
Strategi adalah upaya individu/kelompok/organisasi untuk membuat skema dengan memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi melalui cara yang dianggap efektif dan efisien guna mencapai target sasaran. Strategi organisasi sendiri adalah suatu perencanaan yang sistematis dan terperinci untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi yang dihasilkan dari analisis lingkungan eksternal dan internal organisasi. KPPN Sidikalang melakukan perumusan formulasi strategi organisasi dengan menganalisis peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal kantor. Dengan adanya strategi organisasi ini, para pegawai KPPN Sidikalang dapat mengerti arah dan prioritas organisasi serta menggerakkan seluruh sumber daya untuk mencapai kesuksesan.

Strategi Organisasi KPPN Sidikalang Tahun 2023 disusun berdasarkan hasil identifikasi lingkungan internal dan eksternal KPPN Sidikalang dengan menggunakan tools-tools analisis berikut:
1. Analisis STEP (Socialcultural – Technological – Enviromental/Economic – Public Policy/Legal)
Pada tahap analisis ini, KPPN Sidikalang mengidentifikasi isu eksternal yang mempengaruhi kinerja organisasi atau bahkan keberlangsungan organisasi. Isu tersebut dapat berasal dari faktor politik/hukum, teknologi, lingkungan atau ekonomi, dan sosial budaya. Adapun analisis STEP KPPN Sidikalang pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:

2. Analisis SWOT (Strengths – Weaknesses – Opportunities – Threats)
Analisis ini adalah suatu teknik untuk mengvaluasi kinerja, persaingan yang dihadapi, risiko serta peluang dari KPPN Sidikalang maupun bagian dari organisasi, seperti bagian atau seksi. Menggunakan data internal dan eksternal, analisis SWOT dapat menjadi acuan bagaimana organisasi memformulasikan strateginya agar lebih sukses dan menghindari kegagalan.
Hasil analisis SWOT KPPN Sidikalang pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:

3. Analisis TOWS
Analisis TOWS adalah metode dalam perumusan strategi organisasi KPPN Sidikalang yang secara komprehensif dan sistematis menganalisis faktor eksternal dan internal KPPN Sidikalang untuk mengevaluasi posisi competitiveness saat ini dan peluang masa depan. Analisis TOWS sangat berkaitan erat dengan SWOT, dengan pilihan kombinasi strengths, weaknesses, opprotunities, dan threats organisasi.
Hasil analisis TOWS KPPN Sidikalang pada tahun 2023 adalah sebagai berikut:

Kesimpulan Strategi Organisasi
Berdasarkan ketiga Analisis Tersebut, ditarik kesimpulan strategi organisasi KPPN Sidikalang yang dibagi ke dalam 4 opsi (alternatif) kombinasi strategi pada matriks TOWS sebagai berikut:
- SO: maxi-maxi strategy
Pada alternatif strategi ini KPPN Sidikalang menggunakan kekuatan pada SDM yang berkualitas dan saling ber-sinergi untuk meningkatkan kinerja dalam menyediakan pelayanan kepada stakeholder dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan program pendidikan ataupun pelatihan yang berasal dari sumber manapun baik dalam maupun luar negeri. Selain itu untuk menyebarluaskan pengetahuan serta branding sebagai Treasurer dan Financial Advisor, KPPN Sidikalang akan berfokus pada kegiatan yang meningkatkan sinergi dengan unit vertikal Kemenkeu lainnya maupun dengan satker K/L.
- WO: mini-maxi strategy
Pada alternatif strategi ini, KPPN Sidikalang mengatasi kelemahan pada keterbatasan jumlah SDM, anggaran, maupun penyediaan sarana dan prasarana dengan mengoptimalkan inovasi berbasis teknologi informasi yang dapat memudahkan proses kerja sekaligus menggunakan lebih sedikit dana serta mengembangkan kompetensi pegawai untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pegawai.
- ST: maxi-mini strategy
Pada alternatif strategi ini, KPPN Sidikalang menanggulangi ancaman dengan meningkatkan komunikasi antar-pegawai serta komunikasi dengan stakeholder, agar terdapat kesepahaman yang melancarkan proses penyelesaian pekerjaan.
- WT: mini-mini strategy
Pada alternatif strategi ini, KPPN Sidikalang mengurangi kelemahan dengan mencoba mengevaluasi kembali beban kerja dan pembagian tugas setiap pegawai serta melaksanakan kegiatan bimtek/sosialisasi/asistensi secara berkala untuk meningkatkan pemahaman satker pada aplikasi dan produk layanan perbendaharaan.
Berdasarkan hasil diskusi dengan para pejabat dan pegawai di KPPN Sidikalang, serta dengan melakukan perhitungan pada Matriks Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal, dimana berdasarkan hasil perhitungan Matriks Evaluasi Faktor Internal, kekuatan yang dimiliki KPPN Sidikalang lebih besar dibanding kelemahannya. Sementara dari hasil perhitungan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal, peluang yang dimiliki KPPN Sidikalang lebih besar daripada ancamannya. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang dapat diambil untuk pengembangan strategi organisasi pada KPPN Sidikalang adalah strategi agresif atau ekspansif (strategi S-O). Strategi agresif/ekspansif dapat ditempuh dengan menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal. Strategi ini dianggap sangat sesuai untuk mencapai tujuan organisasi karena menggunakan kekuatan organisasi secara maksimal untuk mencapai peluang yang maksimal. Berbagai komponen kekuatan KPPN Sidikalang yang salah satu di dalamnya komponen SDM dan inovasi akan dikembangkan se-optimal mungkin dengan menggunakan berbagai peluang yang tersedia sehingga dapat mencapai tujuan akhir peningkatan kualitas kinerja dan layanan KPPN Sidikalang.





