Januari 2022, Realisasi APBN Tumbuh Rp41,5 Miliar

Tanjung Selor (3/1) Realisasi belanja APBN sampai dengan 31 Januari 2022 di wilayah pembayaran KPPN Tanjung Selor baru tumbuh sebesar Rp41,5 miliar atau 1,31 persen dari total pagu sebesar Rp 3,17 triliun. Hal ini ditunjukan dari data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN).
Kepala KPPN Tanjung Selor, Juanda, menjelaskan bahwa bila dilihat dari sisi alokasi anggaran, pagu anggaran tahun 2022 mengalami penurunan 19,84 persen atau sebesar Rp630,05 miliar dibandingkan dengan tahun lalu (2021). Demikian halnya dengan capaian realisasinya, juga mengalami penurunan secara persentase sebesar 1,27 persen dari periode realisasi yang sama bulan Januari tahun 2021 sebesar Rp 98,33 miliar atau 2,58 persen dari pagu sebesar Rp3,8 triliun.
Juanda, menambahkan bahwa realisasi APBN di atas, tersalur untuk dua aliran besar. Aliran pertama, realisasi belanja pemerintah pusat yang disalurkan kepada 138 satuan kerja (satker) kantor vertikal di daerah sebesar Rp41,5 miliar atau 1,69 persen dari pagu sebesar Rp2,46 triliun. Aliran kedua, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang sampai saat ini masih belum terealisasi dari alokasi pagu sebesar Rp712,79 miliar. Anggaran TKDD ini digunakan untuk penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik dan Dana Desa kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pemerintah Kabupaten Malinau.
Lebih lanjut disampaikan Juanda, realisasi belanja pemerintah pusat tersebut tersalur untuk empat jenis belanja. Pertama, realisasi jenis belanja pegawai baru mencapai 5,6 persen atau Rp27,99 miliar dari pagu sebesar Rp499,68 miliar. Kedua, realisasi jenis belanja barang baru mencapai 2,05 persen atau sebesar Rp12,65 miliar dari pagu sebesar Rp616,73 miliar. Ketiga, realisasi jenis belanja modal baru mencapai 0,06 persen atau sebesar 0,87 miliar dari pagu Rp1,35 triliun. Dan terakhir realisasi jenis belanja bantuan sosial masih belum ada realisasi dari pagu Rp0,18 miliar.
Juanda berharap agar satker dan pemda dapat membuat langkah strategis guna memacu kinerja keuangan tahun 2022. Diantaranya dapat dilakukan dengan percepatan pelaksanaan program/kegiatan/proyek, pengadaan barang/jasa, dan meningkatkan kualitas belanja melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja (value for money).
Semoga dengan langkah strategis tersebut, penyaluran atas realisasi APBN dapat mewujudkan belanja pemerintah APBN 2022 yang lebih berkualitas (spending better) dan dapat menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalimantan Utara, tutup Juanda.


