Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman pegawai mengenai peran strategis di bidang pengelolaan keuangan negara, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone menyelenggarakan kegiatan Sharing Session terkait Fungsi Financial Advisor periode Triwulan IV Tahun 2025 secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams, pada hari Kamis (16/10/2025). Kegiatan yang mengusung tema "Pengembangan Kapasitas Treasury Financial Advisor" ini diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Watampone.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperdalam pemahaman tentang peran dan fungsi Financial Advisor di lingkungan KPPN, serta strategi dalam memberikan analisis dan rekomendasi keuangan yang optimal kepada para pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Watampone, Rachmadi Wahyu Priyo Saptata menekankan pentingnya peran Financial Advisor sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan unit kerja lain dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan. "Era pengelolaan keuangan negara terus berkembang dinamis. Fungsi Treasury Financial Advisor tidak lagi sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi harus mampu menjadi konsultan dan mitra yang proaktif, analitis, dan memberikan nilai tambah bagi stakeholder. Untuk itu, penguatan kapasitas individu setiap pegawai mutlak diperlukan," ujarnya.
Dalam paparannya, Adhy Candra Kusuma Wardana menjelaskan berbagai aspek krusial dari fungsi Financial Advisor. Materi yang disampaikan mencakup strategi analisis kesehatan keuangan instansi pemerintah, identifikasi potensi risiko keuangan, teknik penyusunan rekomendasi yang efektif, serta best practices dalam memberikan pendampingan kepada satuan kerja dan juga menyoroti pentingnya penguasaan tools dan data analisis untuk mendukung rekomendasi yang berbasis data.
"Seorang Treasury Financial Advisor harus memiliki mindset sebagai value creator. Kemampuannya dalam menganalisis laporan keuangan, memproyeksikan arus kas, dan memberikan insight strategis akan sangat menentukan kualitas pengambilan keputusan di instansi yang dibinanya," jelas Adhy dalam paparannya.
Kegiatan berlangsung interaktif, di mana para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dan bertukar pikiran dengan narasumber. Berbagai pertanyaan kritis diajukan, mulai dari teknik analisis laporan keuangan satker, identifikasi potensi inefisiensi, hingga tips dalam menyusun rekomendasi yang mudah dipahami oleh satker.
Diharapkan, setelah mengikuti sharing session ini, seluruh pegawai KPPN Watampone dapat mengaplikasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam menjalankan fungsi Treasury Financial Advisor. Langkah ini sejalan dengan komitmen KPPN Watampone untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan prima dalam pengelolaan keuangan negara.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




