
Kondisi #APBNKiTa sampai dengan akhir Oktober 2024 masih terjaga baik dan tetap on-track.
Ekonomi NTT pada triwulan III 2024 tumbuh 3,66% (yoy), di bawah pertumbuhan secara nasional (4,95%). Dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi NTT pada kuartal III 2024 terkontraksi 1,34% (qtq).
Ekonomi regional NTT masih ditopang oleh komponen konsumsi rumah tangga dengan share 66,88% pada komponen pengeluaran dan sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan dengan share 28,76% pada komponen produksi (lapangan usaha).
Secara umum, belanja APBN/APBD memberikan kontribusi cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di NTT, antara lain melalui gelaran pilpres, pileg dan pilkada serentak di tahun 2024, pembayaran gaji PPPK baru, pertumbuhan realisasi belanja barang/jasa pemerintah khususnya untuk paket meeting pemerintah mendorong pertumbuhan pada sektor penyediaan akomodasi dan makan, minum yang tumbuh tertinggi pada triwulan III 2024.
Seluruh informasi ini disampaikan oleh Kepala Kanwil DJPb NTT pada Konferensi Pers Katong pung APBN Realisasi s.d 31 Oktober 2024 yang dilaksankan pada Senin (25/11).
#KatongpungAPBN akan terus bekerja keras sebagai shock absorber, menjadi pahlawan yang melindungi perekonomian dan daya beli masyarakat. Pemerintah berkomitmen akan terus mewaspadai berbagai risiko dan merumuskan kebijakan untuk menjaga kepentingan Nasional.
Tetap optimis, meski tantangan semakin dinamis..!
Selengkapnya di Konferensi Pers Katong pung APBN Realisasi s.d. 31 Oktober 2024










