Tanjung Selor, 23 Juli 2024 – Secara nasional, perubahan harga komoditas yang volatil, inflasi, dan suku bunga yang tinggi turut mempengaruhi Penerimaan Negara, Belanja Negara, dan Pembiayaan. APBN 2024 terus dioptimalkan untuk melindungi daya beli, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung berbagai agenda pembangunan. Sesuai tema konferensi pers kali ini yaitu Kemenkeu Satu Kaltara: Dukung Transformasi Ekonomi Inklusif di Benuanta, Kementerian Keuangan secara kontinu melakukan pengawalan Pendapatan Negara, Belanja Negara, dan Pembiayaan yang kemudian dalam perkembangannya menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kalimantan Utara secara konsisten berada di prospek yang positif.
Realisasi APBN Per 30 Juni 2024
APBN dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi pendapatan dan belanja. Sisi pendapatan terdiri dari komponen Pajak, Bea dan Cukai, termasuk pajak dalam rangka impor dan ekspor, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
- Kinerja Pendapatan Wilayah Kalimantan Utara s.d. 30 Juni 2024
Pendapatan Negara tahun 2024 sampai bulan Juni mengalami kenaikan sebesar Rp175,27 M atau sebesar 11,30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (y-o-y). Realisasi Pendapatan Negara hingga bulan Juni 2024 telah mencapai 66,14% dari target sebesar Rp2.610,05 miliar. Secara nominal, Penerimaan Pajak Penghasilan Non Migas masih mendominasi penerimaan perpajakan dengan total penerimaan sebesar Rp1.105,22 miliar yaitu kurang lebih 45,8% dari total pagu Penerimaan Perpajakan.
Persentase kenaikan penerimaan perpajakan terbesar tercatat dari penerimaan Bea Masuk dan Cukai yang naik masing-masing sebesar 222,17% dan 313,88% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023. Realisasi PNBP tercatat naik sebesar 39,83% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. PNBP masih didominasi oleh PNBP lainnya dibandingkan dengan Pendapatan BLU, mengingat hanya terdapat satu BLU di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, yaitu BLU UPBU Juwata di Kota Tarakan.
2. Kinerja Belanja Wilayah Kalimantan Utara s.d. 30 Juni 2024
Belanja Negara mengalami peningkatan sebesar Rp281,32 Miliar atau 5,12% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan ini dikontribusi paling besar oleh kenaikan realisasi belanja pegawai sebesar 16,71%. Sementara itu, pertumbuhan realisasi belanja barang didominasi oleh realisasi belanja dari Program Modernisasi Almatsus dan Sarana Prasarana Polri dari Kepolisian Republik Indonesia.
Belanja pemerintah pusat sampai bulan Juni 2024 terealisasi sebesar Rp1.628,70 miliar atau 40,52% dari pagu. Belanja Pemerintah Pusat mengalami penurunan sebesar Rp81,39 miliar (4,76%). Hal ini disebabkan terutama oleh penurunan realisasi belanja modal sebesar Rp238,33 miliar (38,43%) dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Ini disebabkan oleh beberapa satuan kerja yang terdampak gagal lelang serta belum terealisasinya kontrak Kemenhub.
Realisasi TKD (YoY) telah mencapai Rp4.142,01 miliar (46,10%), mengalami pertumbuhan capaian realisasi secara nominal sebesar Rp362,71 miliar (9,60%). Terjadi kenaikan nominal yang cukup signifikan atas realisasi Dana Bagi Hasil tahun 2024 sebesar Rp311,61 miliar (24,38%) (y-o-y).
Sumber: Aplikasi SINTESA cut off tanggal 30 Juni 2024
Terjadi penurunan pagu belanja Tahun 2024 jika dibandingkan dengan Tahun 2023 sebesar 6,30% kemudian realisasi belanja mengalami penurunan sebesar 4,76%.
Sumber: Aplikasi SINTESA cut off tanggal 30 Juni 2024
Sampai dengan 30 Juni 2024, realisasi belanja K/L mencapai Rp1.628,70 miliar (40,52%) dari total anggaran sebesar Rp4.019,62 miliar. Peningkatan realisasi signifikan terjadi pada K/L Kepolisian Republik Indonesia sebesar Rp12,86 miliar (26%) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN yang meningkat sebesar Rp1,1 miliar (39%) dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Perkembangan Ekonomi Regional s.d. 30 Juni 2024
Pada saat laporan ini disusun, belum terdapat rilis data pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2024 oleh BPS. Ekonomi Kalimantan Utara Triwulan I 2024 terhadap Triwulan I 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,78% (y-on-y). Hal ini disebabkan tumbuhnya semua lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 12,80%, disusul lapangan usaha Konstruksi sebesar 10,76% dan Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 10,17%. Sementara itu, lapangan usaha dengan kontribusi besar terhadap PDRB Triwulan I 2024 adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta Pertambangan dan Penggalian yang masing-masing tumbuh 5,01% dan 0,49%.
Apabila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara Triwulan I 2024 (y-on-y), lapangan usaha Konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 1,24%, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor sebesar 1,22%, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,88%.
Bulan Juni 2024 Provinsi Kaltara tercatat mengalami inflasi tahunan sebesar 2,39% (yoy) dan deflasi bulanan 0,08% (mtm). Deflasi ini sama dengan dari deflasi nasional periode Juni yang sebesar 0,08% (mtm). Kelompok utama penyumbang deflasi bulanan (mtm) ialah kelompok makanan, minuman dan tembakau. Komoditas yang paling andil dalam deflasi adalah beras dan bawang merah. Neraca perdagangan Mei 2024 surplus sebesar US$ 165,29 juta (Ekspor US$ 280,99 Juta dan Impor US$ 115,70 Juta). NTP Kaltara pada Juni 2024 sebesar 112,77 atau turun 0,16% dibanding NTP bulan Mei 2024. Penurunan NTP disebabkan oleh penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,13 persen dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang mengalami peningkatan sebesar 0,03 persen. Adapun NTN Kaltara pada Juni 2024 sebesar 104,87 (turun 1,20% dibanding bulan Mei 2024).
IPM Kaltara tahun 2023 mencapai 72,88 (Tinggi). Jumlah penduduk miskin Kaltara Maret 2023 sebanyak 47,97 ribu (6,45%) atau berkurang 2,6 ribu jiwa (5,14%) dibanding September 2022. Gini ratio Provinsi Kaltara tercatat sebesar 0,277 (Maret 2023), sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,01% (Agustus 2023).
Analisis Perkembangan Indikator Makro Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Kaltara (yoy)
Sumber: BPS Kaltara
Perekonomian Kalimantan Utara sampai bulan Maret 2024 (belum terdapat data termutakhir di laman BPS) mengalami pertumbuhan sebesar 4,78% (y-o-y). Pertumbuhan ekonomi terjadi pada seluruh lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas yaitu sebesar 12,80%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang tumbuh 20,24%. Perekonomian Kalimantan Utara Triwulan I 2024 yang diukur berdasarkan PDRB atas ADHB mencapai Rp35,29 T dan atas ADHK 2010 mencapai Rp17,63 T.
Struktur ekonomi wilayah Pulau Kalimantan sampai dengan Triwulan I 2024 didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur sebesar 48,12% dan yang paling kecil Provinsi Kalimantan Utara sebesar 8,16%. Kinerja ekonomi Provinsi Kalimantan Timur tercatat memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 7,26%, sementara Provinsi Kalimantan Utara mengalami pertumbuhan sebesar 4,78% (yoy).
Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (yoy, persen)
Sumber: BPS Kaltara
Pertumbuhan PDRB dari sisi pengeluaran sampai Triwulan I 2024 (yoy) (belum terdapat data termutakhir di laman BPS) disumbang oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 20,24%, diikuti oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 10,86%, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) 5,78%, dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) 4,63%. Sementara itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa dan Komponen Impor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar -0,72% dan -1,04%. Struktur PDRB Kalimantan Utara menurut pengeluaran ADHB Triwulan I 2024 masih didominasi oleh Komponen Net Ekspor Barang dan Jasa sebesar 51,07%; Komponen PMTB 28,97%; Komponen PK-RT 14,46%; Komponen PK-P 4,46%; Komponen PK-LNPRT 0,77%; dan Komponen Perubahan Inventori 0,27%.
Neraca Perdagangan Kalimantan Utara
Sumber: BPS Kaltara
Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Mei 2024 mengalami surplus sebesar US$ 165,29 juta atau mengalami kenaikan 59,73% jika dibandingkan dengan neraca perdagangan April 2024 yang surplus sebesar US$ 103,48 juta.
Pada Mei 2024 total Ekspor sebesar US$ 280,99 juta sedangkan nilai Impor sebesar US$ 115,70 juta. Nilai ekspor tersebut naik 100,94% dibandingkan Maret April, serta nilai impor naik 218,21% dibandingkan impor bulan sebelumnya. Kenaikan surplus neraca perdagangan dipicu oleh meningkatnya ekspor hasil tambang (115,12%) dari nilai April 2024.
Isu Strategis
1. Capaian Indikator Kesejahteraan Kaltara
Tingkat Kemiskinan
Perkembangan Tingkat Kemiskinan Kaltara Perkembangan Garis Kemiskinan di Kaltara
Sumber: BPS Kaltara
Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara pada Maret 2024 sebanyak 47,83 ribu jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 0,1 ribu jiwa atau secara persentase menurun 0,13% dibandingkan periode Maret 2023. Tingkat kemiskinan di Kaltara masih berpusat di wilayah pedesaan, mengindikasikan masih tingginya disparitas kesejahteraan pekotaan dan pedesaan di Kaltara.
Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN)
NTP Provinsi Kalimantan Utara Juni 2024 sebesar 112,77 atau turun 0,16 persen dibanding NTP bulan Mei 2024. Penurunan NTP disebabkan oleh penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,13 persen atau lebih lambat dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang mengalami peningkatan sebesar 0,03 persen.
Sejalan dengan NTP, NTN Kalimantan Utara pada Juni 2024 turun 1,20% dibanding NTN bulan Mei 2024 menjadi sebesar 104,87.
2. Realisasi Penyaluran KUR/UMi
Penyaluran KUR 2024 di Kaltara per Kab/Kota s.d. 30 Juni 2024
Sumber: SIKP
Penyaluran KUR di Kaltara mencapai Rp396,39 miliar (5.604 debitur). Jumlah debitur KUR tertinggi tercatat di Kota Tarakan sebanyak 1.952 debitur, lalu diikuti oleh Kab. Nunukan sebanyak 1.755 debitur.
Penyaluran KUR 2024 di Kaltara berdasarkan Bank Penyalur s.d. 30 Juni 2024
Penyaluran UMi 2024 di Kaltara per Kab/Kota s.d. 30 Juni 2024
Penyaluran KUR terbesar di Kaltara hingga 30 Juni 2024 berdasarkan Bank Penyalur disalurkan oleh BRI yaitu kepada 3.156 debitur / Rp194,77 miliar. Terdapat 1.045 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp4,56 miliar tercatat pada SIKP UMi hingga 30 Juni 2024. Debitur yang tercatat merupakan debitur dari PT PNM dan PT Pegadaian. Penyaluran UMi di Kaltara terjadi di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Penyaluran tertinggi terdapat di Kota Tarakan dengan Penyaluran sebesar Rp2,36 miliar.
Informasi lebih lanjut hubungi:
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
JALAN SUTOYO NO 1, TANJUNG SELOR, KALIMANTAN UTARA
TELEPON : 0552-2034598 Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



