Contoh Kasus :
1. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, masih terdapat kesalahan perekaman pada sisi SAI (SAKTI) yang berakibat Nilai pada Neraca Percobaan Akrual menjadi tidak valid. Pada pukul 17.00 WIB, satker melakukan perbaikan sebagai tindak lanjut hal tersebut.
Alur Updating Data :
Perbaikan data diproses OLAP Utama (GLP) yang terjadwal pukul 18.00 WIB dengan durasi kurang lebih 2 jam
Maka :
Satker 123456 dapat melihat dampak atas perbaikannya pada Neraca Percobaan Akrual, kurang lebih pukul 20.00 WIB
2. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, masih terdapat selisih Rekon karena kesalahan perekaman pada sisi SAI (SAKTI). Pada pukul 17.00 WIB, satker tersebut melakukan perbaikan sebagai tindak lanjut atas selisih rekon.
Alur Updating Data :
Perbaikan data diproses OLAP Utama (GLP, Aset Tetap dan Persediaan) yang terjadwal pukul 18.00 WIB dengan durasi kurang lebih 2 jam
Data tersebut kemudian diproses OLAP Lanjutan Rekon yang terjadwal pukul 22.00 WIB dengan durasi kurang lebih 10 menit
Maka :
Satker 123456 dapat melihat dampak atas perbaikan tersebut kurang lebih pukul 22.10 WIB
3. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, belum mendapatkan SHR karena masih ada selisih TDK yang disebabkan kekurangan input data realisasi belanja barang 52XXXX. Pada pukul 17.00 WIB, satker tersebut merekam kekurangan input transaksi belanja barangnya sesuai dengan dokumen sumber.
Alur Updating Data :
Perbaikan data diproses OLAP Utama (GLP) yang terjadwal pukul 18.00 WIB dengan durasi kurang lebih 2 jam
Data tersebut kemudian diproses OLAP Lanjutan Rekon yang terjadwal pukul 22.00 WIB dengan durasi kurang lebih 10 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP Validasi Tutup Periode Permanen yang terjadwal pukul 22.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP SHR yang terjadwal pukul 23.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Maka :
Satker 123456 dapat melakukan tutup permanen GLP periode Juni 20XX kurang lebih pukul 23.30 WIB dan akan memperoleh SHR pada pukul 00.30 WIB
4. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, belum mendapatkan SHR karena masih terkena validasi todolist Saldo Akun Utang Yang Belum Diterima Tagihannya. Pada pukul 17.00 WIB, satker tersebut merekam perbaikan atas todolist tersebut.
Alur Updating Data :
Perbaikan data diproses OLAP Utama (GLP) yang terjadwal pukul 18.00 WIB dengan durasi kurang lebih 2 jam
Data tersebut kemudian diproses OLAP Lanjutan Todolist (GLP) yang terjadwal pukul 22.00 WIB dengan durasi kurang lebih 10 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP Validasi Tutup Periode Permanen yang terjadwal pukul 22.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP SHR yang terjadwal pukul 23.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Maka :
Satker 123456 dapat melakukan tutup permanen GLP periode Juni 20XX kurang lebih pukul 23.30 WIB dan akan memperoleh SHR pada pukul 00.30 WIB
5. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, belum mendapatkan SHR karena masih terkena validasi todolist Aset belum didetailkan. Pada pukul 17.00 WIB, satker tersebut merekam perbaikan atas todolist tersebut.
Alur Updating Data :
Perbaikan data diproses OLAP Todolist (Aset dan Persediaan) yang terjadwal pukul 18.00 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP Validasi Tutup Periode Permanen yang terjadwal pukul 18.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP SHR yang terjadwal pukul 19.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Maka :
Satker 123456 dapat melakukan tutup permanen GLP periode Juni 20XX kurang lebih pukul 19.30 WIB dan akan memperoleh SHR pada pukul 20.30 WIB
6. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, belum mendapatkan SHR karena masih ada selisih TDK yang disebabkan adanya koreksi data SiAP yang belum masuk ke data SPGL yang dijadikan sebagai sumber data rekon eksternal. Pada pukul 17.00 WIB, satker tersebut mengajukan permintaan persetujuan rekonsiliasi atas selisih tersebut dan pada pukul 17.15 WIB KPPN menyetujui permintaan dari satker.
Alur Updating Data :
Data tersebut kemudian diproses OLAP Validasi Tutup Periode Permanen yang terjadwal pukul 17.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Data tersebut kemudian diproses OLAP SHR yang terjadwal pukul 18.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Maka :
Satker 123456 dapat melakukan tutup permanen GLP periode Juni 20XX kurang lebih pukul 18.30 WIB dan akan memperoleh SHR pada pukul 19.30 WIB
7. Satker 123456, pada periode Juni 20XX sampai dengan pukul 16.45 WIB, belum mendapatkan SHR karena masih belum Tutup Periode Permanen. Pada pukul 17.00 WIB, satker tersebut melakukan Tutup Periode Permanen.
Alur Updating Data :
Data tersebut kemudian diproses OLAP SHR yang terjadwal pukul 17.59 WIB dengan durasi kurang lebih 30 menit
Maka :
Satker 123456 akan memperoleh SHR pada pukul 18.30 WIB
8. Proses rekon Periode Juni 20XX ditetapkan mulai Tanggal 01 Juli sampai dengan 31 Juli 20XX. Periode penerbitan SHR mulai Tanggal 15 Juli sampai dengan 19 Juli 20XX. Periode pengenaan Sanksi (SP2S) adalah Tanggal 20 Juli 20XX. Satker 123456, sampai dengan Tanggal 19 Juli 20XX tidak mendapatkan SHR karena masih belum Tutup Periode Permanen. Pada Tanggal 20 Juli 20XX pukul 00.10 WIB, satker tersebut melakukan Tutup Periode Permanen untuk Periode Juni 20XX.
Maka :
Satker 123456 akan menerima Sanksi (SP2S) untuk Periode Juni 20XX tertanggal 20 Juli 20XX.
Pengenaan Sanksi Periode Juni 20XX atas satker tersebut telah dicabut dengan penerbitan SP3S pada tanggal yang sama.
Sumber : Materi Bimbingan Akuntansi bersama Dit. APK bulan Juli 2024

