Samarinda, September 2025 – Perekonomian Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan yang solid. Memasuki Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur tercatat sebesar 4,69 persen (y-on-y) dan mendominasi perekonomian di Pulau Kalimantan dengan kontribusi sebesar 46,58 persen. Dari sisi produksi, sektor Pertambangan dan Penggalian masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Kalimantan Timur pada Triwulan II 2025, dengan andil 34,11 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa. Neraca perdagangan regional Kalimantan Timur pada Juli 2025 mencatatkan surplus sebesar USD1.328,67 juta, dengan nilai ekspor mencapai USD1.702,60 juta dan impor sebesar USD373,93 juta. Ekspor Kalimantan Timur pada bulan Juli 2025 didominasi oleh sektor pertambangan, khususnya batu bara, yang berkontribusi sebesar 76,54 persen. Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai USD497,67 juta (30,68 persen), diikuti oleh India dan Filipina.
Memasuki Agustus 2025, Kalimantan Timur tercatat mengalami inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 1,79 persen, sementara inflasi bulanan (m-to-m) berada di angka -0,4 persen. Jika dilihat per kabupaten/kota, inflasi y-on-y tertinggi Agustus 2025 terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara yang mencapai 2,99 persen, sedangkan inflasi y-on-y terendah tercatat di Kota Balikpapan sebesar 1,33 persen. Beberapa kelompok pengeluaran utama yang menjadi penyumbang inflasi tahunan (y-on-y) pada Agustus 2025 antara lain: Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (inflasi 8,04% dengan andil 0,52%); Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (inflasi 4,15% dengan andil 1,22%); dan Pendidikan (inflasi 2,49% dengan andil 0,11%)
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Kalimantan Timur hingga 31 Agustus 2025 menunjukkan capaian Pendapatan Negara sebesar Rp14,57 triliun. Sementara itu, komponen Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp37,09 triliun, yang merupakan 56,65 persen dari total pagu tahunan sebesar Rp65,49 triliun. Kinerja fiskal di Provinsi Kalimantan Timur tetap optimis dengan fokus kepada peningkatan ekonomi dan pembangunan SDM melalui beberapa program unggulan.
Penerimaan Perpajakan
Hingga akhir Agustus 2025, Penerimaan Perpajakan telah mencapai Rp12,54 triliun. Penerimaan Pajak Dalam Negeri di Kalimantan Timur tercatat sebesar Rp10,60 triliun. Pajak Perdagangan Internasional berhasil mencapai Rp1,94 triliun. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan Bea Keluar/Pungutan Ekspor (y-on-y) akibat peningkatan harga komoditas CPO sejak akhir tahun 2024.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Realisasi PNBP hingga akhir Agustus 2025 mencapai Rp2,03 triliun, atau 95,80 persen dari target. Capaian PNBP di Kalimantan Timur diperoleh dari PNBP Lainnya yang mencapai Rp1,52 triliun yang didominasi oleh pendapatan jasa layana kepelabuhanan. Sementara itu, dari tujuh Badan Layanan Umum (BLU) di Kalimantan Timur, berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp516,59 miliar, yang utamanya ditopang oleh pendapatan dari jasa pelayanan pendidikan.
Belanja K/L
Realisasi Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) atau Belanja Pemerintah Pusat hingga akhir Agustus 2025 mencapai Rp12,03 triliun atau 53,04 persen dari pagu sebesar Rp22,68 triliun. Realisasi belanja K/L ini terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp2,80 triliun, Belanja Barang Rp1,56 triliun, Belanja Modal Rp7,66 triliun, dan Belanja Bantuan Sosial Rp5,50 miliar. Pemerintah terus memberikan dukungan terhadap Pembangunan Ibukota Negara Nusantara (IKN) dengan terus mengalokasikan belanja untuk pembangunan infrastruktur dan sarana pendukungnya. Pada tahun 2025 alokasi anggaran untuk pembangunan IKN sebesar Rp11,04 triliun.
Transfer ke Daerah
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Agustus 2025 mencapai Rp25,07 triliun, atau 58,55 persen dari pagu sebesar Rp42,81 triliun. Realisasi TKD ini didominasi oleh penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp19,40 triliun. Selain itu, terdapat penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp3,55 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp1,51 triliun dan Dana Desa sebesar Rp500,72 miliar.
Struktur industri hilir kelapa sawit di Kaltimsaat ini menunjukkan ketimpangan yang cukup besar. Dari total 99 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menghasilkan minyak primer berupa CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Kernel Oil), hanya terdapat 4 pabrik kilang pemurnian dan fraksinasi (segmen kedua) serta 2 pabrik pengolahan lanjut (segmen akhir). Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas hilirisasi di Kaltim belum seimbang dengan besarnya produksi CPO/PKO. Akibatnya, sebagian besar bahan baku primer masih harus dikirim ke luar daerah untuk diproses menjadi produk bernilai tambah, sehingga Kaltim hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah. Luas lahan kelapa sawit mengalami peningkatan dari tahun 2020 hingga 2024. Namun, produksi cenderung berfluktuasi sehingga produktivitas per hektare menurun setelah mencapai puncaknya pada tahun 2022. Kondisi ini menunjukkan bahwa perluasan lahan tidak secara otomatis meningkatkan hasil, karena faktor lain seperti kondisi cuaca, umur tanaman, teknik budidaya, dan manajemen panen lebih berpengaruh terhadap produktivitas.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda No.4, Samarinda
Telp. (0541) 201348
Fax. (0541) 748623
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.











