JL. Jenderal Sudirman No.249 Pekanbaru 28116

 

Berita

Seputar Kanwil DJPb

Press Release Kinerja APBN Riau (realisasi s.d. 31 Januari 2026)

 

Pekanbaru, 23 Februari 2026

 

Perkembangan Perekonomian Riau sampai Akhir Bulan Januari 2026

  1. Di tengah situasi dunia yang tidak menentu, ketegangan di Timur Tengah meningkat seiring hubungan AS dan Iran yang kian memanas dan dibentuknya Board of Peace oleh AS dan Indonesia menjadi salah satu anggota, pertumbuhan perekonomian Riau sampai Triwulan IV 2025 mengalami pertumbuhan yang lebih baik dari periode tahun sebelumnya sebesar 4,94%, didominasi sektor Industri Pengolahan (30,45%), Pertanian (27,96%), dan Pertambangan (15,03%). Dari sisi pengeluaran PDRB didominasi Konsumsi Rumah Tangga (35,18%), Ekspor LN (30,65%), dan PMTB (30,04%).
  2. Pertumbuhan Riau mengalami sedikit perlambatan dari triwulan sebelumnya, namun jauh lebih baik dari pertumbuhan Triwulan IV 2024 yang hanya 3,52%. Namun demikian, pertumbuhan lebih rendah daripada nasional (5,39%) karena sangat mengandalkan sumber daya alam (sawit, minyak, dan gas bumi, serta batubara) dengan industri pengolahan yang mengolah SDA tersebut menjadi barang setengah jadi.
  3. Dengan harga CPO yang relatif masih tinggi meskipun lebih rendah dibanding di awal tahun 2025, didukung pulihnya bencana di provinsi yang bertetangga, pertumbuhan Triwulan I 2026 diprediksi akan tumbuh antara 4,7% - 5,2%.
  4. Produksi migas yang dan batubara yang cenderung turun semakin menurunkan peran sektor Pertambangan dalam ekonomi Riau. Harga CPO yang tinggi namun lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya dan permintaan CPO di pasar internasional yang masih tinggi, tetap meningkatkan ekspor di Triwulan IV 5,58% (y-o-y) sehingga PDRB sisi Ekspor Luar Negeri meningkat sebesar 2,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  5. Januari 2026 terjadi deflasi sebesar -0,45% (m-to-m), dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama penurunan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, buncis, angkutan udara, dan telur ayam ras, Hal ini terjadi diantaranya karena seiring pulihnya pasokan dari Sumatera Barat yang mulai pulih pasca bencana hidrologis.

 

 Perkembangan APBN Terkini

  1. Sampai dengan 31 Januari 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.067,07 miliar atau terkontraksi sebesar 11,70 persen (y-o-y). Hal ini dipengaruhi oleh penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi cukup dalam yaitu 35,43%  (y-o-y).
  2. Pendapatan pajak pada awal tahun ini menunjukkan tren positif dengan tumbuh 15,42 persen (y-o-y) atau sebesar Rp1.373,78 miliar. Hal ini ditopang dari sektor PPh dan PPN yang masing-masing tumbuh 20,05 persen dan 24,31 persen (y-o-y). Namun perlu menjadi perhatian bahwasanya penerimaan PBB dan Pajak lainnya justru terkontraksi sebesar 129,27 persen serta 832,47%
  3. Penerimaan Bea Cukai mengalami kontraksi sebesar 35,43% (y-o-y) atau senilai Rp595,41 miliar, menyusul turunnya cukai dan bea keluar masing-masing 85.89% dan 36,14%. Hal ini dipengaruhi karena turunnya tonase ekspor dan penggunaan kolom tarif bea keluar CPO dan produk turunannya dibandingkan bulan Januari tahun sebelumnya.
  4. PNBP terealisasi Rp98,76 miliar atau tumbuh 21,67 persen (y-o-y). Hal ini karena naiknya PNBP Lainnya sebesar 31,07 persen, atau senilai 82,11 miliar.
  5. Belanja negara mencapai Rp2.838,51 miliar atau tumbuh 40,50 persen (y-o-y). Belanja Pemerintah Pusat mencatatkan pertumbuhan 39,11 persen atau senilai Rp354,70 miliar seiring dengan tumbuhnya realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang masing-masing mencapai 27,56 persen dan 105, 69 persen (y-o-y) atau senilai Rp266,81 miliar serta Rp86,74 miliar.
  6. Sampai dengan akhir Januari 2026 realisasi APBN Regional Riau mencatatkan defisit sebesar Rp771,44 miliar. Defisit ini lebih tinggi dari tahun lalu di periode yang sama yang surplus Rp321,66 miliar.
  7. Neraca Perdagangan periode Desember 2025 mengalami surplus USD2.019,67 juta dengan nilai ekspor USD2.158,82 juta naik 32,54% (m-to-m) dan nilai impor sebesar USD139,15 juta atau naik 36,50% (m-to-m). Secara kumulatif neraca perdagangan Riau s.d. Desember 2025 surplus USD19.729,20 juta. Kontribusi ekspor Riau terhadap nasional pada Desember 2025 mencapai 8,19%. Fluktuasi harga CPO sangat mempengaruhi harga Tandan Buah Segar (TBS) ditingkat petani. NTP kembali naik menjadi 188,87 pada Januari 2025 setelah bulan sebelumnya mengalami penurunan.

 

  Perkembangan APBD Regional Riau Terkini (Portal DJPK, SIKRI, Dit.APK cutoff 10/2/2026)

  1. Realisasi pendapatan APBD sebesar Rp2.022,98 miliar sebesar 7,37% dari pagu. Realisasi Pendapatan APBD tumbuh 62,70% (y-o-y) disebabkan oleh pertumbuhan PAD sebesar 304,92% (y-o-y), pendapatan transfer sebesar 35,06% (y-o-y) dan LLPDyS sebesar 611,35% (y-o-y), sedangkan transfer antar daerah belum terdapat
  2. Belanja APBD terealisasi sebesar 2,76% yaitu Rp784,25 miliar masih didominasi oleh belanja operasi dengan porsi (96,90%). Realisasi belanja daerah tumbuh sebesar 12,93% (y-o-y) yang dipengaruhi pertumbuhan pada hampir seluruh komponen belanja, seperti belanja operasi sebesar 9,85% (y-o-y), belanja modal 2.268,91% (y-o-y), dan belanja transfer sebesar 100% (y-o-y). Sedangkan belanja tidak terduga terkontraksi sebesar 99,98% (y-o-y).
  3. APBD Riau mengalami surplus sebesar Rp1.238,73 miliar, berbanding terbalik dengan pagu yang direncanakan defisit. Sampai dengan Januari 2026, tercatat pembiayaan daerah sebesar Rp105,52 miliar karena penerimaan pembiayaan lebih besar dari pembayaran cicilan pokok utang. Namun atas detail data tersebut berpotensi akan terjadi perubahan karena masih terdapat beberapa pemerintah daerah yang transaksi keuangannya belum tercatat dalam sistem.

Kinerja Kredit Program Pemerintah

  1. Penyaluran KUR Januari 2026 terealisasi Rp863,23 miliar kepada 10.087 debitur, penyaluran tumbuh sebesar 42% dan debitur 18,10% secara yoy. Rata-rata penyaluran s.d Januari 2026 sebesar Rp85,58 juta/debitur. Kinerja penyaluran KUR Jan 2026 mencapai 9,12% dari plafon KUR Tahun 2026 untuk Provinsi Riau dengan realisasi debitur 12,97% dari target.
  2. Realisasi penyaluran UMi s.d. Januari 2026 sebesar Rp10,62 miliar kepada 1.461 debitur. Nilai penyaluran tumbuh sebesar 39,65% dan debitur juga tumbuh 15,49% secara yoy. Rata-rata penyaluran sampai Des 2025 mencapai Rp7,27 juta/debitur. Kinerja penyaluran UMi Januari 2026 sebesar 3,32% dari target penyaluran UMi yang dihitung dengan metode WACC sedangkan realisasi debitur mencapai 2,78%.

 

Tag Populer

Lima Budaya Kementerian Keuangan

Hak Cipta © Kanwil DJPb Provinsi Riau - Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb
Jalan Jenderal Sudirman No. 249 Pekanbaru Kode Pos 28116
Telp : (0761) 22686 | Fax : (0761) 22647 |

Ikuti Kami

WhatsappIKUTI KAMI

 

Pengaduan Kami: 

 

 

Search