Senin 4 Desember 2017 lalu, digelar pembukaan acara pelatihan SDM Keuangan Pemda Pulau Morotai di aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara. Sekitar 25 orang peserta yang berasal dari BPKAD Kabupaten Pulau Morotai hadir untuk mengikuti pelatihan selama sepekan.
Pelatihan SDM Keuangan Pemda merupakan wujud jalinan kerjasama pengelolaan keuangan daerah. Jalinan kerjasama Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan Pemda Pulau Morotai diantaranya mencakup penganggaran, perbendaharaan, pengelolaan aset, pendapatan, hingga pelaporan keuangan. Pelatihan SDM Keuangan dilaksanakan dalam rentang 4-8 Desember 2017.
Kepala Kanwil Edward U.P. Nainggolan mendukung penuh pelaksanaan kerjasama. Dalam sambutan yang diwakili Ahmad Parape, aspek SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan perencanaan dan eksekusi kebijakan fiskal. Diperlukan SDM profesional dan responsif, yang memiliki kompetensi, keterampilan, motivasi, hingga sikap yang baik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM diantaranya: (1) identifikasi secara cermat jenis kompetensi SDM yang dibutuhkan (2) identifikasi gap antara kompetensi riil dengan yang dibutuhkan (3) menyusun tahap pengembangan kompetensi SDM (4) evaluasi hasil pengembangan kompetensi. Kanwil Ditjen Perbendaharaan mendukung peningkatan kapasitas SDM pemda melalui transfer pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang pengelolaan keuangan. Sebagai Perwakilan Kementerian Keuangan di Daerah, Kanwil memiliki keahlian maupun pengalaman yang panjang dalam mengelola keuangan negara.
Pada kesempatan yang sama, Asisten I Setda Pulau Morotai Muchlis Bay menyatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Muchlish Bay juga sekaligus membuka acara pelatihan yang disambut dengan tepuk tangan peserta.
Kepala BPKAD Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali berpesan kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius. Nantinya perlu diaplikasikan dalam pengelolaan keuangan Morotai, termasuk menghasilkan output yang berguna. Umar mengatakan bahwa kerjasama akan dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang.
Dalam 4 hari pelatihan, peserta diberikan materi mengenai berbagai topik pengelolaan keuangan. Hari pertama mengenai pelaporan keuangan pemerintah dengan materi sistem dan kebijakan akuntansi berbasis akrual, standar akuntansi pemerintahan, dan simulasi penyusunan LKPD. Hari kedua pelatihan mengenai aset daerah dengan materi berupa pengelolaan aset, penatausahaan, inventarisasi, pemanfaatan, serta penilaian aset tetap. Hari ketiga pelatihan mengenai perbendaharaan dengan materi sisdur belanja daerah, manajemen pencairan dana, dan best practice pelaksanaan anggaran. Hari keempat pelatihan mengenai penganggaran dengan materi kerangka penganggaran, standar biaya, dan pelaksanaan riviu belanja.
Kepala Kanwil Edward U.P. Nainggolan membawakan materi mengenai keuangan daerah. Sejarah lahirnya regulasi keuangan daerah sampai kepada pembentukan sistem informasi keuangan daerah diulas secara mendalam. “Kementerian Keuangan/Kanwil merupakan tempat yang tepat untuk belajar pengelolaan keuangan karena pengalaman dan kompetensi yang dimiliki” tutur Kakanwil kepada para peserta.
Pada sesi penutupan kegiatan, Kepala Kanwil berpesan kepada para peserta bahwasanya BPKAD adalah lembaga prestisius di daerah. Perannya sangat besar dalam mengelola keuangan daerah sebagai urat nadi pembangunan daerah. “Integritas dan profesionalisme perlu dijaga dengan baik” tuturnya sembari menutup kegiatan dan bersalaman dengan para peserta.
(Kontributor: Gandung Tri)



