
Penulis: Dwi Fika Septian - Bagian Umum Kanwil DJPb Prov. Jawa Timur
Dalam pelaksanaan pekerjaan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya dalam pemenuhan indikator kinerja baik individu maupun organisasi, pegawai dituntut untuk memenuhi target dalam setiap periode. Dalam hal Indikator Kinerja Individu (IKI) tersebut diserahkan terhadap satu orang saja, maka kecenderungan pegawai dalam pengambilan keputusan terkait pemenuhan target akan dipengaruhi oleh kondisi yang dialami pegawai itu sendiri.
Sementara itu, IKI yang bersifat tanggung renteng dipengaruhi oleh kinerja seluruh pegawai yang terkait dengan pencapaian target. Kurangnya tingkat kendali masing-masing pegawai atas kinerja pegawai lain dan kontribusi IKI tanggung renteng yang secara umum lebih rendah dibanding dengan IKI yang diserahkan kepada satu pegawai saja, menyebabkan IKI tanggung renteng tidak menjadi perhatian utama dalam pengelolaan kinerja oleh pegawai.
Game theory, atau teori permainan, adalah cabang matematika yang mempelajari keputusan yang diambil oleh individu atau kelompok dalam situasi di mana hasilnya tergantung pada tindakan semua pihak yang terlibat. Teori ini digunakan untuk menganalisis situasi kompetitif dan kolaboratif, serta mengidentifikasi strategi optimal yang dapat diambil oleh pemain untuk memaksimalkan keuntungan. Meskipun begitu, implementasi teori ini juga dapat digunakan pada seluruh bidang terkait strategi dan pengambilan keputusan.
Dalam teori permainan ini, IKI yang bersifat tanggung renteng tidak seharusnya membuat pencapaian targetnya menjadi non prioritas. Sejalan dengan core value ASN terutama Kolaboratif, maka IKI tanggung renteng seharusnya mampu mendorong pegawai untuk dapat bekerja sama, demi hasil optimal dengan cara memberikan kesempatan seluruh pegawai untuk berkontribusi dan bekerja sama dalam menghasilkan nilai tambah. Pemahaman IKI tanggung renteng bukan sebagai tugas yang harus diselesaikan sesuai pembagian tahapan, namun sebagai tugas yang hasil optimalnya hanya dapat dicapai ketika seluruh pegawai memberikan kontribusi dan manfaat sesuai dengan kemampuannya.
IKI yang bersifat tanggung renteng bagi pegawai dalam suatu unit kerja selayaknya dipandang sebagai sebuah skenario permainan kooperatif (cooperative games), dimana pegawai dapat berkomunikasi dan berkolaborasi untuk mencapai hasil yang lebih baik bagi semua.
Dalam teori permainan ini, kerjasama yang optimal dapat dibentuk melalui adanya sistem kerja yang paling efektif sesuai dengan karakteristik masing-masing pegawai. Selain itu, diperlukan adanya pembagian yang setara antara kontribusi yang diberikan dengan reward yang akan diperoleh oleh setiap bagian dalam sistem kerja tersebut.
Penentuan reward yang sepadan dapat ditentukan atas pencapaian IKI tanggung renteng, yang sesuai dengan sistem kerja yang ada. Idealnya, reward terbesar diberikan kepada pegawai dengan kontribusi yang paling besar pula. Namun dalam pelaksanaannya, akan ada banyak kriteria dalam penentuan reward tersebut. Berapa banyak pengorbanan yang diberikan, frekuensi dan jenis kontribusi yang diberikan, pertanggungjawaban atas bagian pekerjaan, atau pun resiko yang diampu oleh setiap anggota dapat menjadi acuan dalam penilaian kontribusi pegawai dalam pencapaian target yang ada.




