KPPN Khusus Investasi

Syukur adalah Sedekah

           Saya punya sebuah rahasia. Namanya sedekah.

            Banyak sekali keutamaan sedekah. Yang saya rasakan, sedekah itu memberikan ketenangan hati.

        Tidak perlu menunggu kaya raya untuk bersedekah. Kita juga tidak perlu takut miskin kalau bersedekah. Kenapa saya selalu tersenyum—itu juga bagian dari sedekah. Bayangkan, ada orang dengan sekian banyak permasalahan yang ia hadapi di hidupnya, lalu kita tersenyum kepadanya. Barangkali ia akan merasa bahagia, masih ada yang rela berbaik hati memberikan senyuman kepadanya. Disadari atau tidak, senyuman dapat memperkuat hatinya untuk menjalani kehidupan.

           Oleh karena itu, kalau tak punya apa-apa untuk bersedekah, tersenyumlah.

           Namun, malu dong kepada orang-orang seperti Bu Farida yang punya ketulusan untuk memberi di tengah keterbatasannya. Kita digaji rakyat, bisa makan enak, masa' kalah?

 

“Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.”

(HR. Bukhari).

 

           Saya tentu nggak bisa bersedekah membangun masjid yang langsung jadi. Namun, ada satu kebiasaan saya yang saya lakukan sejak dulu. Saya bersedekah melalui kue.

              Kue apa? Bagaimana caranya?

           Setiap selesai salat Subuh dan salat Jumat, saya akan titipkan kue di masjid. Nanti para jamaah salat, siapa saja, boleh mengambilnya.

                Kuenya semampu saya. Tidak perlu saya sebutkan siapa yang memberikan kue-kue itu.

          Di Belitung, kebiasaan itu saya lanjutkan. Namun ternyata, jamaah salat Subuh di sini relatif sedikit sehingga banyak kue yang tidak termakan. Akhirnya, saya alokasikan hanya untuk jamaah salat Jumat saja.

         Saya minta Angga (pegawai honorer) untuk membawanya ke masjid yang terdekat dan membagi-bagikannya. Kata Angga, banyak juga yang penasaran siapa yang memberi kue tersebut. Meski tidak pernah menyebut nama, lama-lama ya mereka tahu juga setelah tahu bahwa Angga adalah pegawai honorer di KPPN.

Di sisi lain, sebenarnya bersedekah itu adalah tentang menyebarkan energi positif yang baik. Ada satu hal yang membuat saya sangat bahagia, manakala kebiasaan saya bersedekah kue itu dilakukan juga orang lain. Angga mengatakan di masjid tempat biasa kue dibagi, sudah ada orang lain yang juga membagikan kue. Akhirnya, saya minta Angga untuk salat di masjid yang lain agar energi baik itu menyebar ke lebih banyak tempat.

 

Sedekah Ilmu

                  Selain senyum, adalagi cara mudah untuk bersedekah. Yakni, sedekah ilmu.

           Banyak orang datang ke KPPN Tanjung Pandan untuk melihat bagaimana perubahan terjadi di sini. Kadang-kadang pula saya diminta datang untuk menjawab pertanyaan bagaimana sih membangun kantor yang baik itu?

               Saya tidak pernah berkeberatan menceritakan pengalaman saya. Semua tamu bahkan saya terima, meski sebenarnya bukan stakeholder KPPN.

                Saya percaya keadilan Tuhan. Ketika rasanya kita yang memberikan sesuatu kepada orang lain, pada saat yang sama, justru kitalah yang akan mendapatkan sesuatu dari mereka. Sebab, setiap orang adalah guru, setiap momen adalah sekolah, dan setiap kejadian adalah pelajaran. Termasuk ketika akhirnya semua kisah ini ditulis, adalah ide dari banyak orang yang bilang, kenapa kok kisah-kisah ini tidak dibukukan saja. Salah satunya adalah Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie.

                Kebiasaan saya yang tidak memilih-milih teman itu secara langsung atau tidak langsung membuat saya memiliki banyak teman. Ketika ada keperluan, bantuan demi bantuan ditawarkan begitu saja dari mereka.

               Di situ saya makin belajar makna ketulusan. Ketika kita berbuat sesuatu untuk orang lain secara tulus, suatu saat kita akan mendapatkan bantuan dari orang lain yang tidak pernah kita sangka-sangka dengan tulus pula. Setiap kebaikan yang kita lakukan sejatinya adalah kebaikan dari Tuhan untuk kita.

                Misalnya saja, saya jadi kenal dengan Pak Yudi, seorang aktivis Geopark Belitung, yang sekarang sedang berkonsentrasi untuk mengembangkan Geosites Batu Bedil dan lokasi lainnya.

                Pengetahuan saya bertambah. Saya jadi tahu bahwa secara geologi Batu Bedil memiliki keunikan karena memiliki struktur bebatuan dari beberapa zaman. Saya juga jadi tahu bahwa ada orang Belanda bernama Cornelis de Groot yang pernah menulis Batu Badil sebagai suatu keanehan. Katanya, "Sebagai suatu keanehan yang perlu dicatat, bahwa di sebelah timur Tanjung Sadei dekat pantai utara ada beberapa geranit yang di antaranya berupa pulau dan yang lainnya menghadap laut, yang menghasilkan suara tembakan, saat pantai bergejolak dan angin kencang. Yang paling terkenal adalah Batu Bedil yaitu batu yang menyembul; pulau kedua dan ketiga disebut Batu Bish dan Batu Pong, di mana Bish dan Pong itu menunjukkan suara tembakan."

          Saya ikut ke Batu Bedil dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Tempatnya memang masih perawan. Masih baru sekali dibangun sebagai tempat wisata.

               Meski baru kenal, sepertinya sudah DNA saya untuk tiba-tiba mengajukan suatu ide bagaimana memberi nilai tambah pada tempat ini agar lebih dikenal. Salah satunya lewat kuliner.

           Ide untuk memberi resep pisang goreng tercetus begitu saja. Pisang goreng yang bukan cuma pisang goreng dengan cara menambahkan kayu manis dalam presentasinya. Resep pisang goreng kedua yakni seperti di daerah Sulawesi yang menggunakan pisang mentah lalu diolah seperti stik dan dicocol dengan sambal saya bagikan kepada mereka.

          Sejak saya di Belitung, saya juga tergerak untuk karib terutama dengan orang-orang Jawa Barat yang merantau ke Belitung. Kami tergabung dalam satu grup Whatsapp dan tidak memandang status atau jabatan. Berbagai profesi ada di sana mulai dari pedagang sampai ke Kepala Kejaksaan.

            Mungkin bagi sebagian orang, menjadi Kepala Kantor tugasnya hanya mengurus kantor. Tidak usah jadi Kepala Kantor deh, jadi pegawai Kementerian Keuangan biasa saja suka berpikir begitu. Ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia, namun aktivitasnya hanya berkisar di kantor, rumah dinas, dan tempat makan.

          Saya tidak mau berakhir dengan cara seperti itu. Di setiap tempat, harus selalu ada nilai tambah. Nilai tambah itu tentu tidak muncul dengan sendirinya, tetapi harus dicari, digali, ditemukan, dan dibuat sendiri.

Sinergi dengan para Kuasa Pengguna Anggaran (atau Kepala Kantor) juga saya buat dengan cara egaliter seperti itu. Kita ini sama-sama keluarga yang mengelola APBN yang (bersumber dari keringat rakyat. Maka, barang tentu setiap masalah dalam domain KPPN dengan satuan kerjanya, jadi lebih mudah diselesaikan daripada mengambil jarak antara penyedia layanan dan customer-nya.

 

Keutamaan Sedekah

             Kita ini seolah-olah sedang berbisnis dengan Tuhan. Dan tidak pernah ada ruginya berbisnis dengan Tuhan. Sebab Tuhan Mahakaya.

 

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui."

(Q.S. Al Baqoroh: 261)

 

         Sedekah adalah proses memberikan apa yang kita miliki baik dari segi materi ataupun non materi pada orang yang membutuhkan. Bersedekah tersebut tidak hanya bisa dilakukan untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan namun juga melatih rasa empati kita pada orang lain khususnya pada penerima zakat atau sedekah tersebut.

         Sebagai sebuah ibadah, sedekah menjadi sebuah sarana pengabdian kita sebagai hamba terhadap Sang Pencipta. Bersedekah yang dilakukan dengan cara niat ibadah akan semakin menguatkan iman kita pada Allah SWT. Selain itu, jika kita sebagai manusia harus membentengi harta dengan cara bersedekah. Berbagai penyakit hati dapat disembuhkan dengan sedekah.

        Sedekah juga dapat memberikan hikmah yang luar biasa bagi pelakunya yaitu menjauhkan diri orang tersebut dari segala macam bahaya sekalipun pelaku sedekah tersebut adalah seorang pendosa. Sedekah menguatkan seseorang ketika menghadapi musibah.

           Kembali lagi, meskipun kita mengeluarkan banyak sedekah baik itu berupa materi atau non materi, namun ada hikmah berharga yang bisa kita dapatkan yaitu mendapatkan rezeki yang lebih banyak lagi karena perbuatan sedekah tersebut.

       Terlebih bila sedekah dilakukan pada hari Jumat. Keutamaan melakukan sedekah di hari Jumat jika dibandingkan dengan hari lainnya karena bersedekah di hari itu sama halnya kita sedekah di bulan Ramadhan.

      Ya, hari Jumat juga menjadi salah satu hari terbaik dimana nilai dan segala macam pahala akan dilipatgandakan, sehingga dengan melakukan sedekah di hari Jumat akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

         Sedekah di hari Jumat juga dapat membuahkan keajaiban serta pertolongan yang tidak pernah diduga sebelumnya seperti aliran rezeki yang semakin lancar. Sedekah sendiri tidak harus berupa materi, akan tetapi juga bisa dalam bentuk bantuan maupun tenaga yang juga termasuk dalam sedekah pada orang lain.

           Kita sebagai makhluk sosial, kita tidak pernah mengetahui kapan kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Dengan kita memperbanyak sedekah khususnya pada hari jumat, maka bisa dijadikan sebuah cara untuk menambah keluarga baru, kerabat baru atau teman baru.

             Sebab, kita tidak akan pernah mengetahui seperti apa kehidupan seseorang pada kelak dan pada saat kita membutuhkan bantuan, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan membantu kita.

 

 

Ditulis oleh: Rd. Yen Yen Nuryeni

(Dikutip dari Do With Love: Passion on action, leadership and integrity, Yen Yen Tahun 2020)

           

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search