Rp2.824,07 miliar (14,60%) dari pagu anggaran. Di sisi lain, Pendapatan Negara juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp1.492,10 miliar atau sekitar 13,71% dari target yang ditetapkan.
Kinerja APBN di DIY tersebut antara lain diwujudkan melalui belanja tematik di DIY yang terdiri atas program Swasembada Pangan, Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan. Pemerintah juga menyokong penguatan ekonomi di DIY melalui alokasi APBN yang mendukung Program Strategis Nasional.




