
Yogyakarta, 30 April 2026 - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) kembali terlibat dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY Triwulan I Tahun 2026 pada Kamis (30/4/2026) sebagai bentuk komitmen turut memajukan pembangunan daerah melalui optimalisasi APBN. Digelar di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Rakordal kali ini mengangkat tema "Investasi yang Berkelanjutan di Kawasan Selatan".
Rakordal ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, lima bupati/wali kota lingkup DIY beserta para stakeholders di DIY. Kepala Kanwil DJPb DIY, Taukhid hadir langsung pada kegiatan yang juga diwarnai dengan sesi diskusi yang menghadirkan narasumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan akademisi.
Dalam rakordal ini, semua pihak sepakat bahwa setiap investor yang berminat masuk ke DIY wajib mengutamakan kelestarian lingkungan. Gubernur DIY menegaskan hal itu sejalan dengan nilai hamemayu hayuning bawana yang maknanya yaitu alam Jogja tidak boleh dirusak.
“Keselamatan alam hanya dimungkinkan karena kebijakan manusia, jadi jangan merusak alam. Dan kami concern untuk tidak merusak alam, sehingga kami untuk (menerima) investasi pun lihat-lihat, kalau hanya akan merusak alam atau pencemaran lingkungan lebih baik tidak usah masuk Jogja,” tegas Sri Sultan.
Gubernur DIY menegaskan tema yang diangkat dalam Rakordal kali ini selaras dengan visi dalam RPJMD DIY 2022-2027 yakni mewujudkan Pancamulia masyarakat Jogja melalui reformasi kalurahan, pemberdayaan kawasan selatan serta pembangunan budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, kawasan selatan DIY menyimpan banyak potensi besar, mulai dari kelautan, pariwisata, hingga UMKM.

Namun di saat yang sama, kawasan ini masih menghadapi tantangan struktural berupa ketimpangan ekonomi dan kemiskinan. Kemudian, belum optimalnya pemanfaatan potensi pesisir keterbatasan mobilitas, hingga rendahnya minat penanaman modal dan kerentanan terhadap bencana.
"Karena itu, kawasan selatan sebagai motor pertumbuhan baru perlu dioptimalisasi potensi dan penanaman modalnya agar selaras dengan pendekatan ekonomi biru dan ekonomi hijau,” ucap Sri Sultan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan investasi di masa depan harus diarahkan pada sektor-sektor yang selaras dengan karakteristik lokal wilayah selatan sehingga bisa setara dengan wilayah utara DIY, mulai dari pariwisata berkelanjutan di kawasan Geopark, industri pengolahan hasil laut atau pertanian modern di selatan. Menurutnya, perluasan mindset investasi kepada semua OPD pun perlu dilakukan karena investasi merupakan tanggung jawab bersama semua pihak.




