LEBIH DEKAT DENGAN DANA DESA PADA MASA PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL DI KABUPATEN BONE
Keterbukaan informasi publik dewasa ini menjadi hal yang wajib disajikan oleh lembaga-lembaga yang menjalankan fungsi pelayanan umum kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan modernisasi teknologi informasi dan komunikasi memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan dengan mudah dan cepat. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Watampone sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara di daerah senantiasa berusaha agar masyarakat selalu update terhadap program-program pemerintah pusat yang ada didaerah termasuk dana desa.
Terbaru, KPPN Watampone kembali menggelar Talkshow bekerja sama dengan Radio Suara Bone Beradat dengan menggandeng Apdesi Kabupaten Bone, serta 2 desa (desa mallari kec.awangpone dan desa bulu-bulu kec. Tonra) yang dinilai memiliki kinerja positif baik dalam keterbukaan informasi publik maupun pemanfaatan dana desa. Mengusung tema lebih dekat dengan dana desa, tantangan dan pemanfaatannya di desa pada masa pemulihan ekonomi nasional.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman yang didampingi Kepala Seksi Bank Bpk.Ruswanto dan Fungsional PTPN Fahrul Aprianto dalam kesempatannya menyampaikan latar belakang penyaluran dana desa melalui KPPN didaerah.Perkembangan realisasi dana desa tahun 2021 juga tidak luput pada penyampaiannya. Dana Desa untuk Kabupaten Bone pada tahun 2021 sebesar Rp. 333.787.856.000,- untuk 328 desa, dan sampai dengan tanggal 4 Juni 2021 sudah terealisasi sebesar Rp142.621.701.440,- atau sebesar 42,73%. Dari jumlah tersebut untuk penyaluran Dana Desa Reguler Tahap I sebesar Rp80.613.106.720,- untuk 327 desa. Dalam hal mendukung penanganan Covid-19 sebesar 8% telah tersalurkan sebesar Rp16.498.514.880,- serta Bantuan Langsung Tunai untuk bulan ke-1 s.d ke-6 sebesar Rp29.984.796.640,- dengan demikian masih terdapat 1 satu desa yang belum melakukan penyaluran.KPPN Watampone atas nama pemerintah pusat khususnya Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa atas kerja sama yang baik sehingga di Kabupaten Bone pada tahun ini mendapatkan penghargaan Terbaik Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Desa untuk Tahun 2020 wilayah Provinsi Sulawesi Selatan
Selanjutnya secara bergantian Ketua Apdesi Kabupaten Bone Andi Mappakaya Amier, Kepala Desa Mallari Ibu Wahyuli, SP.d dan Kepala Desa Bulu-bulu Bpk.Drs.Muhammad Arif menyampaikan hal-hal yang selama ini menjadi tantangan dalam pemanfaatan dana desa yang secara umum dapat ditangani dengan baik berkat kerjasama antara pemerintah desa kecamatan, pemerintah daerah serta pendamping desa memiliki peran yang sangat vital dalam memberikan saran-saran dalam pelaksanaan kegiatan didesa. Diskusi dengan masyarakat melalui telepon menjadi penutup pada kegiatan kali ini. Semoga sinergi yang baik dapat terus terjallin dengan berbagai pihak sehingga mampu meningkatkan keberhasilan program-program pemerintah terutama di desa.







