Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone menggelar Dialog Kinerja dan Risiko Organisasi (DKRO) sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja dan mengidentifikasi risiko organisasi pada Triwulan II 2026, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kepala KPPN Watampone ini diikuti oleh pejabat pengawas dan pejabat fungsional sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian internal dan tata kelola organisasi.
Dalam DKRO tersebut, dibahas sejumlah agenda utama, di antaranya progres capaian kinerja Kementerian Keuangan Triwulan II 2026, monitoring dan evaluasi pelaksanaan inisiatif strategis, serta mitigasi risiko organisasi.
Kepala KPPN Watampone, Rachmadi Wahyu Priyo Saptata, menegaskan bahwa DKRO menjadi sarana penting untuk memastikan keberlanjutan pencapaian kinerja sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan organisasi terhadap berbagai potensi risiko.
“Melalui DKRO, seluruh pegawai diharapkan dapat memahami posisi capaian kinerja secara menyeluruh dan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas,” ujar Rachmadi.
Ia menambahkan, sinergi dan komitmen seluruh pegawai diperlukan agar kualitas kinerja tetap terjaga dan target organisasi dapat tercapai secara optimal.
Dalam sesi pemaparan, masing-masing seksi menyampaikan perkembangan indikator kinerja serta tantangan yang dihadapi. Evaluasi terhadap pelaksanaan inisiatif strategis juga dilakukan untuk memastikan seluruh program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, pada sesi mitigasi risiko, peserta mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang dapat berdampak pada pencapaian target kinerja. Dari hasil diskusi tersebut, dirumuskan langkah mitigasi yang lebih adaptif dan responsif.
Melalui pelaksanaan DKRO ini, KPPN Watampone diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat budaya manajemen risiko, serta mendorong kinerja yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




