Pada hari Rabu, tanggal 7 Maret 2017, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati bersama rombongan melakukan kunjungan kerja selama 3 hari mulai tangal 7 -9 Maret 2018.
Selama di Maluku Utara, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, yang baru saja mendapat penghargaan sebagai menteri terbaik di dunia (Best Minister in the World Award) pada World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, melakukan serangkaian kegiatan baik di Kota Ternate dan Tidore. Kunjungan ini terasa istimewa karena baru pertama kali Menteri Keuangan mengunjungai Maluku Utara, rombongan Menteri Keuangan membawa 7 (tujuh) orang Sekjen/Dirjen/Staf Ahli Kementerian Keuangan, dan lama kunjungannya adalah selama 3 hari. Kunjungan kerja Menteri Keuangan di Maluku Utara sangat padat yang terdiri dari 6 rangkaian yaitu pertemuan dengan pejabat/pegawai Kementerian Keuangan se-Maluku Utara, Kuliah Umum di hadapan para Mahasiswa dan civitas akademika Universitas Khairun, sosialisasi Transfer Daerah dengan para Kepala Daerah se-Maluku Utara, kunjungan ke Kantor Bea dan Cukai Ternate, penganugerahaan gelar “Ngofa Bangsa Ma Guraci” dari kesultanan Tidore dan dialog Dana Desa dengan kepala desa Kota Tikep dan kepala desa Morotai.
Kuliah Umum Sri Mulyani Indrawati dihadapan mahasiswa dan Universitas Khairun Ternate dengan tema “Perekonomian Global dan Indonesia serta APBN 2018”. Kuliah umum tersebut disambut sangat antusias oleh mahasiswa Unkhair, dimana kehadiran mahasiswa melebihi kapasitas tempat yang disediakan sehingga memaksa panitia untuk menambah ruangan agar dapat menampung kehadiran mahasiswa, bahkan ratusan mahasiswa terpaksa duduk lesehan didepan podium. Kuliah umum tersebut, disamping dihadiri oleh civitas akademika Unkhair juga dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Provinsi (Gubernur, Kapolda, Ketua Pengadilan Tinggi, Kejati, Kabinda dll), Forkopinda Kota Ternate dan undangan lainnya.
Berbicara di depan Mahasiswa dan undangan lainnya, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dari total APBN 2018 sebesar Rp2.220,7 triliun, sebesar 20% atau Rp.444,7 triliun dialokasikan untuk sektor pendidikan. Dari total alokasi sektor pendidikan tersebut, sebesar Rp.279,3 triliun atau sebesar 63% merupakan transfer ke daerah untuk membiayai pendidikan di daerah. Program pendidikan tersebut berupa beasiswa bidik misi sebanyak 401,5 ribu mahasiswa, Program Indonesia Pintar untuk 19,7 juta siswa, BOS untuk 56 juta siswa, Pembangunan/Rehab Sekolah untuk 61,2 ribu serta tunjangan profesi guru PNS/Non PNS.
Kepada mahasiswa, Sri Mulyani mengingatkan bahwa generasi Millenial dihadapkan pada tantangan berat. Kemajuan teknologi informasi dapat memberikan dampak yang baik dan juga dampak yang buruk. Sri Mulyani menambahkan bahwa saat ini indonesia merupakan pengguna internet terbesar ke-4 di dunia. Setiap hari kita disuguhkan dengan berbagai macam informasi yang baik maupun yang kurang baik.
Saat ini, generasi muda menghadapi kehidupan yang lebih kompleks dan penuh tantangan, salah satunya adalah sulit untuk fokus dalam menyelesaikan suatu masalah dikarenakan banyaknya informasi dan 'godaan' internet/handphone. Disitulah letak perbedaan antara generasi zaman dulu dengan generasi “zaman now” atau generasi millenial. Generasi zaman dulu menjalani hidup lebih sederhana, tidak ada internet dan tidak ada handphone. Namun itu membawa dampak positif karena bisa lebih fokus dan tidak cengeng dengan segala kemudahan.
Sri Mulyani memberikan semangat kepada mahasiswa Unkhair yang merupakan gernerasi penerus bangsa, calon pemimpin bangsa. Beliau menyatakan bahwa semua orang di dunia hanya memiliki 24 jam dalam sehari oleh karena itu generasi muda dihadapkan pada pilihan, apakah kita mau melakukan hal yang berguna atau malah sebaliknya melakukan yang sia-sia. Pilihan ada pada diri kita sendiri. “Kalian harus sadar di masa depan banyak pekerjaan akan digantikan oleh Artificial Intelligence”. Mahasiswa harus siap menghadapinya. Sri Muyani berharap segenap civitas akademika khususnya di Maluku Utara dapat menyiapkan mahasiswa agar menjadi manusia yang berguna dan berkarakter. Mereka harus bisa jadi generasi yang bisa memimpin dirinya, agar dapat meneruskan tongkat kepemimpinan bangsa dalam menggapai cita-cita pendiri bangsa ini.
Yang menarik dari pertemuan dengan mahasiswa, Menteri Keuangan memberikan apresiasi yang tinggi bahwa Maluku Utara memiliki potensi sumber saya manusia yang baik. Terbukti dari kualitas pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta kuliah umum. “Mahasiswanya tidak kalah dari daerah lain, teruslah belajar dan jangan lupa untuk selalu mencintai negeri ini” tandasnya.
Dalam pertemuan dengan seluruh Gubernur/Bupati/Walikota dan para Kepala SKPD se-Provinsi Maluku utara, Menteri Keuangan memaparkan bahwa Dana Transfer dan Dana Desa sebesar Rp.10 triliun lebih yang dikucurkan ke Maluku Utara hendaknya dapat dikelola dengan baik. Kebijakan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antar daerah. Angkanya semakin tahun akan semakin bertambah. Diharapkan agar seluruh pemerintah daerah dapat menjalankan tata kelola yang baik. Dana besar yang tidak dapat dikelola dengan baik akan mendatangkan bencana kerugian negara dan tidak tercapainya pembangunan dan kesejahteraan rakyat Maluku Utara. Begitu banyak aparat pemerintah yang tersangkut masalah hukum, dan kemiskinan menjadi permasalahan utama di Provinsi Maluku Utara. Beliau berpesan “APBN adalah uang rakyat” maka harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
Hari Kamis sore tanggal 8 Maret, Sultan Tidore, Sultan Husain Syah mengaugerahkan gelar “Ngofa Bangsa Ma Guraci” atau putri bangsa terbaik kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Sebuah penghargaan tertinggi dari kesultanan Tidore karena Sri Mulyani dianggap telah memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. “Dengan segala kerendahan hati, kami menerima gelar kehormatan dan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan Kesultanan Tidore terhadap seluruh jajaran Pemerintah. Saya secara pribadi dan intitusi Kementerian Keuangan menerima penghargaan yang diberikan sultan Tidore sebagai suatu bentuk harapan yang dititipkan kepada pundak kami semua ” kata Sri Mulyani dalam sambutannya. Pemberian penghargaan tersebut terasa sangat mengharukan Sri Mulyani yang terliat dari raut wajahnya. Hal tersebut menjadi dorongan tersendiri untuk selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Kepala desa harus punya kapasitas untuk mengelola dana desa agar makin baik, harus rajin belajar dari desa yang sudah berhasil. Demikian yang diungkapkan Sri Mulyani dalam pertemuannya dengan para Kepala Desa di aula Sultan Nuku pemerintah kota Tikep. Desa perlu membuat program yang fokus seperti membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat dengan menggunakan material yang ada di desa. Demikian juga para bupati/walikota juga wajib memperhatikan barang-barang yang diproduksi tiap desa. Tiap Desa sebaiknya tidak memproduksi barang yang sama. Karena jika demikian akan mengakibatkan terjadinya “over produksi” sementara pasarannya terbatas atau bahkan tidak ada. Masyarakat harus tahu barang apa yang diminati pasar nasional atau internasional. Kepala Desa harus mempelajari produk dan kualitasnya, kemudian bertahap meningkatkan kemampuan desa dalam memproduksi barang tersebut. “Semoga dengan pertemuan ini dapat memacu kita semua untuk bekerja lebih baik lagi dalam menciptakan kemakmuran rakyat sampai pelosok desa” pungkas Sri Mulyani.
Masyarakat Maluku Utara khususnya para mahasiswa generasi muda dapat memaknai kedatangan Manteri Keuangan ini sebagai penyebar virus untuk selalu menjadi yang terbaik. Semangat untuk menjadi terbaik dan unggul harus dimikili oleh para generasi muda selaku penerus cita-cita bangsa. Kepada penyelenggara pemerintah, para kepala daerah dan jajarannya dapat mengambil hikmah untuk selalu tampil terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan mengelola keuangannya dengan baik. Pemerintah adalah pelaksana amanat rakyat. Semoga cita-cita Negara kita, mencapai masyarakat adil dan makmur yang dapat dinikmati secara adil oleh seluruh rakyat dapat segera terwujud.
kontributor: Kakanwil DJPb Prov. Maluku Utara, Edward Nainggolan; M. Ramli



