JL. Jenderal Sudirman No.249 Pekanbaru 28116

 

Berita

Seputar Kanwil DJPb

Press Release Kinerja APBN Riau (realisasi s.d. 31 Juli 2025): Ekonomi Regional Riau Tumbuh Positif 4,59 persen y-on-y

 

Pekanbaru, 28 Agustus 2025

Perkembangan Ekonomi Regional Riau bulan 31 Juli 2025

  1. Kanwil DJBC Riau mencatat s.d. 31 Juli 2025, nilai ekspor mencapai USD 11,83 miliar yang didominasi oleh ekspor CPO sebesar USD 6.472,65 Juta dan nilai impor sebesar USD 1,03 miliar yang didominasi oleh impor pupuk sebesar USD 198,66 Juta.
  2. Sampai dengan 31 Juli 2025 Sektor Riil memberikan total kontribusi fiskal ke perekonomian regional diperkirakan sebesar Rp30.565,36 miliar yang didominasi dalam bentuk pengeluaran pemerintah (G) sebesar 96,52 persen.
  3. Sementara itu, pada bulan Juli 2025 terjadi inflasi sebesar 0,62 persen (m-to-m), disebabkan naiknyanya harga kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Pendidikan yang memberi kontribusi inflasi 0,56% dan 0,05%, khususnya pada harga bawang merah dan daging ayam ras.

 

Perkembangan APBN Riau s.d. 31 Juli 2025

  1. Pendapatan negara mencapai Rp537,68 miliar atau tumbuh 38,85 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024 (y-o-y) terutama disebabkan pertumbuhan pada penerimaan Bea Keluar yang tumbuh 549,51 persen (y-o-y) dan penerimaan PBB yang tumbuh 346,45% (y-o-y). Pendapatan pajak terkontraksi 5,71 persen disebabkan penurunan penerimaan pada jenis pajak PPN dan PPh.
  2. Penerimaan Bea Cukai melanjutkan pertumbuhan dengan capaian target tahunan mencapai 549,51 persen atau Rp038,83 miliar . Sedangkan PNBP terealisasi Rp736,08 miliar atau terkontraksi 0,68 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Untuk PNBP yang berasal dari aktivitas pelaksanaan lelang, pengelolaan kekayaan negara, dan pengurusan piutang pada bulan Juli 2025 tercatat sebesar Rp20,18 miliar, meningkat 18,7% (m-to-m), sehingga total penerimaan negara sebesar Rp577,8 miliar atau setara 86% dari target Tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp671,3 miliar.
  3. Belanja negara mencapai Rp701,84 miliar atau terkontraksi 3,30 persen dibanding 2024 (y-o-y). Belanja Pemerintah Pusat mencatatkan kontraksi 21,68 persen seiring dengan menurunnya pagu anggaran dibandingkan dengan tahun lalu. Walau demikian, Pos Belanja Pegawai tercatat mengalami pertumbuhan.
  4. Belanja Transfer Ke Daerah mencatatkan pertumbuhan 4,10 persen (y-o-y) atau terealisasi sebesar Rp820,60 miliar. Hal ini didorong pertumbuhan penyaluran DAU yang memiliki pagu terbesar sebesar 1,39 persen (y-o-y) diiringi dengan DBH yang mencatatkan pertumbuhan 10,88 persen.
  5. Pada Juli 2025 neraca APBN Regional Riau mencatatkan defisit sebesar Rp164,16 miliar.

 

Perkembangan APBD Riau s.d. 31 Juli 2025

  1. Hingga 31 Juli 2025, Realisasi pendapatan daerah sebesar Rp15.802,21 miliar sebesar 42,48 persen dari pagu. Realisasi Pendapatan daerah terkontraksi 9,51 persen (y-o-y) disebabkan oleh penurunan pada beberapa komponen pendapatan, yaitu pendapatan transfer sebesar 10,29 persen (y-o-y), transfer antar daerah sebesar 32,13 persen (y-o-y). PAD terkontraksi 4,95 persen (y-o-y), sedangkan LLPDyS tumbuh 73,94 persen (y-o-y).
  2. Belanja APBD terealisasi sebesar yaitu Rp14.380,97 miliar (37,32 persen dari target) didominasi oleh belanja operasi sebesar 42,12 persen. Realisasi belanja daerah mengalami penurunan sebesar 15,84 persen (y-o-y) yang dipengaruhi penurunan pada hampir seluruh komponen belanja, seperti belanja transfer terkontraksi sebesar 24,31 persen (y-o-y) khususnya belanja bagi hasil (47,12 persen), belanja modal 57,56 persen (y-o-y), dan belanja operasi sebesar 9,00 persen (y-o-y) khususnya belanja barang dan jasa (14,07 persen).
  3. APBD Riau mengalami surplus sebesar Rp1.421,23 miliar, berbanding terbalik dengan pagu yang direncanakan defisit. Adapun pada Juli 2025, tercatat pembiayaan daerah sebesar Rp144,29 miliar di lingkup Provinsi Riau.

Sumber: Portal DJPK, SIKRI, Dit.APK (diolah)

 

Dampak Operasi Pemerintah di Riau

  1. Sektor Riil memberikan total kontribusi fiskal ke perekonomian regional diperkirakan sebesar Rp30.565,36 M yang didominasi dalam bentuk pengeluaran pemerintah (G) sebesar 96,52%, sedangkan private consumption (C) dan government investment (I) relatif sangat kecil yaitu 0,62 persen dan 2,86 persen. Hal ini menunjukkan bahwa belanja pemerintah selalu menjadi mesin utama penggerak aktivitas ekonomi.
  2. Selanjutnya pada sektor Eksternal tercatat aliran bersih sebesar Rp5.035,28 miliar ke neraca pembayaran, yang berasal dari pendapatan bea keluar sebesar Rp4.933,79 miliar, sedangkan pendapatan bea masuk sebesar Rp101,49 miliar.

 

Kesimpulan dan Rekomendasi

  1. Sampai dengan 31 Juli 2025, APBN Regional Riau mencatatkan Defisit sebesar 146,16 miliar, sedangkan APBD Riau mengalami surplus sebesar Rp1.421,23 miliar.
  2. Pendapatan negara mencapai Rp537,68 miliar atau tumbuh 38,85 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024 (y-on-y), terutama disebabkan pertumbuhan pada penerimaan Bea Keluar yang tumbuh 642,59 persen (y-on-y).
  3. Beberapa isu strategis lokal:
  4. Penertiban kawasan hutan yang dirambah pekebun sawit (korporasi dan perorangan) oleh Satgas mendapat perlawanan dari masyarakat dengan melakukan demontrasi ke kantor pemerintah. Penertiban ini berpotensi menurunkan produksi sawit Riau, yang akan mengancam ekspor Riau yang menyumbang 28,45% PDRB Riau.
  5. Produktivitas sawit Riau tahun 2023 tercatat sebesar 3,59 ton/ha. Riau berada pada urutan ke-10 secara nasional, jauh di bawah Provinsi Papua 5,57 ton/ha di peringkat I dan Provinsi Kalimantan Tengah 4,53 ton/ha di peringkat II.  Produktivitas Perkebunan Negara 5,36 ton/ha, Swasta 4,23 ton/ha, dan Perkebunan Rakyat 3,18 ton/ha.
  6. Beberapa Tantangan yang dihadapi dan Rekomendasi: Produktivitas sawit rakyat yang rendah menunjukan bahwa pekebun sawit kurang memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan bibit bersertifikat, penanaman dan pemerliharaan yang sawit yang sesuai standar. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) agar mendorong dilakukan replanting kebun sawit rakyat yang sudah tua dan kurang produktif, dengan cara BPDP melakukan edukasi kepada pekebun dan membantu pembiayaan replanting sawit rakyat.

 

 

Tag Populer

Lima Budaya Kementerian Keuangan

Hak Cipta © Kanwil DJPb Provinsi Riau - Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb
Jalan Jenderal Sudirman No. 249 Pekanbaru Kode Pos 28116
Telp : (0761) 22686 | Fax : (0761) 22647 |

Ikuti Kami

WhatsappIKUTI KAMI

 

Pengaduan Kami: 

 

 

Search