Kamis, 4 September 2025 telah dilaksanakan kegiatan rapat TPID di Ruang Rapat Setda Kabupaten Gunungkidul dengan diikuti oleh seluruh anggota Tim termasuk Kepala Seksi Bank KPPN Wonosari sebagai salah satu anggota dari TPID Kabupaten Gunungkidul. Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut antara lain :
✅Pada bulan Agustus 2025, terjadi deflasi m-to-m sebesar 0,27%, inflasi y-on-y sebesar 2,33% dan inflasi y-to-d sebesar 1,53%. Penyumbang utama deflasi bulan Agustus 2025 secara m-to-m adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil -0,30%. Komoditas penyumbang utama deflasi adalah Tomat dan Cabai Rawit.
✅Penyumbang utama inflasi bulan Agustus 2025 secara y-on-y adalah:Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 1,21%. Komoditas penyumbang
utama inflasi pada kelompok ini adalah Kopi Bubuk dan Beras dan Kelompok ✅Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,48%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan.
Langkah-Langkah strategis yang dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas Harga dan pengendalian inflasi daerah periode bulan Agustus 2025 antara lain : operasi pasar dan pasar murah, pemantauan Harga, tindak lanjut Kerjasama Antar Daerah (KAD) berupa perjanjian Kerjasama usaha (B to B), operasi pasar SPHP oleh Bulog dan operasi pasar minyak kita Kerjasama dengan bulog.
Inflasi bukan hanya perihal statistik dan angka, melainkan cermin dari daya tahan sistem pangan dan daya hidup rakyat. Dan pengendalian inflasi, bukan semata-mata soal stabilitas ekonomi, melainkan tentang kehadiran negara dalam menjaga ketahanan keluarga dan martabat rakyat.
#TPID #RAKOTEK #INFLASI #KPPN149 #kppnwonosari


