Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone melaksanakan Dialog Kinerja dan Risiko Organisasi (DKRO) pada Rabu (12/8/2026) di Ruang Kepala Kantor. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi untuk memantau capaian kinerja, perkembangan inisiatif strategis, serta pelaksanaan mitigasi risiko Triwulan III Tahun 2026.

DKRO membahas tiga agenda utama, yakni Progress Capaian Kinerja Kemenkeu Three Triwulan III Tahun 2026, Progress Pelaksanaan Inisiatif Strategis, dan Mitigasi Risiko Triwulan III Tahun 2026.
Pada pembahasan capaian kinerja, setiap indikator ditelaah untuk melihat perkembangan terhadap target yang telah ditetapkan. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan indikator yang perlu dipertahankan, mendapat perhatian lebih lanjut, atau ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan hingga akhir periode.
Perkembangan inisiatif strategis juga menjadi bagian dari pembahasan. Masing-masing inisiatif dievaluasi berdasarkan progres pelaksanaan, kendala, serta tindak lanjut yang diperlukan agar target dapat diselesaikan sesuai rencana.
Sementara itu, pembahasan manajemen risiko diarahkan pada pemantauan pelaksanaan mitigasi atas risiko yang telah diidentifikasi. Langkah ini penting untuk memastikan potensi hambatan terhadap pencapaian sasaran organisasi dapat diantisipasi dan ditangani secara tepat.

Kepala KPPN Watampone, Rachmadi Wahyu Priyo Saptata, menekankan bahwa DKRO harus menghasilkan tindak lanjut yang konkret, bukan berhenti pada pembahasan capaian.
“DKRO bukan sekadar forum untuk melihat angka capaian, tetapi menjadi ruang untuk memastikan bahwa setiap target, inisiatif strategis, dan risiko benar-benar dikelola dengan baik. Yang terpenting adalah bagaimana hasil evaluasi ini diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja organisasi.”
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan keterlibatan seluruh pegawai dalam menjaga pencapaian target. Pemantauan kinerja dan risiko, menurutnya, perlu dilakukan secara konsisten agar potensi permasalahan dapat diketahui dan ditangani sejak awal.
Selain pembahasan kinerja dan risiko, kegiatan diisi dengan injeksi materi Kepatuhan Internal bertema “Integritas Pegawai, Kunci Mewujudkan Pelayanan Publik yang Berkualitas”. Materi tersebut menekankan bahwa integritas tidak hanya ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap ketentuan, tetapi juga melalui sikap, tanggung jawab, dan konsistensi pegawai dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan.
Melalui DKRO, hasil evaluasi kinerja, perkembangan inisiatif strategis, dan pengelolaan risiko dapat menjadi dasar bagi setiap unit untuk menentukan tindak lanjut secara terukur. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkala, KPPN Watampone menjaga agar pelaksanaan tugas tetap sejalan dengan target dan sasaran organisasi.
Kontributor: Tim Kehumasan KPPN Watampone




