Pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2024 di aula lantai 2 KPPN Pelaihari telah dilaksanakan kegiatan benchmarking pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) antara Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pelaihari dengan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. KPPN Pelaihari telah mendapatkan predikat WBBM pada tahun 2020 sedangkan UIN Antasari sedang mengikuti penilaian unit menuju WBBM pada tahun 2024. Pembangunan ZI yang dilakukan berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Instansi Pemerintah.
Kepala KPPN Pelaihari Bapak Muhammad Falih Ariyanto menyambut baik kehadiran tim pembangunan ZI menuju WBBM dari UIN Antasari sebagai salah satu langkah membentuk island of integrity melalui penyebaran virus ZI di wilayah Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa pembangunan ZI tidak berhenti setelah mendapatkan predikat WBK/WBBM karena pembangunan ZI merupakan sebuah proses yang berkesinambungan dan terdapat mekanisme monitoring dan evaluasi sehingga bisa lebih menjamin keberlangsungan pembangunan ZI pada instansi-instansi pemerintah. Pada hakikatnya pembangunan ZI merupakan miniatur penerapan reformasi birokrasi yang mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang antikorupsi, berkinerja tinggi dan memberikan layanan publik yang berkualitas. Sejalan dengan hal tersebut, Bapak Falih menegaskan bahwa semua layanan KPPN Pelaihari bertarif Rp 0,- alias tidak dipungut biaya apa pun dan Kementerian Keuangan sudah menyediakan WISE Kemenkeu sebagai sarana pengaduan atas pelanggaran integritas . Selaras dengan pembangunan ZI, KPPN Pelaihari juga sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 yang merupakan standar internasional sebagai pedoman kualitas produk/jasa yang dihasilkan dan KPPN Pelaihari mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 yang merupakan standar internasional dalam pencegahan penyuapan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPN Pelaihari juga menyampaikan paparan mengenai pembangunan ZI yang dilakukan KPPN Pelaihari baik saat penilaian meraih predikat WBBM maupun kesinambungan pembangunan ZI sampai saat ini. Selanjutnya terdapat diskusi dan sharing terkait strategi pembangunan ZI khususnya dalam meraih predikat WBBM, hal-hal yang yang menjadi kendala, penciptaan inovasi yang menyentuh peningkatan layanan kepada masyarakat, pemberian reward, pelaksanaan survey, strategi komunikasi, sarana dan prasarana hingga isu-isu terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pemberian layanan unit. Diharapkan dari kegiatan benchmarking antara KPPN Pelaihari dengan UIN Antasari Banjarmasin maka terdapat penyebaran virus ZI yang lebih masif untuk menciptakan island of integrity dan kesejahteraan masyarakat.
Jl. Datu Insad, No. 79 Pelaihari – 70814
