Dalam rangka memperingati Hari Oeang ke-79 Tahun 2025, keluarga besar Kementerian Keuangan Satu (Kemenkeu Satu) di Banyuwangi menggelar kegiatan Donor Darah yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banyuwangi sebagai tuan rumah, dengan melibatkan partisipasi aktif dari KPPN Banyuwangi, KPPBC TMP C Banyuwangi, dan seluruh pegawai lintas unit eselon III di lingkungan Kemenkeu Satu Banyuwangi. Bertempat di aula KPP Pratama Banyuwangi, suasana pagi hari itu dipenuhi antusiasme para peserta yang datang silih berganti untuk mendaftar dan mendonorkan darahnya. Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi turut hadir mendukung kelancaran proses donor dengan pelayanan yang ramah dan profesional.

Meneladani Semangat “Oeang untuk Indonesia”
Peringatan Hari Oeang setiap tahun menjadi momentum refleksi bagi insan Kementerian Keuangan untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada negara. Jika pada 30 Oktober 1946 uang Republik Indonesia (ORI) menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa, maka di Hari Oeang ke-79 tahun ini, semangat tersebut diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. Donor darah menjadi wujud nyata bagaimana insan Kemenkeu Banyuwangi tak hanya mengelola keuangan negara, tetapi juga menyalurkan “nilai kemanusiaan” yang mengalir dalam setiap tetes darah yang diberikan. “Melalui donor darah ini, kami ingin berbagi kehidupan dan menumbuhkan rasa empati di antara sesama,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Kegiatan ini menjadi simbol nyata sinergi Kemenkeu Satu di Banyuwangi. Pegawai dari tiga instansi vertikal Kemenkeu — KPPN, KPPBC, dan KPP Pratama — hadir bahu membahu tanpa sekat lembaga. Bagi mereka, semangat "One Ministry, One Spirit, One Goal" bukan sekadar slogan, tetapi diterjemahkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. Para peserta donor datang dengan semangat tinggi, meskipun sebagian baru pertama kali mendonorkan darah. Ada rasa bangga tersendiri bisa turut berkontribusi menyelamatkan nyawa sesama. PMI Banyuwangi pun mengapresiasi langkah Kemenkeu Satu Banyuwangi yang secara rutin mengadakan kegiatan sosial semacam ini.
Selain berdampak bagi penerima darah, kegiatan donor juga membawa manfaat kesehatan bagi pendonor. Tubuh menjadi lebih segar, sirkulasi darah lebih lancar, dan rasa bahagia muncul karena bisa membantu orang lain. “Donor darah itu bukan hanya amal, tapi juga investasi kesehatan,” ujar salah satu pegawai KPPN yang turut mendonorkan darahnya sambil tersenyum. Tidak sedikit pula peserta yang datang sekadar memberikan dukungan moral bagi rekan-rekannya, menjadikan kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarunit vertikal. Ruangan yang biasanya dipenuhi berkas dan laporan kini berubah menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan inspiratif.
Makna di Balik Setetes Darah
Di balik setiap kantong darah yang terkumpul, tersimpan nilai kepedulian, solidaritas, dan cinta terhadap sesama. Inilah semangat Hari Oeang yang sejati — mengalir bukan hanya dalam lembaran uang yang dikelola, tapi juga dalam denyut kehidupan yang dibagi untuk negeri. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mengabdi kepada bangsa tidak selalu melalui angka dan laporan keuangan, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang bermakna. Donor darah hari itu menjadi bukti bahwa insan Kemenkeu Banyuwangi tidak hanya bekerja dengan kepala dan tangan, tetapi juga dengan hati. Melalui kegiatan donor darah dalam rangka Hari Oeang ke-79, Kemenkeu Satu Banyuwangi kembali menegaskan jati dirinya sebagai keluarga besar yang solid, peduli, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa. Dengan semangat “Kemenkeu Satu, Sehat untuk Negeri”, mereka terus berkomitmen menebar kebaikan dan menyalakan harapan — satu tetes darah, sejuta kehidupan.





