Ulang Tahun
Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu
-Jamrud: ulang tahun_
Ketika Panglima Shalahuddin al Ayyubi melihat kemerosotan dari semangat prajuritnya yang semakin tak terbendung, karena perang yang berlarut-larut, beliau mengambil inisiatif untuk mencari cara bagaimana menaikkan kembali semangat yang semakin turun yang berkembang menjadi sikap masa bodoh, cuek terhadap kondisi yang ada.
Setelah melalui rembukan panjang dengan para penasihat, mala’, ulama dan petunjuk lewat dua rakaat istikharah, diputuskan untuk membuat suatu acara memperingati kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. yang menjadi panutan umatnya. Sebuah kegiatan yang diisi dengan pembacaan riwayat Nabi hingga menumbuhkan kembali kecintaan, rasa memiliki, de javu, seolah Nabi membersamai dalam kondisi yang ada, menemani di saat-saat rasa jenuh menerpa, hingga sesuatu yang tak terkatakan muncul kembali, dan entah bagaimana tiba-tiba saja tanah suci para Nabi kembali ke pangkuan kaum muslimin.
Sejak itu maulid, perayaan ulang tahun hari lahir Nabi menjadi acara yang selalu diperingati oleh kaum muslimin, dengan membacakan kembali kisah dan riwayat kehidupan Nabi dari lahir hingga masa-masa perjuangan menebarkan kebaikan dan kembali ke Sang Sejati. Bukan untuk mendewakan atau bahkan menuhankan, lebih dari itu meraih hal-hal yang tidak bisa dilakukan hanya dengan ilmu dan pengetahuan, yang tidak tergapai hanya dengan kesombongan sesaat yang mengedepankan sisi materi, namun memimpikan hal yang tidak pernah terbayangkan tetapi tiba-tiba saja berada dalam genggaman.
Abu Lahab, sebuah nama yang tercantum dalam satu surat tersendiri dalam kitab suci, ketika diberitahu oleh budaknya bahwa keponakannya telah lahir dan diberi nama Muhammad, nama yang belum pernah disematkan ke sosok siapapun sebelumnya, menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaannya dengan membebaskan si budak, yang pada era tersebut membebaskan seorang budak menandakan bahwa si tuan benar-benar dermawan dan sangat kaya.
Dan tidak berhenti sampai di situ saja, kebahagiaan sang paman berlanjut dengan memberi pengumuman di seantero pasar Makkah, pada hari itu semua boleh makan dan minum apa saja, dan biaya seluruhnya dia yang menanggungnya. Sedemikian suka citanya atas kelahiran sang keponakan, hingga Tuhan memberi grasi kepada Abu Lahab setiap hari Senin, hukuman atas kemungkarannya diringankan selama satu hari.
Anak-anak sekolah merayakan hari lahir Kanjeng Nabi dengan membawa makanan dari rumah untuk dinikmati bersama dengan teman-teman, meskipun hari-hari ini anak-anak sekolah setiap hari senantiasa membawa bekal nasi dari rumah, selain sehat, murah juga bervariasi menunya, sesuai dengan masakan ibu di rumah. Pada era 80 dan 90-an makanan ditaruh di wadah takir yang terbuat dari janur dan dibentuk sedemikian rupa menjadi seperti tangan yang menengadah, seperti kotak kardus nasi saat ini, dan kenapa mesti dari janur, karena yang sejati hanyalah nur, cahaya.
Peringatan hari lahir, tidak hanya terbatas pada hari lahir manusia, namun juga merambah ke hari lahir-hari lahir lainnya. Hari lahirnya bangsa Indonesia… juga diperingati setiap 17 Agustus, dengan kemeriahan yang memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat suatu desa. Adanya pawai anak-anak sekolah, tour sound horeg yang terus menjadi perbincangan antara pro dan kontra, bahkan hingga tingkat RT sibuk menyelenggarakan kegiatan sebagai bentuk kegembiraan dan kebersyukuran atas hadiah kemerdekaan dari Tuhan Yang Maha Esa, menjadi sarana pelaku usaha untuk membuka lapaknya.
Penjual gorengan, sosis, tahu bulat, kebab, burger, kacang dan jagung rebus, roti bakar, roti goreng, sempol, cilot, bakso, pop mie, dan tak ketinggalan penjaja minuman, es drop, es campur, es teler, es teh, es cincau, pop ice, bahkan wahana permainan anak-anak seperti mandi bola, odong-odong, papan seluncur, berderet rapi di pinggir jalan, di teritis dan teras rumah warga, halaman rumah ibadah dan lapangan desa.
Bila malamnya ada pertunjukan wayang, akan ada sajian khusus bagi siapa yang ingin mengadu nasib dengan melempar dadu di atas sebilah papan bertuliskan angka 1 sampai dengan 20, atau permainan klothok, dengan menebak angka yang menjadi tujuan akhir sebuah kelereng yang diluncurkan pada sebuah papan dengan beberapa jeruji paku yang akan membuat kelereng menggelinding dan memantul dari satu paku ke paku yang lain hingga berhenti pada satu sudut dengan tulisan angka tertentu.
Hari lahir organisasi, klub, paguyuban, keluarga, perkumpulan, asosiasi, ikatan, sekolah, perguruan tinggi, perkawinan dan kelahiran perseorangan, juga diperingati dengan cara dan gaya masing-masing, serta kemeriahan dan kemegahan juga kemewahan yang sangat bergantung dengan kemampuan penyelenggara, akan diformat dan dikonsep seperti apa kenangan tersebut.
Ulang tahun sejatinya sebuah momen untuk menapak masa depan. Bayangkan jika umur yang dijatah oleh Tuhan sudah diberitahukan sejak kelahiran seorang bayi atau apapun di atas bumi ini. Maka berperilaku baik, bagi yang berpikiran sempit, hanya akan dilakukan ketika waktu sudah menunjukkan mendekati batas akhir.
Namun bagi penganut faham jangka panjang, semakin tahun semakin terasa bahwa umurnya semakin berkurang, bukan bertambah, dan tak tahu kapan akan berakhir, ini tentunya memberi ilham, inspirasi akan diapakan, untuk apa, melakukan apa hingga sisa umur bisa bermanfaat untuk yang lain, agar tak sia-sia Tuhan menganugerahkan dan menyematkan jabatan sebagai khalifah di bumi. Setiap hari yang dilalui, dijalani dengan penuh kehati-hatian dalam melangkah dan menapak ke depan, jangan sampai salah langkah hingga tak bisa berbalik lagi untuk memperbaikinya, karena yang pasti hanya kematian. Setelah semua yang dilalui, kematian yang baik itu sudah cukup, bahkan lebih dari cukup.
Selamat merayakan maulid Nabi.





