“Ekonomi Kalimantan Timur Tetap Stabil Dengan Pertumbuhan yang Berkelanjutan”
Samarinda, 23 Februari 2026
A. Kinerja Fiskal Kalimantan Timur s.d. 31 Januari 2026
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Timur sampai dengan 31 Januari 2026 mencatatkan Pendapatan Negara sebesar Rp1,59 triliun, dengan Belanja Negara sebesar Rp3,1 triliun.
1. Penerimaan Perpajakan
Sampai dengan 31 Januari 2026, Penerimaan Perpajakan telah mencapai Rp1,38 triliun. Penerimaan Pajak Dalam Negeri di Kalimantan Timur tercatat sebesar Rp1,27 triliun yang didominasi oleh PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 29, & PPN Impor.
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Realisasi PNBP sampai dengan 31 Januari 2026 mencapai Rp210,61 miliar. Capaian PNBP di Kalimantan Timur diperoleh dari jenis PNBP Lainnya sebesar Rp207,86 miliar yang didominasi oleh pendapatan jasa layanan kepelabuhanan. Sementara itu, PNBP dari tujuh Badan Layanan Umum (BLU) di Kalimantan Timur, berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp2,75 miliar, yang utamanya ditopang oleh pendapatan dari jasa pelayanan pendidikan.
3. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) / Kementerian dan Lembaga (K/L)
Kinerja Belanja Pemerintah Pusat (BPP) / Kementerian dan Lembaga (K/L) sampai dengan 31 Januari 2026 mencapai Rp555,75 miliar. Realisasi tersebut didominasi oleh belanja pegawai sebesar Rp 293,65 miliar dan belanja modal sebesar Rp209,29 miliar untuk penyelesaian proyek infrastruktur strategis di IKN.
4. Transfer ke Daerah
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Januari 2026 mencapai Rp2,55 triliun. Realisasi TKD ini didominasi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp1,42 triliun , selain itu terdapat realisasi DBH sebesar Rp 590,76 miliar dan realisasi DAK Non Fisik sebesar Rp 543,62 miliar
B. Ekonomi Kerakyatan Kalimantan Timur s.d. 31 Januari 2026
Dalam rangka meningkatkan UMKM di Kalimantan Timur, Pemerintah menyalurkan bantuan kredit Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Realisasi penyaluran UMi 1 Januari – 31 Januari 2026 sebanyak Rp3,02 miliar dengan 430 debitur. Realisasi penyaluran KUR 1 Januari – 31 Januari 2026 sebanyak Rp366,62 miliar dengan 4.985 debitur.
C. Monitoring Program Pemerintah s.d. 31 Januari 2026
Monitoring Program Pemerintah yang dilakukan oleh Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Timur meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat (SR), SMA Unggul Garuda, Revitalisasi Sekolah, Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi.
1. Makan Bergizi Gratis
Realisasi pembentukan SPPG di Kalimantan Timur telah mencapai 145 unit atau 32,58 persen dari target 445 unit, tersebar di 9 kabupaten/kota dengan total 269 supplier aktif dan 316.752 penerima manfaat. Penguatan kelembagaan terus dilakukan melalui pembentukan Satgas Percepatan MBG serta usulan pejabat pelaksana, dengan dukungan target tambahan di Kukar, Bontang, dan Samarinda yang sebagian telah beroperasi dan menerima sertifikasi laik higiene sanitasi. Selama Ramadan, program tetap berjalan dengan mekanisme distribusi harian maupun rapel, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
2. Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
Realisasi FLPP di Kalimantan Timur telah mencapai 134 unit rumah subsidi dengan nilai akad Rp16,14 miliar, tersebar di sembilan wilayah dengan penyaluran didominasi oleh BTN dan Mandiri. Penerima manfaat mayoritas berasal dari pekerja sektor swasta, dengan kelompok penghasilan terbanyak pada rentang Rp4–Rp6 juta per bulan. Volume realisasi pada awal tahun bersifat siklus administratif dan diproyeksikan meningkat seiring optimalisasi operasional perbankan serta penyelesaian konstruksi unit oleh pengembang.
3. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Hampir seluruh koperasi desa dan kelurahan di Kalimantan Timur telah mengadopsi sistem digital melalui Simkopdes. Dari total 1.037 koperasi, sebanyak 1.033 koperasi atau 99,61 persen telah terdigitalisasi. Pengembangan gerai koperasi terus menunjukkan peningkatan, yang didukung oleh pemetaan lahan yang telah mencapai 69,71 persen serta penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi pengurus koperasi.
4. Sekolah Rakyat (SR)
Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur telah berjalan di beberapa lokasi dengan dukungan pendanaan alokasi APBN yang telah terealisasi untuk pembangunan dan rehabilitasi modular. Proses pengadaan tahap lanjutan serta alokasi 2026 terus berprogres, dengan dukungan pemanfaatan BMN dan pelaksanaan groundbreaking nasional sebagai langkah percepatan pembangunan fisik. Program ini menyasar masyarakat miskin dan miskin ekstrem berbasis DTSN, dengan dukungan rekrutmen tenaga pendidik serta komitmen perluasan Pembangunan.
5. Revitalisasi Sekolah
Program Revitalisasi Sekolah telah dilaksanakan di 9 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dengan dukungan alokasi APBN yang telah terealisasi untuk rehabilitasi dan renovasi sekolah umum maupun madrasah. Progres fisik telah berjalan dan ditargetkan terus meningkat, alokasi anggaran 2026 telah disiapkan untuk mendukung supervisi, rehabilitasi lanjutan, dan administrasi kegiatan. Selain itu, dukungan Kemenag dan Kemendikdasmen turut memperkuat perbaikan sarana pendidikan, dengan fokus pada pemenuhan ruang belajar dan peningkatan fasilitas sekolah.
6. SMA Unggul Garuda
SMA Negeri 10 Samarinda direncanakan relokasi prasarana pendidikan dan penyamaan regulasi rombongan belajar dengan sekolah reguler. Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan menengah dan pengembangan sumber daya manusia unggul daerah.
7. Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional melalui target pembukaan 20.000 hektar sawah baru pada tahun 2026 dan optimalisasi 70 Brigade Pangan untuk mendampingi petani. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan anggaran setelah Ditjen Lahan dan Irigasi menetapkan pagu DIPA sementara sebesar nol rupiah akibat pengalihan prioritas dana untuk penanganan pascabencana di Sumatera.
8. Ketahanan Energi
Kalimantan Timur tengah mengakselerasi transisi energi hijau melalui pengembangan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 16.898,1 MWh guna menopang kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya ini didukung oleh komitmen PLN melalui RUPTL 2025–2034 untuk menambah kapasitas EBT sebesar 1.122,7 MW serta pengoperasian PLTS Terpusat di wilayah pedalaman. Selain itu, proyek strategis RDMP Kilang Balikpapan senilai USD 7,4 miliar telah diresmikan untuk meningkatkan kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM nasional.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda No.4, Samarinda
Telp. (0541) 201348
Fax. (0541) 748623
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.






