JALAN SOLO KM 8.6 NAYAN, MAGUWOHARJO, DEPOK,SLEMAN, YOGYAKARTA

KODE  POS :  55282

Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah, Realisasi APBN di DIY Terus Tunjukkan Kinerja Positif per 30 Juni 2026

 

Yogyakarta, 31 Juli 2026 - Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sampai dengan akhir Juni 2026 terus menunjukkan kinerja kuat, salah satunya ditopang realisasi APBN yang solid. Per tanggal 30 Juni 2026, serapan Belanja Negara di DIY tercatat tinggi yakni mencapai Rp10.134,85 miliar (51,55%) dari pagu anggaran. Di sisi lain, Pendapatan Negara di DIY juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp4.785,97 miliar atau 43,98% dari target yang ditetapkan.

 

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) mencatat dari sektor Belanja Negara, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp5.282,91 miliar (45,93% dari pagu). Jumlah itu terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp3.241,71 miliar (56,59% dari pagu); Belanja Barang sebesar Rp1.414,25 miliar (37,49% dari pagu); dan Belanja Modal sebesar Rp626,95 miliar (31,31% dari pagu).

 

"Dukungan APBN terhadap APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) juga meningkat. Sampai dengan 30 Juni 2026, realisasi penyaluran TKD mencapai Rp4,851,94 miliar atau 59,48% dari alokasi," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II, Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti melalui siaran pers yang dirilis Jumat (31/7/2026) di Yogyakarta.

 

Menurutnya, meningkatnya kinerja TKD dan Dana Desa dipengaruhi oleh pertumbuhan positif dari realisasi penyaluran Dana Bagi Hasil sebesar 46,53 miliar (39,63% dari alokasi); Dana Alokasi Umum mencapai Rp2.899,42 miliar (57,86% dari alokasi); Dana Transfer Khusus sebesar Rp977,11 miliar (51,78% dari alokasi); Dana Keistimewaan sebesar Rp800 miliar (80% dari alokasi); dan Dana Desa sebesar Rp128,88 miliar (90,98% dari alokasi).

 

Sementara itu dari sektor Penerimaan Negara, Penerimaan Pajak sampai dengan 30 Juni 2026 mencapai Rp2.950,02 miliar (41,16% dari target penerimaan pajak). Kinerja Pajak Penghasilan (PPh) merupakan penyumbang terbesar penerimaan pajak di DIY dan diikuti oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

 

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sampai dengan akhir Juni 2026 sebesar Rp384,41 miliar atau 41,35% dari target, Penerimaan tersebut masih didominasi dari penerimaan Cukai sebesar Rp379,30 miliar dan penerimaan Pabean sebesar Rp5,01 miliar.

 

Selanjutnya, Penerimaan PNBP sampai 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp1.451,53 miliar atau 52,08% dari target. Kinerja pendapatan BLU mencapai Rp1.186,50 miliar (47,06% dari targetnya). Sedangkan Penerimaan PNBP Lainnya sebesar Rp265,04 miliar (99,82% dari targetnya).

 

"Penyaluran APBN ke daerah merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi wilayah, sekaligus memperkuat ketahanan fiskal nasional dari ancaman fluktuasi ekonomi global," kata Juli Kestijanti.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

 IKUTI KAMI

 PENGADUAN

 

Search