Kediri

Basuki Rahmat 10-3

Matahari terbenam

hari mulai malam
-anonim-

Untuk naik ke lantai 2 gedung utama bisa lewat tangga depan di samping kiri dan kanan resepsionis. Apabila lewat tangga kanan/selatan akan sampai di depan pintu masuk aula, sedangkan bila lewat tangga kiri/utara akan tiba di balkon yang sangat pas untuk ngeteh atau ngopi menikmati sore.

Di teras lantai 2 sambil memandang indahnya senja, kendaraan lalu lalang, burung beterbangan dari pohon ke pohon lainnya, awan berarak ditiup angin, suara mekanik di gedung sebelah membunyikan mesin yang selesai diservis, para pelari melintas di depan balai kota, tak lupa di sudut jalan ada bangunan megah peninggalan era kolonial yang menjadi kantor Bank Indonesia.

Jangan lupa cemilan gorengan dari juru masak kantin, tempe menjes/gembos, tahu, ubi, ketela, weci/ote-ote, sukun sebagai teman teh atau kopi, dan bagi penyumbang penerimaan negara lewat cukai tembakau silakan mengembuskannya dengan sepenuh perasaan sembari membayangkan hari esok yang entah seperti apa.

Selain dari kedua tangga tersebut, ada pintu masuk lewat tangga yang menempel di samping ruang server di atas dapur kecil atau dari tangga di luar/belakang gedung yang merupakan pintu dari sisi depan aula dan biasanya digunakan untuk mengangkut serta mengusung bahan (bunga, pot, batu, batubata, kayu) pembuatan taman kecil ketika digunakan untuk acara sosialisasi yang mengundang satuan kerja mitra.

Lantai dua terbagi menjadi dua area, selatan berfungsi sebagai aula (dinamakan Aula Panjalu) tempat mengadakan sosialisasi yang mengundang satuan kerja dan dapat memuat undangan hingga 100 orang, utara sebagai ruang untuk menyimpan sarana dan prasarana sosialisasi (meja, kursi) juga untuk tempat makan secara prasmanan bagi tamu undangan atau ketika hari menjelang sore berganti menjadi tempat latihan tenis meja.

Menempel dengan pintu penghubung antara area utara dan selatan, di sisi barat terdapat ruang siniar dengan seperangkat meja kursi serta peralatan siaran, sedangkan sisi timur terdapat kamar mandi lelaki dan perempuan, penempatannya sesuai dengan idiom woman is right. Pesan dari seorang teman bila sedang sendirian di lantai dua dan ada yang memanggil nama kita, maka tidak usah menengok, tidak perlu disahut/dibalas, serta berlalulah seperti biasa seolah tidak mendengarnya.

Keluar aula lewat pintu di pojok depan akan tiba di depan musala Baitul Maal, tempat bermesra-mesra dan menaruh rindu, mengadu dan merintih kepada yang menguasai hidup manusia. Terbagi menjadi dua ruang dengan batas partisi yang bisa dilipat buka tutup bila digunakan untuk pengajian yang diadakan setiap bulan sebagai sarana meningkatkan iman dan takwa yang senantiasa naik dan turun seperti grafik kinerja penerimaan APBN yang mengalami kontraksi.

Ruangan ini menjadi saksi kembalinya seorang hamba ke pangkuan Ilahi, yang membikin iri karena dipanggil Tuhannya ketika berada di tempat yang baik, yang selalu disebut nama Tuhan di dalamnya, dalam kondisi baik masih mengenakan perangkat menghadap Rabb semesta alam, di suatu siang selesai menunaikan salat zuhur bersama.

Selangkah ke utara terdapat kamar mandi putra dan putri masing-masing dua ruangan, dan satu ruangan dokter tempat memeriksa kesehatan setiap pekan. Di lantai dua bangunan terdapat ruang untuk menyimpan arsip dengan akses lewat tangga beton dari arah utara dan di bawah tangga digunakan sebagai wahana menyimpan peralatan kebersihan -sapu, pengepel, lap, ember- dan ada tempat penampungan air di bawah juga toren di atas.

Di depan penampungan air ada taman kecil berupa pot yang digantung di jaringan besi dengan berbagai bunga aneka warna yang menambah semarak suasana selasar belakang, tak ketinggalan satu tempat cuci tangan dari batu sangat estetik dengan lumut tumbuh di penopangnya.

Sebelah utara ada tempat parkir sepeda motor yang bisa menampung sekitar sepuluh kendaraan dengan peneduh dari papan fiber. Satu sepeda motor yang selalu distandar ganda (tengah) dan satu yang parkir menghadap tembok timur, disaat yang lain menghadap ke barat sehingga memudahkan ketika proses pulang kantor karena bisa langsung jalan maju. Berbagai merk kendaraan, Beat, Vario, Fazzio, PCX, Aerox, Mio, Genio, Vespa (biasanya parkir di sebelah kantin), Supra X (plat merah) dan dengan berbagai macam warna, merah kuning, hijau, biru, coklat, ungu.

Tepat di pojok utara antara tembok Auto 2000 dan Kediri Town Square, nongkrong satu mesin genset yang mampu menopang listrik untuk lampu dan sarpras lainnya apabila perusahaan listrik negara melakukan pemadaman karena efisiensi maupun adanya perbaikan peralatan. Di sebelah barat mesin ada kantin yang dikelola dengan sepenuh hati, karena senantiasa menyajikan masakan dan makanan serta minuman sesuai pesanan dan kemauan juga keinginan konsumen, sehingga menyediakan apa saja, bahkan yang belum ada menjadi ada.

Lokasi terakhir setelah berkeliling dari depan ke belakang, bawah ke atas, ada di sebelah barat kantin, kembali ada tempat parkir sepeda motor yang utamanya bila kendaraan pegawai tidak tertampung di area parkir belakang, juga digunakan bila ada siswa sekolah yang melakukan PKL maupun mahasiswa yang magang serta bila ada kegiatan mengundang satuan kerja tempat parkir akan terisi penuh dan ramai suara kendaraan.

Sejatinya mau bercerita tentang para penghuni, namun setiap mendekat bahkan dari jauh pun sudah diusir, dipukul dengan sapu, dilempar apa pun dengan benda yang ada, karena dianggap menjijikkan, meski aku juga makhluk Tuhan yang butuh makan, tapi apa daya aku hanya seekor kampret yang terbang mengukur malam.

 

 

* Kampret adalah kelelawar kecil pemakan serangga, hidungnya berlipat-lipat. Berasal dari kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mammalia, Ordo Chiroptera, Subordo Microchiroptera..

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
KPPN Kediri
Jl. Basuki Rahmat No.4, Balowerti, Kec. Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur 64123 
Tel: 0354-682151, 683610 Fax: 0354-682325, 686472

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

 

 

Search