
Yogyakarta, 23 Desember 2025 - Pemerintah melalui APBN hadir untuk mendukung UMKM naik kelas, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dukungan tersebut hadir dalam bentuk subsidi bunga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
Dalam konferensi pers "APBN Kita Regional DIY Realisasi sampai dengan 30 November 2025" yang digelar di Treasury Learning Center (TLC) Yogyakarta pada Selasa (23/12/2025), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY), Agung Yulianta mengatakan penyaluran KUR sampai dengan 30 November 2025 sebesar Rp4,49 triliun untuk 84.499 debitur. Kabupaten Sleman mendominasi dalam penyaluran KUR DIY dengan total pembiayaan sebesar Rp1,48 triliun.
"Penyaluran terbesar di sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp1,65 triliun kepada 28.647 debitur," kata Agung Yulianta.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan UMi sampai akhir November 2025 mencapai Rp56,25 miliar untuk 11.124 debitur. Penyaluran UMi tertinggi terdapat di Kabupaten Bantul sebesar Rp19,62 miliar dengan 3.487 debitur. Penyaluran UMi terbesar terdapat pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp52,87 miliar untuk 10.961 debitur. Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur UMi tertinggi dengan capaian sebesar Rp50,55 miliar untuk 10.598 debitur.
Menurut Kepala Kanwil DJPb DIY, penyaluran KUR dan UMi untuk UMKM merupakan wujud komitmen pemerintah untuk ikut serta dalam memperkuat perekonomian DIY melalui UMKM. Kanwil DJPb DIY juga terus mendorong UMKM di DIY naik kelas melalui berbagai dukungan dan pendampingan, termasuk pelatihan pemanfaatan ekosistem digital untuk memperluas pemasaran dan sebagainya.
"Dukungan terhadap Program Strategis Nasional merupakan bentuk kehadiran negara melalui dukungan APBN untuk penguatan ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan fiskal dalam rangka menghadapi kondisi ekonomi global yang masih perlu diwaspadai di masa mendatang," ujar Agung Yulianta.




