KPPN Khusus Investasi

EAGLE SPIRIT

 

             Memang tidak mudah mengubah budaya kerja yang telah mengakar. Pengalaman saya di KPPN Purwakarta mungkin bisa menjadi pelajaran.

     Saat itu saya masih menjabat sebagai Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi di Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN) Purwakarta. Tujuh pelaksana saya rata-rata jauh lebih senior.

        Banyak orang beranggapan pegawai senior itu minim kompetensi. Namun saya beranggapan beda-saya yakin bahwa mereka sebenarnya punya kemampuan, hanya saja selama ini belum terlatih dan terasah.

         Saya pun melakukan usaha berupa capacity building dengan cara memberikan pilihan topik seputar wilayah kerja seksi. Nantinya masing-masing pelaksana akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan diri sesuai topik di depan forum internal. Di akhir sesi, secara bersama-bersama, mereka akan menyimpulkan tugas dan tanggung jawab pekerjaan mereka. Tentu saja dengan bahasa dan pemahaman yang lebih praktis dan membumi agar lebih mudah dimengerti. Karena itu sudah merupakan kesepakatan bersama, masing-masing punya kewajiban moral untuk menerapkannya dengan keseharian kerja. Salah satu kejadian lucu yang terjadi manakala seorang pegawai mengaku sakit, karena akan segera tiba gilirannya presentasi.

        “Bu, maaf, jantung saya kok berdegup kencang. Kayanya saya izin mau berangkat ke rumah sakit dulu. “Tiba-tiba salah satu pegawai senior mengjadap saya.

            “Bapak sakit? Atau ada masalah apa?” tanya saya.

Sambil tertunduk, bapak tersebut berkata, “Saya gemetar, Bu. Hari ini giliran saya presentasi.”

         “Oalah, Pak. Tenang saja. Saya tidak membiarkan Bapak gemetar dan jantungan sampai masuk rumah sakit segala karena presentasi ini. Sudah…. sekarang, Bapak tarik napas panjang, rileks. Biarkan nanti saya yang mengisi gilirannya Bapak.”

           Cerita tersebut memang sederhana dan ada lucunya. Tapi buat saya cerita menarik itu ada maknanya. Saya jadi semakin belajar menerima masukan. Saya juga belajar memperlakukan pegawai dengan cara yang berbeda-beda.

       Kemudian, dengan cara itu, lama-lama mereka jadi punya kesadaran tentang dunia kerjanya. Dari yang tadinya pasif di kantor, mereka pun mulai terlibat dalam berbagai pekerjaan di bagian verifikasi dan akuntansi. Bahkan, mereka pun terlibat dalam pembuat laporan keuangan yang sebelumnya tidak pernah dilibatkan.

          Dengan cara itu, atmosfer positif mula-mula akan terbangun. Kekuatan tim pun terjalin sehingga, salah satu hasil yang kami (sebagai tim) tuai adalah menjadikan KPPN Purwakarta berhasil masuk 3 besar nasional dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2010. Padahal, targetnya sendiri hanyalah masuk 10 besar dari 178 kantor di seluruh Indonesia saat itu.

          Saya sungguh bersyukur bisa mengikuti ajang tersebut. Di situ pula saya menyadari bahwa Tuhan memang Mahaadil. Lewat ajang ini, la sibak rahasia-rahasia dari keinginan saya yang terpendam. Misalnya, dulu, saya kepengen banget bisa sekolah di TALKInc Publik Speaking yang didirikan Erwin Parangkuan dan Becky Tumewu. Ternyata di sinilah jalannya saya mendapat berbagai pelatihan dari tempat yang pernah saya impi-impikan. Bahkan lebih dari itu, saya mendapatkan kesempatan untuk bergabung menjadi fasilitator TalkInc Public Speaking Jakarta.

          Dari ajang itu pula, saya mendapat kesempatan untuk mengampu kelas, berkenalan dengan banyak orang hebat— yang dulu ingin saya ikuti kelasnya, namun nyatanya Tuhan memberi mereka di sisi saya sebagai teman, sebagai mentor yang membuat saya lebih berkesempatan mengucapkan rasa syukur itu.

   Salah satu kesempatan baik itu datang pada gelaran "Women's Leadership Network 2012" yang dipersembahkan oleh BII in Women's Life dan Femina di Malang. Selain saya, dua narasumber lainnya adalah Eileen Rachman, Direktur EXPERD; Konsultan Karier dan Roslina Verauli, Psikolog; dan dimoderatori oleh Erwin Parangkuan.

        Salah satu hal berkesan dari sesi itu adalah tatkala Roslina Verauli membuka sesinya dengan pertanyaan, "Siapa di sini yang single parent?" Jawabannya sepertinya tidak diduga oleh beliau karena ternyata banyak yang mengangkat tangan. Tadinya mungkin beliau ingin membuktikan bahwa kesuksesan dalam karir/usaha bisa berbanding lurus dengan keharmonisan keluarga. Namun, audiens hari itu berbanding terbalik dengan ekspektasinya. Yang saya kemudian pelajari adalah bagaimana beliau tetap tenang dan bisa langsung memutar otak untuk mengarahkan materi sesuai dengan audiensnya. Itulah hal penting yang kemudian saya dapatkan bahwa tidak selamanya audiens sesuai dengan yang kita inginkan. Dalam konteks kantor, tidak selamanya kita mendapatkan kondisi yang ideal. Karena itu, kita butuh strategi untuk tetap melanjutkan agenda dengan baik-atau tetap menjalankan kantor dengan kondisi sumber daya manusia yang ada. Keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkinerja tetapi justru menjadi penyemangat untuk membuktikan kita bisa jika kita mau. Dengan pelan-pelan saya asah mereka agar mengeluarkan kilauan diamond dalam diri pegawai tersebut.

           Eagle fly alone. Secara sederhana bisa dimaknai bahwa pemimpin itu harus siap kesepian, selalu melihat ke depan dan tetap fokus pada tujuan. Saya harus sadar, tidak selamanya jalan itu mulus. Kadang-kadang gebrakan demi gebrakan positif tidak melahirkan sambutan yang positif. Saya harus menerima kondisi itu sebagai sebuah dorongan untuk lebih mengerahkan energi dan tetap konsisten menjalankannya demi meraih tujuan.

        Tuhan tidak pernah tidur. Ketika melakukan yang terbaik, kita percaya seberat apapun perjalanannya, kelak akan menghasilkan lukisan yang indah.

 

Ditulis oleh: Rd. Yen Yen Nuryeni

(Dikutip dari Do With LovePassion on action, leadership and integrity, Yen Yen Tahun 2020)

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search