Melindungi dengan Keberanian
Api adalah teman sekaligus ancaman. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tak pernah lepas dari unsur api yang berguna untuk memasak, menghangatkan, maupun berproduksi. Namun ketika api keluar dari kendali, bencana pun mengintai. Di sinilah peran penting Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi — pasukan siaga yang bertugas menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran, bencana, hingga penyelamatan jiwa. Dipimpin oleh personel berpengalaman seperti Agus Supriyanto, S.Sos, Damkarmat Banyuwangi memiliki komitmen tinggi dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat. Tak hanya berfokus pada pemadaman, mereka juga berperan aktif dalam pencegahan, inspeksi proteksi kebakaran, investigasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Mengenal Api dan Cara Menaklukkannya
Api adalah hasil dari reaksi kimia cepat antara oksigen, panas, dan bahan bakar — yang dikenal sebagai segitiga api. Mengendalikan salah satu unsur ini berarti menghentikan kebakaran. Itulah prinsip utama yang diajarkan dalam pelatihan dasar penanggulangan kebakaran. Sumber panas pemicu api sangat beragam: mulai dari api terbuka, gesekan mekanik, sinar matahari, listrik, hingga reaksi kimia. Sedangkan penyebab kebakaran umumnya berasal dari faktor manusia, alam, atau hewan. Berdasarkan klasifikasinya, kebakaran terbagi menjadi enam kelas:
Kelas A: bahan padat (kayu, kertas, kain)
Kelas B: bahan cair atau gas
Kelas C: instalasi listrik
Kelas D: logam
Kelas E: zat radioaktif
Kelas K: minyak dan lemak dapur
Teknologi dan Metode Pemadaman
Seiring perkembangan zaman, cara memadamkan api juga berevolusi. Metode tradisional seperti menggunakan karung basah atau pasir kini dilengkapi dengan teknologi modern: APAR (Alat Pemadam Api Ringan), hydrant, sprinkler, hingga fire detector. Setiap alat memiliki peran penting: APAR untuk kebakaran skala kecil, Hydrant untuk sistem air tekanan tinggi di gedung atau jalan, Fire sprinkler & detector sebagai proteksi otomatis yang mendeteksi dan menanggulangi api lebih awal, Selain itu, pemeliharaan rutin menjadi hal mutlak. Tabung APAR harus diperiksa segelnya, dibersihkan, serta disimpan jauh dari panas dan hujan.
Menangani Kebakaran dan Penyelamatan
Sebelum melakukan pemadaman, petugas dan masyarakat diingatkan untuk memperhatikan arah angin, mengenakan alat pelindung diri (APD), dan memprioritaskan penyelamatan manusia. Beberapa teknik pemadaman yang diajarkan antara lain: Pendinginan dengan air, Isolasi menutup permukaan api, Dilusi dengan gas CO₂, Pemisahan bahan mudah terbakar dan Pemutusan rantai reaksi kimia api
Perlengkapan Sang Penyelamat
Petugas Damkar dibekali alat pelindung diri berstandar tinggi: helm, sarung tangan tahan api, sepatu boots safety, baju tahan panas dan tahan api, serta alat bantu pernapasan SCBA (Self Contained Breathing Apparatus). Teknologi seperti thermal imaging camera juga membantu mendeteksi titik panas di lokasi kebakaran, mempercepat evakuasi dan pemadaman.
Keselamatan di Era Kendaraan Listrik
Tantangan baru muncul dengan hadirnya kendaraan berbasis baterai lithium. Dinas Damkarmat kini membekali petugas dengan pengetahuan tentang lithium hazard—mulai dari cara pencegahan kebakaran akibat baterai hingga penanganannya menggunakan media khusus seperti AF500 atau Fire Blanket. Pengisian daya kendaraan listrik dianjurkan dilakukan di area terbuka dan jauh dari sumber panas.
Menjaga Diri Saat Bencana
Selain memadamkan api, Damkarmat Banyuwangi juga berperan dalam penyelamatan korban tenggelam, pertolongan pertama tersedak, dan evakuasi hewan berbahaya seperti ular. Warga diimbau untuk tetap tenang, segera mencari bantuan, dan mengikuti prosedur dasar seperti menutup hidung dengan kain basah, berjalan merunduk, dan tidak membawa barang saat evakuasi.
Masyarakat Siaga, Kota Aman
Kesadaran masyarakat adalah kunci utama pencegahan kebakaran. Pemerintah daerah bersama Dinas Damkarmat terus mendorong terbentuknya Relawan Kebakaran (REDKAR) di berbagai wilayah Banyuwangi. Edukasi publik dilakukan secara rutin melalui simulasi, sosialisasi penggunaan APAR, dan inspeksi proteksi kebakaran di bangunan umum.








