Rangkaian kegiatan Pekan Peningkatan Kapasitas Pegawai kali ini diisi dengan kegiatan Sharing Session terkait kepedulian pada aset negara. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KPPN Tanjung Pandan pada tanggal 6 September 2018 dengan konsep ”Power Breakfast” dihadiri oleh perwakilan pejabat/pegawai yang menangani aset pada Unit Eselon I Lingkup Kementerian Keuangan di Pulau Belitung
yaitu KPPN Tanjung Pandan, KPBC Tanjung Pandan, KPP Pratama Tanjung Pandan dan KP2KP Manggar; para pegawai perwakilan KPPN Tanjung Pandan; serta dihadiri oleh narasumber Kepala KPKNL Pangkal Pinang beserta timnya. Acara yang dipandu langsung oleh Kepala KPPN Tanjung Pandan, Ibu Rd. Yen Yen Nuryeni berlangsung sangat interaktif dan menarik. Pada awal acara Kepala KPPN Tanjung Pandan menyampaikan harapannya bahwa satker Kementerian Keuangan harus dapat menjadi contoh yang baik dan unggul dibidang pengelolaan aset negara.
Sebelum diskusi dan sesi tanya jawab dengan para peserta, Kepala KPKNL Pangkal Pinang, Ibu Reni Ariyanti menyampaikan terkait tugas dan fungsi KPKNL Pangkal Pinang antara lain meliputi lelang, penilaian, piutang dan pengelolaan kekayaan negara. Informasi tentang pelaksanaan revaluasi aset dan pelaksanaan rekonsiliasi dengan menggunakan aplikasi SIMAN juga secara singkat disampaikan. Pada kesempatan tersebut disampaikan contoh kecil terkait tata kelola penggunaan ATK, penunjukan dengan Nota Dinas kepada pejabat/pegawai yang bertanggung jawab atas pemakaian mobil/motor dinas diluar jam kerja, serta pengawasan penggunaan rumah dinas.
Pada sesi tanya jawab masing-masing beserta secara bergantian menyampaikan pengalaman dan juga menanyakan terkait proses penghapusan, proses penetapan status penggunaan barang yang masih membutuhkan waktu sangat lama, permasalahan aset yang dimanfaatkan oleh pihak lain, pelaksanaan penghapusan dengan pelelangan, permasalahan aset berupa tanah dan bangunan yang terkena pelebaran jalan sampai dengan perlakuan atas barang yang telah tercatat rusak berat namun tidak diketahui keberadaannya. Narasumber, Ibu Reni Ariyanti dan Saudara Alif Arsyad secara bergantian dengan antusias menjelaskan mekanisme serta memberikan solusi atas permasalahan yang dapat dilaksanakan. (SNT)


