Jln. Ir. H. Juanda No. 04, Samarinda

Berita

Seputar Kanwil DJPb Kalimantan Timur

PRESS RELEASE : PERKEMBANGAN APBN DAN APBD REGIONAL KALIMANTAN TIMUR REALISASI S.D. 30 November 2024

Samarinda, Desember 2024 – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) Triwulan III-2024 mencapai 5,52 persen y-on-y. Ekonomi Triwulan III-2024 tumbuh positif secara y-on-y pada seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, dengan Kaltim menyumbang kontribusi tertinggi pada penyusunan nilai tambah regional dengan share sebesar 47,03 persen. Dari sisi produksi, kontribusi PDRB Kaltim terbesar masih didominasi oleh pertambangan dan penggalian. Sedangkan pertumbuhan tertinggi sisi pengeluaran Triwulan III-2024 terbesar ada pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur salah satunya dipengaruhi oleh kinerja ekonomi negara mitra dagang yang masih tumbuh positif, serta tingginya permintaan batu bara global sepanjang tahun 2024. Tercatat, permintaan impor batu bara China dan India mengalami peningkatan sebesar 11 persen (yoy). Peningkatan kebutuhan batu bara tersebut dikarenakan tingginya kebutuhan akan pasokan listrik.

Pertumbuhan ekonomi yang positif di Kaltim sejalan dengan dinamika harga barang dan jasa. Pada November 2024, tingkat inflasi di Kaltim sebesar 1,54 persen y-on-y didorong oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Kelompok penyumbang utama inflasi y-on-y November 2024 adalah: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya; kelompok Kesehatan; serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Realisasi APBN Kalimantan Timur sampai dengan 30 November 2024 mencatatkan Pendapatan Negara telah sebesar Rp35,09 triliun (73,10% dari target Rp48,10 triliun), terkontraksi 3,68 persen (yoy) sedangkan komponen Belanja Negara terealisasi sebesar Rp72,65 triliun (78,80% dari pagu tahunan Rp92,19 triliun) atau tumbuh sebesar 46,16 persen (yoy).

Penerimaan Perpajakan

Penerimaan Perpajakan telah terealisasi sebesar Rp35,09 triliun (70,24% dari target). Capaian ini sedikit mengalami penurunan secara y-on-y sebesar minus 6,67 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya harga komoditas terutama batubara dan CPO di pasar global dan pembayaran PPh Pasal 25/29 Badan. Penerimaan pajak dalam negeri masih didominasi oleh Wajib Pajak Badan dan Bendahara Pemerintah, dengan sektor pertambangan sebagai kontributor terbesar. Meski juga mengalami perlambatan, penerimaan pajak internasional terus diupayakan dengan tetap memperhatikan perekonomian internasional dan terus berusaha melakukan extra effort untuk mencapai target penerimaan dari kegiatan ekspor dan impor.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Realisasi PNBP sampai dengan November 2024 mencapai Rp2,91 triliun (132,72% dari target), tumbuh signifikan sebesar 49,20% yoy. Peningkatan capaian realisasi tersebut bersumber dari seluruh jenis realisasi PNBP meliputi PNBP lainnya dan Pendapatan BLU, dengan didominasi oleh Pendapatan Jasa Kepelabuhan dan Pendapatan Jasa Layanan Pendidikan.

Belanja K/L

Realisasi Belanja K/L sampai dengan akhir November 2024 mencapai Rp37,74 triliun (71,06% dari pagu Rp53,11 triliun), tumbuh sebesar 86,94% yoy. Pertumbuhan realisasi belanja terutama dipengaruhi oleh peningkatan belanja modal untuk pembangunan IKN. Satker yang mendominasi realisasi belanja modal Kaltim antara lain: IKN 1 & 2, Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Kaltim, dan Penyediaan Perumahan IKN Nusantara. Sementara Belanja Barang dan Jasa digunakan untuk mendukung program Pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi serta pelaksanaan program infrastruktur konektivitas oleh KemenPUPR. Belanja Pegawai dan Belanja Bantuan Sosial mengalami pertumbuhan realisasi yang stabil, dengan Belanja Bantuan Sosial yang dimanfaatkan oleh Kementerian Agama melalui UIN Sultan Aji Muhammad Idris.

Transfer ke Daerah

Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 30 November 2024 mencapai Rp34,91 triliun (89,32% dari pagu Rp39,08 triliun). Akumulasi realisasi TKD tumbuh 18,26% secara y-on-y. Realisasi TKD tersebut terutama didominasi oleh Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

APBD Kalimantan Timur

Capaian sementara Pendapatan APBD Provinsi Kalimantan Timur hingga bulan November 2024 sebesar Rp43,46 triliun (66,36% dari target) didominasi oleh Dana Transfer. Pendapatan dari Dana Transfer hingga bulan November 2024 sebesar Rp35 triliun (69,57% dari pagu 50,31 triliun). Dengan demikian, dukungan dana pusat masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan pada Provinsi Kalimantan Timur. Sementara itu, realisasi sementara Belanja APBD s.d. bulan November 2024 sebesar Rp41,64 triliun (59,32% dari pagu Rp70,19 triliun).

Ibu Kota Negara Baru (IKN)

Progress pembangunan Ibu Kota Negara Baru (IKN) memberikan pengaruh besar pada kinerja keuangan APBN dan APBD di Kalimantan Timur. Sampai dengan November 2024, anggaran pembangunan IKN mendominasi 77,81% pagu belanja K/L. Alokasi APBN IKN mencapai Rp41,33 triliun yang tersebar pada Kementerian PUPR (99,56%); Kemenhub (0,24%); KLHK (0,16%); serta POLRI (0,04%).

Informasi lebih lanjut hubungi:

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda No.4, Samarinda
Telp. (0541) 201348
Fax. (0541) 748623
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search