Realisasi KUR di BOSOWA Capai Rp1,42 T per 31 Mei 2022
Pemerintah terus mendorong ralisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di tengah pemulihan ekonomi nasional, Kepala KPPN Watampone Djoko Julianto mengungkapkan, bahwa sampai dengan 31 Mei 2022, realisasi KUR di wilayah BOSOWA telah mencapai Rp1,42 triliun atau 20,12% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Usaha Rakyat (SIKP).
Kredit yang berbunga rendah ini telah disalurkan kepada 32.051 debitur di wilayah BOSOWA atau 20,12% dari total debitur di Provinsi Sulawsi Selatan sebanyak 159.266 debitur.
Bila dibandingkan antara tiga kabupaten ini, Kab. Bone penyumbang KUR terbesar yaitu Rp.656,96 miliar atau 46,285 dari total penyaluran Rp.1,42 triliun dengan 14.059 debitur, disusul Kab. Wajo sebesar Rp.503,99 miliar atau 35,50% dengan 12.395 debitur, dan Kab. Soppeng sebesar Rp.258,58 miliar atau 18,22% dengan 5.597 debitur.
Sementara itu jika dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar ralisasi di wilayah BOSOWA yaitu Rp.1,11 triliun atau 77.96% dari total realisasi Rp.1,42 triliun, disusul kredit kecil sebesar Rp.293 miliar atau 20.71% dan kredit super mikro (Supermi) sebesar Rp.18,82 miliar atau 1,33%.
Kepala KPPN Watampone, Djoko Julianto berharap dengan disediakannya pembiayaan untuk UMKM dengan jumlah yang besar. Tujuannya, agar UMKM bisa merebut momentum pembiayaan yang sangat murah untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.





