
Pontianak, 19 Januari 2025 – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat dalam mendukung perekonomian di Kalimantan Barat. Secara akumulatif APBN tumbuh positif dengan nilai pertumbuhan Pos Penerimaan dan Belanja masing masing sebesar 4,21% (year on year) dan 1,17% (year on year) beriringan dengan perkembangan ekonomi di Kalimantan Barat.
Fluktuasi harga sawit dan batu bara menjadi salah satu faktor kontraksi Penerimaan Pajak sebagai akibat adanya restitusi pajak. Namun realisasi Penerimaan Pajak dapat mengalami pertumbuhan yang signifikan di bulan Desember tahun 2024. Lima sektor dominan yang meliputi perdagangan besar dan eceran, pertanian, kehutanan, dan perikanan, industri pengolahan, administrasi pemerintah, transportasi dan pergudangan berkontribusi sebesar 82,64% dari total penerimaan atau sekitar Rp9.366,59 miliar. Dalam hal ini sektor perdagangan besar dan eceran menunjukkan pertumbuhan positif dan peningkatan kontribusi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perekonomian Kalimantan Barat cenderung bergerak ke arah sektor perdagangan, tetapi barang yang diperdagangkan sebagian besar merupakan barang impor.
Perkembangan penerimaan dari sektor Bea dan Cukai juga mengalami pertumbuhan positif didukung dengan peningkatan tarif CPO yang meningkat di Triwulan IV dan berada di kolom tarif 9 di November 2024. Di samping itu, terdapat PT Borneo Alumindo Prima dan PT Borneo Alumina Indonesia yang merupakan penyumbang devisa ekspor terbesar dari aktivitas pengolahan bauksit.
Dana Transfer ke Daerah difokuskan untuk mendorong perkembangan ekonomi. Sampai dengan 31 Desember 2024, realisasi penyaluran TKD telah mencapai Rp20.628,82 miliar atau sebesar 98,35% dari pagu. Secara nominal, penyaluran TKD s.d. 31 Desember 2024 tertinggi terjadi di Pemprov Kalbar (Rp2.962,75 miliar) dan terendah di Kota Singkawang (Rp674,10 miliar). Sedangkan secara persentase salur dari total alokasi TKD tertinggi adalah Kab. Melawi (99,66%) dan terendah adalah Prov. Kalimantan Barat (96,33%). Peran APBN di bidang pendidikan juga semakin nyata dirasakan masyarakat dengan disalurkannya PIP kepada 976 siswa, KIP kepada 1.178 mahasiswa, BOS kepada 2.259.992 siswa, BOP PAUD kepada 186.214 siswa, BOP Kesetaraan kepada 27.632 siswa, dan BOPTN kepada 7 lembaga.
Secara garis besar, sektor-sektor ekonomi di Kalimantan Barat mengalami pertumbuhan yang positif. Secara year on year lapangan usaha real estate mencatat pertumbuhan tertinggi, didorong oleh kemudahan akses KPR yang mendorong pengembangan kawasan real estate baru. Kemudahan KPR tersebut juga berpengaruh pada pertumbuhan lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi. Sementara itu lapangan usaha dengan distribusi terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, namun pertumbuhannya relatif rendah.










