SP-5/WPB.21/2026
Tanjung Selor, 29 Mei 2026 – Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara telah melaksanakan Rapat ALCo Regional Tingkat Deputies dan dilanjutkan dengan Rapat ALCo Tingkat Pimpinan pada 18 dan 21 Mei 2026. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Deputies dan Pimpinan kantor vertikal Kementerian Keuangan wilayah Kalimantan Timur dan Utara yang membahas isu strategis serta pelaksanaan anggaran di Provinsi Kalimantan Utara.
Realisasi APBN di Provinsi Kalimantan Utara sampai dengan April 2026 mencatatkan Pendapatan Negara sebesar Rp339,61 miliar atau mengalami kontraksi 56,45% (yoy) yang dipengaruhi oleh tingginya restitusi pajak, khususnya restitusi PPN dalam negeri. Sementara itu, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp3,27 triliun atau 34,12% dari pagu dan tumbuh 3,51% (yoy), sehingga terjadi defisit sebesar Rp2,93 triliun.
Penerimaan Perpajakan mengalami kontraksi dengan capaian sebesar Rp215,54 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari Pajak Penghasilan Nonmigas sebesar Rp282,02 miliar. Kontraksi ini disebabkan oleh realisasi restitusi pajak yang cukup besar. Di sisi lain, realisasi PNBP mencapai Rp116,21 miliar (47,03% dari target), mengalami kontraksi 12,23% (yoy). Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai terealisasi sebesar Rp7,86 miliar dan terkontraksi 61,82% (yoy).
Dari sisi belanja, realisasi Belanja Pemerintah Pusat tumbuh 43,79% (yoy) terutama didorong oleh akselerasi belanja modal pada awal tahun. Sementara itu, Transfer ke Daerah telah tersalurkan sebesar Rp2,31 triliun atau 36,52% dari pagu turun 7,33% (yoy) yang didorong oleh penurunan DBH.
Dalam konteks anggaran daerah, realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp1,93 triliun (21,35% dari target), sedangkan Belanja Daerah sebesar Rp1,77 triliun (16,80% dari pagu), sehingga mencatatkan surplus sebesar Rp158,50 miliar. Pendapatan daerah masih didominasi oleh Transfer Pemerintah Pusat dengan kontribusi sebesar 79,04%, menunjukkan ketergantungan fiskal daerah yang masih cukup tinggi.
Dari sisi makro ekonomi, perekonomian Kalimantan Utara tahun 2025 tumbuh 5,23% (yoy) dan pada April 2026 terjadi inflasi sebesar 2,68% (yoy). Neraca perdagangan Maret 2026 mencatat surplus sebesar US$218,15 juta, menunjukkan kinerja sektor eksternal yang tetap positif.
Adapun isu strategis yang menjadi perhatian pada periode ini adalah terkait dengan perkembangan pendanaan konektivitas infrastruktur jembatan sebesar Rp150,00 miliar untuk wilayah Kalimantan Utara. Sampai dengan 30 April 2026, terdapat 6 proyek yang diusulkan untuk pendanaan ini. Dari keenam proyek tersebut, program yang terealisasi baru sebesar Rp6,90 miliar pada tahun 2025 untuk proyek peningkatan jalan ruas segmen 1 lingkar Krayan: Lembudud–Long Ayu. Sementara itu, sisa proyek peningkatan jalan ruas segmen 1 lingkar Krayan: Lembudud–Long Ayu (Rp43,10 miliar) masih belum dianggarkan untuk DIPA 2026. Untuk proyek lainnya masih belum terdapat informasi terkait komitmen ataupun pengalokasian dananya.
Informasi lebih lanjut hubungi:
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
JALAN SUTOYO NO 1, TANJUNG SELOR, KALIMANTAN UTARA
TELEPON : 0552-2034598 Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



