Ternate – Tawa polos anak-anak dan remaja tanggung penghuni Panti Asuhan Nurul Qalbi, Kota Ternate ketika Edward UP Nainggolan, Kakanwil DJPb Provinsi Malut, memberikan sambutan dengan gaya santai dalam acara Perbendaharaan Berbagi, Selasa 16 Januari 2018. Bertempat di ruang tengah Rumah Panti yang berlokasi di Jalan Raya Bastiong, Mangga Dua, terlihat cukup sederhana. Penampilan ke-35 anak-anak yatim/piatu/terlantar dipanti asuhan tersebut juga terlihat sangat bersahaja.
Acara Perbendaharaan Berbagi dalam rangkaian Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018 sengaja menyasar kepada anak-anak yang nasibnya kurang beruntung, sebagai bentuk kepedulian sosial dan tali asih Insan Perbendaharaan khususnya pegawai Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara. Dalam acara yang dikemas informal tersebut Edward sekilas memperkenalkan institusi Kanwil DJPb sebagai unit vertikal Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan. Diperkenalkan pula tugas dan fungsi DJPb dalam pengelolaan APBN, sambil berharap suatu saat nanti ada di antara anak-anak tersebut menjadi pegawai Kementerian Keuangan. Kakanwil berpesan agar pernah berkecil hati dengan keadaannya sekarang dan tidak takut untuk bercita-cita setinggi bintang di langit. “Gantungkan lah cita-citamu setinggi bintang di langit, dan jika pun kamu terjatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang” pungkas Edward mengutip kata-kata mutiara terkenal.
Dalam kesempatan itu diserahkan bingkisan keperluan sehari-hari berupa perlengkapan sekolah (alat tulis dan buku) dan peralatan mandi serta mencuci. Bingkisan lain berupa makanan yaitu pizza, dengan harapan anak-anak tersebut juga pernah merasakan makanan favorit sebagian masyarakat kota Ternate. Semua bingkisan diperoleh dari hasil pengumpulan dana oleh pegawai Kanwil DJPb secara sukarela.
Perwakilan Panti Asuhan Nurul Qalbi dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dari pimpinan dan pegawai Kanwil DJPB Provinsi Malut. Disampaikan bahwa penghuni panti berasal dari berbagai pelosok di provinsi Maluku Utara baik anak yatim/piatu maupun yang ditelantarkan oleh orang tuanya. Ke-35 anak penghuni panti berstatus sekolah mulai SD, SMP, SMA dan bahkan ada yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Khairun. Sebelum menutup acara pada sore itu, Kakanwil memberikan hadiah kepada salah satu anak yang berhasil menjawab pertanyaan tentang APBN. Dan acara pun ditutup dengan foto bersama pegawai Kanwil dengan anak-anak panti serta perwakilan pengurus.



