PRESS RELEASE : PERKEMBANGAN APBN DAN APBD REGIONAL KALIMANTAN TIMUR REALISASI S.D. 28 FEBRUARI 2026
“Ekonomi Kalimantan Timur Tetap Stabil Dengan Pertumbuhan yang Berkelanjutan”
Samarinda, 17 Maret 2026
A. Kinerja Fiskal Kalimantan Timur s.d. 28 Februari 2026
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Timur sampai dengan 28 Februari 2026 mencatatkan Pendapatan Negara sebesar Rp1,59 triliun, dengan Belanja Negara sebesar Rp3,1 triliun.
1. Penerimaan Perpajakan
Sampai dengan 28 Februari 2026, Penerimaan Perpajakan telah mencapai Rp2,37 triliun. Penerimaan Pajak Dalam Negeri di Kalimantan Timur tercatat sebesar Rp2,08 triliun yang didominasi oleh PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 29, & PPN Impor.
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Realisasi PNBP sampai dengan 28 Februari 2026 mencapai Rp430,73 miliar. Capaian PNBP di Kalimantan Timur diperoleh dari jenis PNBP Lainnya sebesar Rp404,87 miliar yang didominasi oleh pendapatan jasa layanan kepelabuhanan. Sementara itu, PNBP dari tujuh Badan Layanan Umum (BLU) di Kalimantan Timur, berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp25,86 miliar, yang utamanya ditopang oleh pendapatan dari jasa pelayanan pendidikan.
3. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) / Kementerian dan Lembaga (K/L)
Kinerja Belanja Pemerintah Pusat (BPP) / Kementerian dan Lembaga (K/L) sampai dengan 28 Februari 2026 mencapai Rp1,68 Triliun. Realisasi tersebut didominasi oleh belanja modal sebesar Rp819,50 Miliar dan belanja pegawai sebesar Rp619,89 Miliar utamanya terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya.
4. Transfer ke Daerah
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 28 Februari 2026 mencapai Rp3,36 triliun. Realisasi TKD ini didominasi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2,02 triliun, selain itu terdapat realisasi realisasi DAK Non Fisik sebesar Rp731,48 miliar dan DBH sebesar Rp601,36 miliar.
B. Ekonomi Kerakyatan Kalimantan Timur s.d. 28 Februari 2026
Dalam rangka meningkatkan UMKM di Kalimantan Timur, Pemerintah menyalurkan bantuan kredit Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Realisasi penyaluran UMi 1 Januari – 28 Februari 2026 sebanyak Rp15,53 miliar dengan 2.464 debitur. Realisasi penyaluran KUR 1 Januari – 28 Februari 2026 sebanyak Rp801,4 miliar dengan 12.001 debitur.
C. Monitoring Program Pemerintah s.d. 28 Februari 2026
Monitoring Program Pemerintah yang dilakukan oleh Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Timur meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat (SR), SMA Unggul Garuda, Revitalisasi Sekolah, Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi.
a. Makan Bergizi Gratis
Realisasi pembentukan SPPG di Kalimantan Timur telah mencapai 186 unit atau 41 persen dari target 445 unit, tersebar di 9 kabupaten/kota dengan total 735 supplier aktif, 207 petugas, dan 386.253 penerima manfaat. Penguatan kelembagaan terus dilakukan melalui pembentukan Satgas Percepatan MBG serta usulan pejabat pelaksana, dengan dukungan target tambahan di Kukar, Bontang, dan Samarinda yang sebagian telah beroperasi dan menerima sertifikasi laik higiene sanitasi. Selama Ramadan, program tetap berjalan dengan mekanisme distribusi harian maupun rapel, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
b. Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
Realisasi FLPP di Kalimantan Timur telah mencapai 265 unit rumah subsidi dengan realisasi akad kredit yang telah terlaksana sebanyak 178 unit dengan nilai akad Rp23,17 miliar yang tersebar di sembilan wilayah, penyaluran didominasi oleh BTN dan Bank Mandiri. Penerima manfaat mayoritas berasal dari pekerja sektor swasta, dengan kelompok penghasilan terbanyak pada rentang Rp6–Rp8 juta per bulan.
c. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Hampir seluruh koperasi desa dan kelurahan di Kalimantan Timur telah mengadopsi sistem digital melalui Simkopdes. Dari total 1.038 koperasi, sebanyak 1.034 koperasi atau 99,61 persen telah terdigitalisasi. Jumlah koperasi yang memiliki minimal satu gerai sebanyak 234 koperasi (22,54%) dan jumlah gerai koperasi yang sudah aktif sebanyak 281 koperasi (27,07%). Gerai koperasi yang sudah aktif didominasi oleh gerai kantor koperasi yaitu sebanyak 210 koperasi dan gerai sembako (Embrio KopHub) sebanyak 41 koperasi.
d. Sekolah Rakyat (SR)
Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur telah berjalan di beberapa lokasi strategis, meliputi BPMP Samarinda, SMAN 16 Samarinda, dan BLKI Provinsi Kaltim, dengan cakupan layanan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA. Dukungan pendanaan bersumber sepenuhnya dari alokasi APBN, di mana pada tahun 2025 telah terealisasi sebesar 87,18% untuk renovasi modular serta pembangunan tahap awal. Memasuki tahun 2026, alokasi pagu sebesar Rp200,47 Miliar telah disiapkan dengan fokus utama pada akselerasi pembangunan fisik dan supervisi teknis. Program ini secara inklusif menyasar masyarakat miskin dan miskin ekstrem (Desil 1 dan 2) berbasis DTSN guna memutus rantai kemiskinan, didukung oleh penuntasan rekrutmen 31 tenaga pendidik untuk penguatan karakter dan kedisiplinan siswa sejak dini.
e. Revitalisasi Sekolah
Program Revitalisasi Sekolah telah dilaksanakan di 9 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dengan dukungan alokasi APBN yang telah terealisasi untuk rehabilitasi dan renovasi sekolah umum maupun madrasah. Progres fisik telah berjalan dan ditargetkan terus meningkat, alokasi anggaran 2026 telah disiapkan untuk mendukung supervisi, rehabilitasi lanjutan, dan administrasi kegiatan. Selain itu, dukungan Kemenag dan Kemendikdasmen turut memperkuat perbaikan sarana pendidikan, dengan fokus pada pemenuhan ruang belajar dan peningkatan fasilitas sekolah.
f. SMA Unggul Garuda
SMA Negeri 10 Samarinda direncanakan relokasi prasarana pendidikan dan penyamaan regulasi rombongan belajar dengan sekolah reguler. Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan menengah dan pengembangan sumber daya manusia unggul daerah.
g. Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional melalui target pembukaan 20.000 hektar sawah baru pada tahun 2026 dan optimalisasi 70 Brigade Pangan untuk mendampingi petani. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan anggaran setelah Ditjen Lahan dan Irigasi menetapkan pagu DIPA sementara sebesar nol rupiah akibat pengalihan prioritas dana untuk penanganan pascabencana di Sumatera.
h. Ketahanan Energi
Upaya penguatan ketahanan energi di wilayah Kalimantan terus menunjukkan progres signifikan melalui pengembangan bauran energi bersih dan optimalisasi fasilitas pengolahan minyak. Hingga Maret 2026, tercatat kepemilikan 23 unit pembangkit listrik dengan total potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 16.898,1 MWh, yang memposisikan kawasan ini sebagai penopang utama transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060. Sektor hilir migas diperkuat dengan operasional RDMP Kilang Pertamina Balikpapan yang telah memasuki tahap operasional melalui sejumlah fasilitas strategis, termasuk revamping unit pengolahan crude dan penyaluran gas Senipah untuk efisiensi konsumsi energi. Selain itu, operasional PLTS IKN berkapasitas 50 MW menjadi pilar utama sistem kelistrikan hijau di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Ke depan, melalui RUPTL 2025–2034, direncanakan pengembangan tambahan ±1.122,7 MW kapasitas EBT di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, mencakup tenaga surya, air, serta potensi biomethane untuk menjamin ketersediaan energi bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda No.4, Samarinda
Telp. (0541) 201348
Fax. (0541) 748623
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.






