“APBN Sehat, Kredibel, dan Adaptif, Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan”
Samarinda, 22 Juli 2026
Pendapatan Negara di Kalimantan Timur mencapai Rp11,73 triliun atau 26,72% dari target sebesar Rp43,88 triliun naik 19,64% (y-on-y). Capaian tersebut didominasi oleh kinerja pajak dalam negeri, yang mencapai Rp8,53 triliun tumbuh 25,36% (y-on-y) efek dari penurunan restitusi pajak. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp1,71 triliun dan tumbuh 6,81% (y-on-y). Bea Masuk menurun 18,01% (y-on-y), terutama akibat penurunan impor kawat, kabel, dan konduktor listrik berisolasi lainnya, sedangkan Bea Keluar meningkat 20,58% (y-on-y) seiring kenaikan harga referensi CPO. Capaian PNBP terealisasi sebesar Rp1,48 triliun atau 67,17% dari target, meningkat sebesar 6,41% (y-on-y), yang disebabkan oleh peningkatan pada komponen PNBP Lainnya yang didominasi oleh Pendapatan Jasa Kepelabuhan.
Belanja Negara terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp19,66 triliun atau 49,26% dari pagu sebesar Rp39,90 triliun dan terkontraksi 13,93% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp9,04 triliun atau 50,70% dari pagu dan tumbuh 5,88% (yoy). Realisasi tersebut didominasi oleh belanja modal sebesar Rp4,56 triliun atau 48,42% dari pagu, yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan guna mendukung infrastruktur IKN. Sementara itu, belanja pegawai terealisasi sebesar Rp2,99 triliun atau 65,26% dari pagu, sedangkan belanja barang terealisasi sebesar Rp1,48 triliun atau 38,86% dari pagu.
Pada komponen Transfer ke Daerah, realisasi penyaluran mencapai Rp10,61 triliun atau 48,09% dari pagu dan terkontraksi 25,75% (yoy). Penyaluran TKD didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp6,10 triliun atau 52,83% dari pagu. DAK Fisik terealisasi sebesar Rp4,73 miliar atau 19,21% dari pagu, sedangkan DAK Nonfisik terealisasi sebesar Rp1,34 triliun atau 49,59% dari pagu. Dana Bagi Hasil (DBH) terealisasi sebesar Rp2,99 triliun atau 39,82% dari pagu, sementara Dana Desa telah disalurkan sebesar Rp171,02 miliar atau 64,33% dari pagu.
Untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terealisasi sebesar Rp2,13 Triliun yang disalurkan ke 26.962 debitur, sedangkan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) terealisasi Rp35,58 miliar yang disalurkan ke 5.663 debitur.
Secara keseluruhan, kinerja fiskal Kalimantan Timur hingga akhir Juni 2026 menunjukkan performa yang solid dan resilien, dan menunjukkan komitmen belanja negara yang efektif untuk mengawal pembangunan infrastruktur strategis dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha melalui KUR dan UMi. Hal ini mencerminkan peran nyata APBN sebagai motor penggerak utama yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga aktif mendorong momentum pertumbuhan ekonomi regional yang optimis, inklusif, dan berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Juanda No.4, Samarinda
Telp. (0541) 201348
Fax. (0541) 748623
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


