
Yogyakarta, 6 Agustus 2024 - Penyaluran Dana Desa ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyentuh Rp370,95 miliar hingga 30 Juni 2024 atau semester I. Jumlah tersebut mencapai 70,32% dari pagu tahun 2024 yaitu sebesar Rp527,48 miliar.
Menurut data dari Kanwil DJPb DIY, jumlah tersebut mengalami kenaikan 26,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Jumlah Dana Desa itu termasuk dalam Transfer ke Daerah (TKD) ke DIY yang telah terealisasi Rp5,96 triliun pada Semester I tahun 2024.
Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta menjelaskan Dana Desa yang disalurkan telah digunakan untuk merealisasikan sejumlah program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satu yang menjadi prioritas yaitu untuk mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem, sampai dengan 30 Juni 2024 serapan Dana Desa untuk kemiskinan ekstrem sebesar Rp70,30 M
Rinciannya, Rp44,63 miliar digunakan untuk meminimalkan kantong kemiskinan; Rp19,22 untuk bantuan langsung tunai (BLT) dan tambahan BLT; Rp3,58 miliar untuk meningkatkan pendapatan; Rp2,24 miliar rehabilitasi rumah layak huni serta Rp630 juta untuk menurunkan beban pengeluaran. Program yang telah terealisasi antara lain pembangunan dan pemeliharaan jalan desa (jalan permukiman), pembangunan jamban/WC masyarakat, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan dukungan pelaksanaan program pembangunan atau rehabilitasi RTLH GAKIN.
"Lalu ada terselenggaranya pembentukan/fasilitasi/pelatihan/pendampingan kelompok usaha ekonomi produkti seperti pengrajin, pedagang, industri rumah tangga, dan lain-lain. Kemudian pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/KUD/UMKM, pelatihan dan penguatan penyandang difabel, bantuan pangan/sembako, dan pemberian BLT dan tambahan BLT," ujar Agung Yulianta.
Kemudian, dukungan Dana Desa juga digunakan untuk menurunkan angka prevalensi stunting yang sampai 30 Juni 2024 telah terealisasi Rp27,1 miliar dari pagu Rp83,97 miliar. Dukungan Dana Desa untuk program ini paling banyak pada Kabupaten Gunung Kidul dengan serapan Rp8,94 miliar dari pagu Rp30,71 miliar; Kabupaten Kulon Progo dengan serapan Rp6,27 miliar dari pagu Rp19,8 miliar; Kabupaten Sleman dengan serapan Rp8,02 miliar dari pagu Rp17,73 miliar; dan Kabupaten Bantul dengan serapan Rp3,87 miliar dari pagu Rp15,74 miliar.
Penyerapan tertinggi Dana Desa untuk program ini antara lain penyelenggaraan posyandu yakni sebesar Rp12,29 miliar. Posyandu ini terdiri atas beberapa kegiatan yaitu penyediaan makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, dan insentif kader posyandu.
"Dana Desa juga mendukung ketahanan pangan dengan serapan Rp24,89 miliar dari pagu Rp119,73 miliar," tutur Agung Yulianta.




