Berita

Seputar KPPN Wonosari

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Kegiatan Bintal Islam di KPPN Wonosari

 

Wonosari, 3 September 2025 – Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, KPPN Wonosari melaksanakan kegiatan Bimbingan Mental (Bintal) Islam yang dilaksanakan di Ruang Front Office KPPN Wonosari, pada Rabu, 3 September 2025 pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai. Kegiatan ini mengusung tema: “Meneladani Kehidupan Baginda Nabi Muhammad SAW” dengan narasumber Bapak Drs. Zamari, M.A. Turut hadir dalam kegiatan ini, selain seluruh pegawai KPPN Wonosari turut hadir pula para pegawai dari KPP Pratama Wonosari yang menunjukkan wujud nyata kolaborasi antarunit Kementerian Keuangan di daerah, khususnya dalam pembinaan rohani dan peningkatan integritas pegawai.

 

Sebelum sesi tausiyah dimulai, Kepala KPPN Wonosari menyampaikan materi singkat mengenai Injeksi materi kepatuhan internal kepada peserta bintal. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh pegawai untuk:

  • Menjaga dan meningkatkan integritas pribadi dan organisasi
  • Memperkuat soliditas dan kolaborasi antarpegawai dan antarunit/seksi
  • Memberikan layanan prima kepada seluruh stakeholder

Penekanan ini diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa integritas dan pelayanan yang baik harus senantiasa ditanamkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari Kementerian Keuangan.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Bpk. Drs. Zamari, M.A. dengan mengutip Surat Al-Kahfi ayat 110, yang artinya:

 

Katakanlah (Muhammad): Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.”

 

Ayat ini menjadi pengingat bahwa meskipun Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa secara jasmani, beliau memiliki keistimewaan berupa wahyu dan menjadi suri teladan bagi umat manusia. Dalam penjelasannya, beliau juga menyampaikan bahwa amal sholeh terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Ibadah mahdhah: Ibadah dengan tuntunan khusus (seperti sholat, zakat, puasa).
  • Ibadah ghoiru mahdhah: Ibadah yang tidak ditentukan tata caranya secara rinci (seperti berbakti kepada orang tua, menuntut ilmu, dan sebagainya).

 

Narasumber juga menyampaikan kunci agar dapat meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, yaitu dengan menjadikan seluruh kehidupan sebagai ibadah kepada Allah SWT, seperti yang tercantum dalam doa:

 

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

 

Beliau menekankan pentingnya untuk: Mentaati segala perintah Allah Menjauhi larangan-Nya Melakukan segala hal yang diperbolehkan dengan niat karena Allah.

 

Dalam penutupan tausiyah, narasumber menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah contoh terbaik (uswah hasanah) bagi seluruh umat manusia. Keteladanan beliau dalam kejujuran, kepemimpinan, dan kebijaksanaan sudah nampak bahkan sejak masa muda. Salah satu kisah inspiratif yang disampaikan adalah ketika Rasulullah menjadi penengah dalam sengketa pemasangan Hajar Aswad. Dengan kebijaksanaan dan kejujurannya, beliau berhasil menyatukan seluruh kepala suku, dan sejak saat itu beliau dijuluki Al-Amiin (yang terpercaya).

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

Search