Sebagai salah satu instasi vertikal yang menyalurkan dana APBN di daerah, SDM KPPN Bitung dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam berinovasi dan prima dalam pelayanan kepada stakeholder. Salah satu bentuk peningkatan kualitas SDM tersebut yaitu dengan mengadakan pelatihan pelayanan prima (service excellent training ) dan pelatihan komunikasi publik (public speaking training).

Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari berturut-turut pada tanggal 6 dan 7 Agustus 2018 bertempat di aula KPPN Bitung. Pada hari pertama pelatihan diisi dengan materi pelatihan pelayanan prima. Narasumber pada kegiatan ini adalah tim instruktur dari BRI Cabang Bitung. Tujuan pelatihan pelayan prima ini bagaimana teknik-teknik melakukan pelayanan yang prima kepada satker dan memberikan pelayanan agar satker mendapatkan kepuasan. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan kemampuan tentang kemampuan secara kepribadian agar dapat menjadi lebih bersahabat dan menyenangkan, sehingga satker dapat merasa nyaman dan penilaian kepada KPPN khususnya serta Kemenkeu umum menjadi baik. Selain itu, pelatihan ini juga akan membahas bagaimana cara menghadapi kompalin satker dan bagi KPPN komplain tersebut merupakan alat untuk meningkatkan pelayanan. Selain memberikan teori tentang pelayanan prima, peserta juga mempraktekkan langsung teori tersebut dalam permainan peran (role play). Role play ini dimulai sejak satpam menerima dan mengarahkan satker lalu penerimaan di front office sampai penanganan komplain dari satker.
Pada hari kedua yaitu tanggal 7 Agustus 2018, diadakan pelatihan komunikasi public (public speaking) yang dipandu widayaiswara dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bitung yaitu ibu Patricia D Palar. Sebagai widyaiswara yang telah lama bergelut dalam bidang komunikasi publik, narasumber menyampaikan bahwa komunikasi kepada publik yang efektif dapat dilatih antara lain dengan pelatihan seperti ini. Berkomunikasi telah dimulai sejak manusia berada dalam kandungan dan akan terus dilakukan sampai nafas terakhir. Sebagai organisasi yang berhubungan dengan publik, cara berkomunikasi yang baik dan efektif sangat diperlukan agara pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak terjadi kesalahan penafsiran akibat ketidakmampuan berkomunikasi dengan satker. Sesi hari kedua ini dilakukan permainan peran (role play), dengan role play diharapkan seluruh pegawai dan PPNPN dapat mulai berkomunikasi secara efektif dalam menyampaikan pesan kepada lawan bicaranya.
Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa kedua pelatihan ini sangat diperlukan bagi pegawai KPPN untuk melayani satker dengan prima dengan mempergunakan komunikasi yang efektif.









