Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat budaya kerja yang transparan dan akuntabel, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone menyelenggarakan kegiatan weekly meeting pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kepala KPPN Watampone ini mengangkat tema “Pembahasan Isu dan Strategi Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan Masing-Masing Subbagian/Seksi” serta disertai dengan penyampaian materi kepatuhan internal bertajuk “Mengenali Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) Sejak Dini.”

Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat pengawas dan pejabat fungsional KPPN Watampone dan dibuka oleh Kepala KPPN Watampone, Rachmadi Wahyu Priyo Saptata. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya koordinasi rutin untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan serta menyamakan persepsi dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks. “Weekly meeting ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi instrumen kunci untuk memastikan seluruh unit kerja bergerak sinkron dan responsif terhadap isu-isu terkini,” ujarnya
Memasuki agenda utama, masing-masing Subbagian dan Seksi memaparkan berbagai isu strategis yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Diskusi berlangsung dinamis dengan fokus pada tema “Pembahasan Isu dan Strategi Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan Masing-masing Subbagian/Seksi”. Beberapa poin utama yang dibahas antara lain optimalisasi layanan mitra kerja, percepatan penyerapan anggaran, serta mitigasi risiko dalam proses verifikasi dan pembayaran. Setiap seksi saling memberikan masukan dan merumuskan langkah-langkah konkret yang akan diintegrasikan dalam rencana aksi mingguan.
Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kepatuhan internal oleh tim terkait. Materi ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan berbagai bentuk conflict of interest yang kerap tidak disadari, seperti hubungan personal dengan pihak rekanan, penerimaan gratifikasi, hingga pengambilan keputusan yang berpotensi tidak objektif.
Selain itu, peserta juga diajak untuk melakukan refleksi melalui studi kasus sederhana guna mengidentifikasi area abu-abu yang berisiko menimbulkan pelanggaran integritas. Penekanan diberikan pada pentingnya deteksi dini sebagai langkah preventif dalam menjaga profesionalisme dan integritas pegawai.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh pegawai untuk senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepala KPPN Watampone berharap, melalui sinergi yang terbangun dalam forum mingguan serta penguatan nilai-nilai kepatuhan internal, kinerja organisasi dapat terus meningkat dan kepercayaan publik terhadap institusi tetap terjaga.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




