Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Tumbuh Signifikan
Sampai dengan Sem I 2026, realisasi Belanja K/L mencapai Rp486,70 miliar atau 34,82% dari pagu, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp371,95 miliar atau 29,47% dari pagu, sehingga menunjukkan perbaikan kinerja penyerapan anggaran.

Gambar 1. Pagu dan Realisasi K/L s.d. Semester I 2026 (yoy)
Peningkatan realisasi Belanja K/L terutama didorong oleh Belanja Modal, yang tumbuh paling tinggi dengan kenaikan realisasi mencapai 181,45% (yoy), disusul Belanja Pegawai yang tumbuh 19,70% (yoy). Sementara itu, Belanja Barang relatif stabil dengan pertumbuhan tipis sebesar 1,03% (yoy). Lonjakan tajam pada Belanja Modal mengindikasikan percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur dan pengadaan aset oleh kementerian/lembaga sejak awal tahun anggaran 2026.
Transfer ke Daerah (TKD) Melesat, Setengah Pagu Sudah Tersalur
Kinerja penyerapan TKD bahkan lebih menonjol. Hingga Semester I 2026, realisasi TKD tercatat sebesar Rp1.497 triliun dari pagu Rp2.969.372.135.000, atau setara 50,40% — angka yang berarti lebih dari separuh pagu tahun berjalan telah tersalur ke daerah pada pertengahan tahun. Capaian ini jauh melampaui periode sama tahun 2025 yang hanya sebesar Rp916,55 miliar atau 28,74% dari pagu, dengan pertumbuhan realisasi mencapai 75,39% (yoy).

Gambar 2. Pagu dan Realisasi TKD s.d. Semester I 2026 (yoy)
Percepatan penyaluran TKD terutama didorong oleh lonjakan DBH sebesar 316,83% (yoy) dan DAU sebesar 54,13% (yoy), serta meningkatnya penyaluran DAK Nonfisik sebesar 67,57% (yoy). Realisasi DBH bahkan telah mencapai 74,11% dari pagu, tertinggi di antara seluruh komponen TKD. Sebaliknya, DAK Fisik dan DID belum tersalur sama sekali (0,00%) hingga akhir Juni 2026, menandakan proses penyaluran kedua jenis transfer ini yang umumnya baru berjalan pada semester kedua.
Percepatan realisasi Belanja K/L dan TKD menjadi faktor kunci di balik naiknya persentase realisasi belanja APBN secara keseluruhan, dari 28,95% pada Semester I 2025 menjadi 45,42% pada Semester I 2026. Lonjakan tajam pada Belanja Modal K/L serta penyaluran DBH dan DAU yang lebih cepat mengindikasikan adanya percepatan pelaksanaan program dan penyaluran dana ke daerah sejak awal tahun. Meski demikian, belum terealisasinya DAK Fisik dan DID menjadi ruang yang perlu dikejar pada paruh kedua tahun anggaran 2026 agar target penyerapan APBN tahun berjalan dapat tercapai secara optimal.

