
Yogyakarta, 5 Mei 2025 - Perekonomian global masih menghadapi situasi yang serba tidak pasti dan fluktuatif, termasuk dinamika perang dagang. Meski demikian, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap solid dan tangguh menjaga perekonomian nasional serta regional di tengah kondisi tersebut.
Hal itu terungkap pada "Rapat Komite ALCo Regional D.I. Yogyakarta Realisasi s.d. 31 Maret 2025" yang berlangsung di Kanwil Ditjen Pajak DIY, Maguwoharjo, Depok, Sleman pada 23 April 2025. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu di DIY, Erna Sulistyowati yang didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY), Agung Yulianta.
Dalam arahannya, Erna Sulistyowati mengungkap perlunya analisis seberapa jauh kebijakan negara dan dinamika global memengaruhi jalannya perekonomian di DIY mengingat sejumlah produk dari DIY seperti sarung tangan juga diekspor hingga ke Amerika Serikat (AS). Hasil analisis tersebut nanti diharapkan bisa menjadi salah satu rekomendasi bagi pembuat kebijakan di regional DIY.
Perlu diketahui, Realisasi Belanja Negara di DIY pada akhir bulan Maret 2025 mencapai Rp4,66 triliun yang didorong oleh Belanja Pemerintah Pusat Rp1,89 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) Rp2,77 triliun. Di dalam Belanja TKD, terdapat pertumbuhan kinerja penyaluran sebesar 4,74% yang ditopang oleh kenaikan realisasi penyaluran pada DAU dan DAK Non Fisik serta adanya penyaluran dana insentif fiskal.
Dari sektor Pendapatan Negara, kinerja Penerimaan Pajak secara month to month mengalami pertumbuhan hingga 38% sampai dengan akhir Maret 2025. Kemudian, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami pertumbuhan 6,11%. Pertumbuhan PNBP ditopang oleh kenaikan Pendapatan Badan layanan Umum (BLU) yang berasal dari Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit dan Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan. Meski demikian, kenaikan tersebut belum mampu mendongkrak pendapatan negara secara keseluruhan.




