Dalam rangka mengisi kegiatatan keagamaan di Bulan Suci Ramadhan tahun 2018, KPPN Nunukan mengadakan Acara Buka Puasa Bersama dan sekaligus peringatan Nuzunul Qur'an 1439 H yang diadakan di ruang front office KPPN Nunukan.
Dalam rangka mengisi kegiatatan keagamaan di Bulan Suci Ramadhan tahun 2018, KPPN Nunukan mengadakan Acara Buka Puasa Bersama dan sekaligus peringatan Nuzunul Qur'an 1439 H yang diadakan di ruang front office KPPN Nunukan.
Siang hari tanggal 23 Mei 2018, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 untuk PNS, TNI, Polri dan pensiunan. Ada yang istimewa pada tahun ini yaitu para pensiunan juga mendapatkan THR.

1. Memberikan pemahaman kepada Satuan Kerja Lingkup KPPN Nunukan terkait Uji Coba Pembayaran Dengan Kartu Kredit Pemerintah Dalam Rangka Penggunaan UP ;
2. Memberikan Pemahaman kepada Satuan Kerja terkait hal-hal penting yang tercantum dalam Langkah-langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2018;
3. Memberikan Tambahan Pemahaman kepada Satuan Kerja terkait peraturan-peraturan terbaru, seperti terkait Rencana Penarikan Dana dan Tata Cara Pembayaran Atas Beban APBN sebelum Barang / Jasa diterima.
Acara ini diselenggarakan di Hotel Laura Kab. Nunukan pada hari Rabu tanggal 25 April 2018 dengan diikuti oleh Pejabat Pembuat Komitme, Pejabat Penerbit SPM, dan Bendahara satuan kerja lingkup pembayaran KPPN Nunukan. Acara ini sebagai tindak lanjuta dari acara sebelumnya yaitu Koordinasi Pelaksanaan Pembayaran Kartu Kredit Corporate dengan mitra kerja dari Perbankkan di wilayah kabupaten Nunukan.

Acara dimulai pada jam 09:00 WITA dan dibuka oleh Moderator Sdr. Taufik Harry Ramdani dan dilanjutkan oleh pengarahan oleh Kepala Kantor KPPN Nunukan yaitu Bapak Toni Rediansyah. Dalam pengarahannya Kepala KPPN mengingatkan pentingnya penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dalam rangka penggunaan Uang Persediaan di setiap Satuan Kerja untuk mengurangi uang tunai yang beredar sehingga diharapkan dengan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah resiko kehilangan uang tunai atau perampokan/ pencurian dapat dihindari, lalu lintas keluar dan masuk uang lewat rekening bisa dipantau langsung, dan dari sisi transparansi hal ini sangat bagus misalnya pembayaran uang persediaan untuk biaya perjalanan dinas pegawai tidak bisa lagi dimanipulasi sekarang karena pembayarannya tidak memakai uang tunai lagi tetapi memakai kartu kredit sehingga akan langsung dibayarkan oleh bendahara satuan kerja tersebut kepada yang berhak.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran yang dibawakan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana bapak Yudi Subiantoro. Dalam paparannya pak Yudi menyampaikan bahwa dalam awal tahun anggaran 2018 setiap satuan kerja harus segera membuat perencanaan dalam hal pencairan pelaksanaan anggaran, yang pertama yang harus dilakukan adalah melakukan review atas DIPA masing-masing satuan kerja yaitu dalam hal kesesuaian kodefikasi dalam DIPA, kemudian catatan hal IV DIPA (apabila ada Blokir), menetapkan petunjuk operasional kegiatan paling lambat Triwulan I tahun anggaran 2018, menetapkan target capaian output yang selaras dengan rencana pencairan anggaran, menyesuaikan kegiatan dengan ketersediaan dana, mereview kembali jika ada perubahan kegiatan.
Selanjutnya adalah melakukan pengecekan Supplier antara data pada SPM dengan SPAN baik dalam hal informasi Pokok Supplier, Lokasi Supplier, dan juga Rekening Supplier. Satuan kerja juga harus segera melakukan penandatanganan kontrak setelah ditetapkan pemenang lelang, setelah itu dilanjutkan dengan langkah koordinasi antara Pejabat Perbendaharaan untuk meningkatkan ketertiban penyampaian data kontrak dan supplier. Hal-hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah dalam hal penyampaian ADK kontrak kepada KPPN yaitu paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah kontrak ditandatangani, penyelesaian tagihan, pengendalian UP/TUP, dan antisipasi jika ada Pagu yang minus.
Acara berikutnya adalah memberikan pemahaman tentang Rencana Penarikan Dana dan Tata Cara Pembayaran Atas Beban APBN sebelum Barang / Jasa diterima oleh Sdr. Taufik Harry Ramdani, dan dilanjutkan dengan pemberikan penghargaan Rapor Satker bagi Satuan Kerja dengan pengelolaan pelaksanaan anggaran terbaik di tahun anggaran 2017 yang diraih oleh satuan kerja Bandara Udara Nunukan.
Acara berlangsung lancar disertai tanya jawab dan berakhir jam 12.00 WITA .
Koordinasi Pelaksanaan Pembayaran Kartu Kredit Corporate Dalam Rangka Penggunaan Uang Persediaan
Sesuai surat Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomer : S-2545/PB/2018 tanggal 16 Maret 2018 tentang penyampaian Salinan Dokumen Perjanjian Kerjasama (PKS) Induk tentang Koordinasi Pengembangan Pelaksanaan Pembayaran Dengan Kartu Kredit Corporate dalam rangka Penggunaan Uang Persediaan (UP) maka dilakukan koordinasi awal antara KPPN Nunukan dengan pihak Bank penerbit kartu kredit yang tergabung dalam HIMBARA yaitu terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan Bank BTN pada hari Rabu tanggal 11 April 2018 di ruang Aula KPPN Nunukan pada pukul 16.00 WITA.
Untuk wilayah KPPN Nunukan sendiri dari pihak HIMBARA diwakili oleh Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI atau hanya 3 (tiga) bank yang beroperasi diwilayah kab. Nunukan. Dalam sambutannya Kepala KPPN Nunukan menyampaikan bahwa telah terjadi kesepakatan ditingkat pusat antara Direktur Jenderal Perbendaharaan dan pihak HIMBARA yang diwujudkan dalam bentuk Dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai acuan dari bank-bank di daerah untuk nantinya bisa bekerja sama dalam penerbitan kartu kredit corporate dengan satuan kerja lingkup KPPN Nunukan.
Dari pihak bank sendiri menyatakan apresiasinya karena ini akan sangat baik terutama dari sisi transparansi karena kalau sebelumnya biaya-biaya perjalanan dinas pegawai bisa dimanipulasi sekarang tidak bisa lagi karena pembayarannya tidak memakai uang tunai lagi tetapi memakai kartu kredit sehingga akan langsung dibayarkan oleh bendahara satuan kerja tersebut dan pihak bank berjanji akan membantu sosialisasi ke satuan kerja di lingkup KPPN Nunukan.
Sebelum menutup acara Kepala KPPN Nunukan memberitahukan bahwa dalam waktu dekat KPPN Nunukan akan memberikan sosialisasi juga kepada seluruh satuan kerja diliingkup KPPN Nunukan agar Kuasa Pengguna Anggaran , Pejabat Pembuat Komitmen, serta Bendahara satuan kerja bisa segera menggunakan Kartu Kredit Corporate dalam pembayaran belanja barang dan jasanya. Kemudian nantinya meminta dukungan dari Bank penerbit Kartu Kredit agar realisasi penggunaan Kartu Kredit Corporate ini bisa berjalan dengan lancar.
Sabtu, 5 Mei 2018, KPPN Nunukan mengadakan Training Service Excellent kepada seluruh pegawai di lingkungan KPPN Nunukan baik untuk kepala seksi, pelaksana maupun pegawai honorer. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Gedung KPPN Nunukan mulai dari pukul 10.00 WITA, diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu sekertaris sdri. Siti Aminah dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Nurul Hidayat, mewakili Kepala KPPN Nunukan yang berhalangan hadir karena mendadak harus menghadiri acara keluarga di Jogyakarta.
Dalam sambutannya disampaikan gambaran umum pelayanan di KPPN Nunukan yang telah berjalan dengan sangat baik namun masih perlu diadakan pelatihan / traning service excellet untuk memotivasi kembali pegawai khususnya pegawai yang ada di garis depan pelayanan yaitu Front Office agar selalu siap dalam melayani dengan pelayanan yang terbaik. Pelatihan ini diadakan tiap tahun dan untuk yang mengisi acara atau menjadi narasumber selalu bergantian dari beberapa bank yang ada di kabupaten Nunukan, dan kebetulan untuk tahun 2018 ini KPPN Nunukan memilih Bank Bank Rakyat Indonesia untuk menjadi Narasumber.
Acara berikutnya adalah acara inti yaitu penyampaikan materi serta pelatihan Service Excellent dari Bank Rakyat Indonesia Cab. Nunukan. Tim BRI Cab. Nunukan berjumlah 6 (Enam) orang yang terdiri dari Pimpinan Bank BRI, Manager Operasional dan Layanan, Supervisor, Customer Service, Teller, Tenaga Security. Penyampaian materi pertama adalah sambutan dari Pimpinan Bank BRI Cab. Nunukan yaitu Bapak Herry Purnomo, beliau menyampaikan terima kasih atas undangan KPPN Nunukan, dan berharap semoga tali silaturahmi dengan perbankkan bisa terus ditingkatkan.
Lebih lanjut dengan adanya kegiatan ini maka kerjasama antara KPPN Nunukan dan Perbankkan dalam hal ini Bank BRI bisa terus berjalan dengan baik. Bapak Herry Purnomo juga menyebutkan bahwa para pegawai BRI Nunukan selalu diberikan breafing setelah jam layanan untuk memberikan evaluasi atas layanan yang mereka berikan apakah masih ada kekurangan semisal kurang senyum, kurang ramah, agak kasar kepada pelanggan dsb. Disebutkan bahwa meski pegawai mempunyai masalah didalam keluarga atau dirumah jangan sampai hal itu terbawa sampai di kantor yang akibatnya akan memberikan efek yang buruk bagi pelayanan.
Setelah Bapak Herry Purnomo, acara berikutnya dilanjutkan oleh Manager Operasional dan Layanan BRI, dan Supervisor. Dijelaskan bahwa pelayanan akan dinyatakan berhasil dan sukses apabila yang dilayani merasa puas dengan apa yang kita layani. Disampaikan tentang tangga level kepuasan satker dimana dibagi menjadi empat, yaitu level bawah adalah Dasar, Harapan, Hasrat, lalu yang tertinggi adalah level Kejutan.
Jika pada level Dasar dan Harapan adalah pelaksanaan pelayanan yang hanya sesuai standar baku, maka diharapkan setiap pegawai mampu mencapai level Kepuasan Satker di tingkat Hasrat maupun Kejutan. Atau dengan kata lain di luar ekspetasi dan memberikan efek “Wow”. Sebagaimana contoh jika Ruang pelayanan yang nyaman dan sejuk sudah cukup memenuhi level “Hasrat” dari petugas satker, maka dengan adanya tambahan fasilitas wifi, tersedianya minum dan permen bahkan kopi secara gratis, televisi dan disempurnakan dengan petugas-petugas pelayanan tersenyum manis dan menyapa ramah akan membuat level kepuasan satker mencapai “Kejutan”.
Pada pelatihan service excellent ini dijelaskan juga tentang sikap peduli. Dengan mengembangkan sikap peduli atau “care” kepada satker, maka setiap pegawai akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Dimulai dari sikap positif misalnya berupa sikap ramah, sopan ketika menghadapi tamu sampai dengan akhir pelayanan yaitu dengan ucapan terima kasih.
Acara dilanjutkan dengan praklek langsung yaitu disebut dengan istilah Role Play, yang akan dipergakan oleh Teller dan Tenaga Satpam Bank BRI Nunukan. Misalnya dicontohkan dengan penerapan sikap peduli adalah ” pastikan anda memberikan kesan yang baik dengan menyambut ketika petugas satker datang, menyampaikan salam, memberikan perhatian dengan pandangan mata, posisi duduk tegak selama melayani, memulai dengan kata “maaf atau ijinkan saya” saat akan menginterupsi sesuatu, etika bertelepon dan memberi informasi, tidak penggunaan HP saat bekerja, menatap muka kepada tamu yang dilayani, menggunakan seragam dan kartu identitas yang jelas, menata rambut dengan rapi, tidak bercanda atau bersuara dengan berlebihan kepada satker, mengucapkan terima kasih diakhir pelayanan.
Acara selanjutnya dipraktekkan langsung oleh petugas Front Office dan Customer Service pada KPPN Nunukan, khususnya pegawai baru di seksi Pencairan Dana yaitu Sdr. Firly. Kemudian dilanjutkan dengan tenaga pengamanan (satpam) yaitu Sdr. Herman untuk praktek pelayanan sebagai Satpam. Pelayanan yang sering dilatih oleh tiap-tiap pegawai ini nantinya diharapkan menjadi kebiasaan positif sehingga siap ketika harus berhadapan dengan petugas satker atau mitra layanan.
Di penghujung kegiatan pelatihan, tidak lupa segenap pimpinan dan pegawai KPPN Nunukan mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya terhadap pada Trainer dari Bank BRI Nunukan yang telah berkenan hadir dan membagi ilmu berharganya untuk para peserta.
Diharapkan dengan telah selesainya Pelatihan Service Excellent ini akan menjadi modal yang sangat berharga bagi para pegawai dan tenaga pengamanan dalam melaksanakan tugasnya. Semangat untuk terus belajar dan berlatih secara terus menerus dalam memberikan pelayanan yang baik akan memberi pengaruh positif dalam lingkungan kerja pada akhirnya.
Program Aplikasi Pengelolaan Rekening ini adalah Apliasi baru untuk menyempurnakan aplikasi sebelumnya sehingga diharapkan dengan aplikasi yang baru ini bisa mengintegrasikan database rekening dan database LPJ Bendahara dalam 1 (satu) apliasi yang terkoneksi satu dengan yang lainnya.
Aplikasi SPRINT ini nanti juga bisa diakses (digunakan) oleh:
1. Direktorat Pengelolaan Kas Negara pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan ;
2. Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kalimantan Utara ;
3. KPPN Nunukan ;
4. Satuan Kerja lingkup pembayaran KPPN Nunukan.
Sosialisasi ini mendesak untuk dilaksanakan mengingat Penyampaian LPJ Bendahara berikut Arsip Data Komputer (ADK) harus disampaikan oleh satuan kerja melalui aplikasi ini dan dilaporkan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya, sehingga LPJ Bendahara bulan April 2018 diharuskan sudah menggunakan aplikasi ini dan disampaikan paling lambat tanggal 10 Mei 2018.
Selanjutnya pelaksanaan rekonsiliasi data rekening dengan satuan kerja dan bank umum paling lambat telah dilakukan pada tanggal 20 bulan berikutnya, dan dimulai terhadap rekonsiliasi data bulan April 2018 yang harus segera direkonsiliasi paling lambat tanggal 20 Mei 2018.
Sosialisasi dibuka jam 9.00 WITA oleh Sdr. Taufik dan dilanjutkan oleh sambutan dari Plh. Kepala Kantor yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Umum bpk. Nurul Hidayat dikarenakan Kepala Kantor sedang mengikuti rapat pimpinan di Jakarta dan selanjutnya dipandu langsung oleh Sdr. Gunawan selaku pelaksana Seksi Verifikasi dan Akuntansi untuk menyampaikan pengoperasian aplikasi SPRINT dan Tata Cara Penyusunan dan Penyampaian LPJ Bendahara via aplikasi SPRINT.
Acara ditutup pada jam 11.30 WITA karena harus bersiap untuk shalat Jum'at .
Senam Pagi dalam Rangka Memperingati Hari Bhakti Perbendaharaan dilakukan pada hari Selasa Pagi tanggal 23 Januari 2018 dengan mengundang perwakilan beberapa satker dilingkungan terdekat KPPN Nunukan dan beberapa ibu-ibu dari Puskesmas Sedadap Nunukan.
Acara dimulai jam 07:00 WITA dibuka dengan salam Semangat oleh Kepala KPPN Nunukan dan dilanjutkan dengan senam yang dipimpin oleh Insturktur Zumba dari Kota Nunukan yaitu mbak Kartini dan mbak Mirna. Acara berjalan meriah dan diakhiri dan berlangsung cukup seru karena goyang Zumba tergolong masih baru buat para pegawai KPPN Nunukan sehingga banyak gerakan yang salah dan harus menyesuaikan dengan instruktur.
Acara diakhiri dengan foto bersama dan silaturahmi serta makan snack dan minum es buah.
Berikut dokumentasi fotonya: