Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik sejumlah Pejabat Tinggi Pratama atau eselon II Kementerian Keuangan di Aula Gedung Djuanda I, Jakarta, Jumat (31/5). Dalam arahannya, Menkeu mengingatkan bahwa perbaikan adalah suatu kebutuhan mutlak bagi Kementerian Keuangan untuk bisa menjalankan tugas negara yang luar biasa penting.
"Nilai-nilai Kementerian Keuangan menggambarkan value yang merupakan tugas Anda sebagai pimpinan untuk menghidupkan menjadi kultur organisasi. Integritas, Profesionalisme, Sinergi dalam Melayani rakyat untuk mencapai Kesempurnaan, itu bukan bait kata saja dalam Mars Kementerian Keuangan. Anda punya tanggung jawab untuk menumbuhkan values itu menjadi walk the talk, prinsip yang betul-betul dipahami dan dikerjakan bersama," tegas Menkeu.
Menkeu juga menjelaskan bahwa keuangan negara merupakan instrumen yang menentukan maju atau mundurnya sebuah negara. Tugas Kementerian Keuangan tidak mudah di tengah tantangan pembangunan di dalam negeri dan tekanan perekonomian dunia.
"Tujuan kita adalah membuat keuangan negara sehat, reliabel, bisa diandalkan, kredibel, bisa dipercaya, transparan, akuntabel, dan bisa diandalkan dalam jangka panjang atau sustainable. Keuangan negara definisinya luas sekali. Bidang Pajak, Bea Cukai, PNBP, hibah, belanja pusat dan daerah, kekayaan negara, perimbangan risiko, perbendaharaan, bahkan dukungan manajemen untuk membuat keuangan negara berjalan," pesan Menkeu.
Adapun para Pejabat Tinggi Pratama Ditjen Perbendaharaan yang dilantik pada kesempatan tersebut adalah Dwi Irianti Hadiningdyah (semula Direktur Pembiayaan Syariah Ditjen PPR) menjadi Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Didyk Choiroel (semula Sekretaris Ditjen Perbendaharaan) menjadi Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, Suska (semula Kepala Bidang Analisis dan Harmoni Belanja dan Kekayaan Negara, Pusat Harmonisasi dan Kebijakan) menjadi Kepala Kanwil DJPb Provinsi Banten, Teguh Dwi Nugroho (semula Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali) menjadi Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Barat, Muhamad Mufti Arkan (semula Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan) menjadi Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali, dan Taukhid (semula Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur) menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan. [LRN/SW]



