Walikota Ternate mengadakan diskusi membahas potensi wisata di Kota Ternate dari sisi religi dan sejarah (13/11). Bertempat di ruang rapat kantor Walikota Ternate, diskusi dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Malut, Kepala Kanto Kementerian Agama Kota Ternate, perwakilan dari Kesultanan Ternate dan beberapa pemuka agama (Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu). Walikota Ternate, Burhan Abdurahman dalam membuka diskusi tersebut mengatakan bahwa Ternate sangat kaya akan sejarah dan budaya. “Pemerintah Kota dan tokoh masyarakat Ternate perlu memajukan pariwisata religi untuk tujuan peningkatan nasionalisme dan ekonomi di Kota Ternate”, ungkap Walikota. Kota Ternate kaya akan peninggalan situs keagamaan seperti Gereja, Masjid dan Klenteng. Dilatarbelakangi dari diskusi keberagaman beragama di Ternate, lahirlah gagasan untuk menciptakan program Wisata Religi yang nantinya akan dijadikan salah satu ikon pariwisata Kota Ternate.
Wisata Religi merupakan program mengembangkan tradisi keagamaan yang masih berjalan di Ternate menjadi sebuah potensi wisata salah satunya contohnya adalah tradisi “Ela-ela” dimana umat muslim Ternate menyambut malam Lailatul Qadar dengan menyalakan obor atau lampion. Selain dari sisi tradisi keagamaan, wisata religi juga akan mengembangkan potensi wisata dari sejarah tempat-tempat ibadah di Ternate. Salah satu tempat ibadah yang sangat bersejarah di Ternate adalah Gereja Batu yang merupakan Gereja Katolik pertama di Indonesia yang dibangun pada tahun 1523. Selain Gereja Batu juga ada tempat ibadah yang bersejarah lainnya yaitu Klenteng Thian Hou Kiong dan Masjid Sultan.
Menanggapi usulan Walikota Ternate, Kepala Kanwil DJPb Malut, Edward Nainggolan mengatakan bahwa dirinya sangat setuju dan mendukung penuh ide tersebut karena dengan dijalankannya wisata religi ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Ternate. Dampak jangka panjang yang dapat dirasakan dari banyaknya wisatawan yang datang adalah meningkatnya perekonomian di Ternate. “Ide ini sangat bagus dan jika berjalan dengan baik efek kedepannya sangat luar biasa karena dapat meningkatkan perekonomian di Ternate”, ungkap Edward. Sementara itu, para pemuka agama juga menyambut baik gagasan untuk mewujudkan Wisata Religi yang dicetuskan Walikota Ternate dan sepakat akan membantu pemkot dalam mengumpulkan data atau referensi dari masing-masing agama. Beberapa pemuka agama juga memberikan saran agar simbol-simbol kejayaan kota Ternate di masa lalu seperti cengkeh dan pala dapat dihidupkan kembali dengan membangun tugu cengkeh dan pala. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menanam pohon cengkeh di sepanjang jalan kota Ternate menggantikan pohon lain sehingga nuansa di masa lalu dapat dirasakan kembali. Diskusi ditutup dengan pembentukan tim wisata religi oleh Walikota Ternate.



