Banyuwangi

Class of DUTA : Innovating Transformation Through Strategic Projects From Insight to Impact

Kegiatan Duta Transformasi pada triwulan IV 2025, sebagai tugas akhir dalam pelaksanaan duta transformasi 2025 dengan melaksanakan kegiatan Class of Duta dengan para duta transformasi DJPb. “Reformasi birokrasi tidak bisa hanya berhenti di struktur, tetapi harus hidup dalam perilaku, budaya, dan cara kita bekerja.” Kalimat itu menjadi napas dari perjalanan panjang Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (RBTK) di lingkungan Kementerian Keuangan. Melalui program Duta Transformasi, Kementerian Keuangan menyiapkan para agen perubahan — insan-insan yang menjadi role model dan penggerak semangat pembaruan di setiap unit kerja. Mereka bukan hanya wajah dari transformasi, tetapi juga “penghubung energi” antara kebijakan, budaya organisasi, dan perubahan nyata di lapangan.

Sebagaimana tertuang dalam KMK Nomor 185 Tahun 2023, sebanyak 226 unit eselon II/setara serta SMV/BLU Kemenkeu telah berpartisipasi aktif dalam program ini, terdiri atas 226 Change Agent dan 808 Lighthouse Team dari seluruh unit pusat dan vertikal. Program Duta Transformasi telah berjalan sejak Mei hingga Desember 2023 — dan kini memasuki fase evaluasi dan penyempurnaan di tahun 2025.

Menjadi Agen Perubahan yang BerdampakDuta Transformasi berperan sebagai change leaders — pendorong utama manajemen perubahan yang menjembatani visi dan implementasi. Tugas mereka meliputi:  Menyampaikan visi perubahan dan memastikan kesamaan persepsi,  Menginternalisasi nilai-nilai reformasi birokrasi, Mengelola komunikasi perubahan di lingkungan kerja, dan Menggali aspirasi pegawai dan memastikan partisipasi aktif seluruh insan Kemenkeu. Lebih dari sekadar pelaksana kegiatan, Duta Transformasi adalah champion budaya kerja baru: adaptif, kolaboratif, dan berorientasi hasil.

Hasil review yang dilakukan terhadap proposal Duta Transformasi DJPb 2025 menunjukkan kemajuan signifikan dalam partisipasi dan semangat inovasi, namun juga mengungkap beberapa ruang perbaikan penting. Reviewer mengidentifikasi empat dimensi utama yang menjadi dasar evaluasi: Relevansi dan urgensi masalah, Dampak dan manfaat perubahan,  Kelayakan implementasi (feasibility), dan Monitoring dan evaluasi (M&E). Analisis mendalam terhadap keempat aspek ini memberikan panduan berharga agar program Duta Transformasi ke depan semakin kuat secara konsep, terukur dalam pelaksanaan, dan berdampak nyata bagi organisasi.

  • Relevansi dan Urgensi Masalah

Kesalahan paling umum pada tahap ini adalah justifikasi masalah yang belum kuat. Banyak proposal masih disusun berdasarkan asumsi umum tanpa dukungan data yang valid atau kontekstual. Contoh temuan reviewer: Proposal belum dilengkapi data kuantitatif untuk memperkuat urgensi masalah, Analisis berhenti di gejala (misalnya “rendahnya literasi pengguna”) tanpa menggali akar penyebabnya, Solusi yang ditawarkan bersifat umum seperti “pelatihan” atau “sosialisasi,” belum menunjukkan kebaruan ide. Pelajaran penting: Duta Transformasi perlu menempatkan data sebagai fondasi narasi perubahan. Dengan data yang tepat, urgensi menjadi jelas dan solusi terasa relevan.

  • Dampak dan Manfaat Perubahan

Banyak proposal sudah menunjukkan semangat besar, namun masih rancu membedakan output, outcome, dan impact. Sebagai contoh, terbentuknya dashboard sering kali disebut sebagai impact, padahal seharusnya dikategorikan sebagai output. Reviewer juga menyoroti: Kurangnya indikator kuantitatif, Target hasil yang belum spesifik dan terukur, Aktivitas yang belum terhubung langsung dengan hasil yang diinginkan. Insight: Duta Transformasi perlu menerapkan kerangka Theory of Change agar setiap aktivitas memiliki kaitan sebab-akibat yang jelas terhadap perubahan yang diharapkan.

  • Kelayakan Implementasi (Feasibility)

Dari sisi implementasi, beberapa proposal masih terjebak dalam rencana kerja yang terlalu konseptual dan kurang operasional. Timeline sering kali terlalu ambisius, tidak realistis, atau bahkan tidak disajikan dengan detail yang cukup. Contoh catatan reviewer: Proposal menyebutkan “sosialisasi” tanpa menjelaskan metode dan frekuensi,Jadwal terlalu padat dengan banyak kegiatan dalam waktu bersamaan, Mitigasi risiko belum konkret dan tidak sepadan dengan tingkat risiko yang diidentifikasi. Kunci keberhasilan: Susun langkah kerja yang rinci, realistis, dan berbasis kapasitas sumber daya yang tersedia. Transformasi memerlukan strategi, bukan sekadar niat baik.

  • Monitoring dan Evaluasi: Mengukur Bukan Sekadar Melaporkan

Aspek M&E menjadi tantangan tersendiri. Banyak proposal belum memiliki baseline atau indikator yang spesifik dan terukur. Sebagian besar indikator masih bersifat kualitatif, seperti “meningkatkan keterlibatan pegawai” tanpa menyebut target numerik. Reviewer merekomendasikan: Gunakan indikator SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), Pastikan metode pengumpulan data dijelaskan secara jelas, Bangun sistem pemantauan berbasis data dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan begitu, keberhasilan transformasi dapat diukur secara objektif, bukan hanya melalui persepsi.

Merangkai Masa Depan: Dari Review ke Aksi, Hasil review bukanlah kritik semata, tetapi peta jalan untuk memperkuat manajemen perubahan di Kementerian Keuangan. Melalui pembelajaran dari Duta Transformasi 2023, diharapkan seluruh insan DJPb dapat lebih memahami bagaimana mengelola perubahan secara terencana, berbasis bukti, dan berorientasi hasil. Program upgrading yang telah dilaksanakan — mulai dari workshop “Kemenkeu Satu: Transformasi, Sinergi, dan Melayani” hingga “Strategi Implementasi Proyek Berbasis Outcome” — menjadi modal besar dalam menumbuhkan kapasitas agen perubahan yang andal. Duta Transformasi adalah wajah perubahan yang hidup di tengah-tengah organisasi. Dengan semangat #BerubahButuhKita, setiap Duta bukan hanya pelaku, tetapi juga penjaga nilai — memastikan bahwa reformasi birokrasi benar-benar terasa dalam perilaku, pelayanan, dan hasil kerja Kementerian Keuangan. “Transformasi tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari keberanian untuk berubah.” Dan di tangan para Duta inilah, keberanian itu menemukan wujudnya — dari ide menjadi gerakan, dari semangat menjadi hasil nyata.

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

KPPN Banyuwangi
Jalan A. Yani No. 120 Banyuwangi 68416
Tel: 0333-410969 Fax: 0333-410078
Surel: kppn100@kemenkeu.go.id
Saluran Pengaduan: 08113196100
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search