Bone Serap KUR Sebesar Rp605,05 M, Terbesar di Sulsel
Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone sampai dengan bulan Juni 2021 mencapai sebesar Rp605,05 miliar dan merupakan tertinggi pertama bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan bulan Juni 2021, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp605,05 miliar atau 9,86% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp6,13 triliun.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua setelah Kota Makassar yaitu sebanyak 15.161 debitur atau 8,88% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 170.712 debitur sampai dengan bulan Juni 2021.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp455,97 miliar atau 75,36% dari total realisasi sebesar Rp605,05 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp133,69 miliar atau 22,10%, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp15,39 miliar atau 2,54%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai dengan bulan Juni 2021 yaitu sebesar Rp512,06 miliar atau 84,63% dari total sebesar Rp605,05 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp48,90 miliar atau 9,08%. Bank BNI sebesar Rp37,44 miliar atau 6,19%, BRI Syariah sebesar Rp2,95 miliar atau 0,49%, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp2,42 miliar atau 0,40% dan BPD Sulselbar sebesar Rp1,29 miliar atau 0,21%.
Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai dengan bulan Juni 2021 yaitu sebesar Rp381,69 miliar atau 63,08%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp154,28 miliar atau 25,50% dan sektor Perikanan sebesar Rp23,41 miliar atau 3,87%. Sedangkan sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. UMKM bangkit, Indonesia Kuat.





