
Yogyakarta, 21 Juni 2024 - Kanwil DJPb DIY menyelenggarakan Rapat Komite ALCo Regional Realisasi s.d 31 Mei 2024 pada Jumat (21/6/2024) bersama jajaran Kemenkeu Satu DIY yang terdiri atas Kanwil DJP DIY, KPPBC Yogyakarta, KPKNL Yogyakarta, dan BDK Yogyakarta. Berbeda dengan rapat-rapat ALCo sebelumnya, kali ini Kemenkeu Satu DIY menggandeng tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai langkah meningkatkan kualitas analisis fiskal dan ekonomi regional.
Tim akademisi UGM yang hadir yakni Dr. RY. Kun Haribowo Purnomosidi, M.Si., GRCP; Yuni Andari, S.E., M.Si., GRCP; dan Anisa Nurpita, S.E., M.Ec. Dev. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil DJPb DIY sekaligus Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu di DIY, Agung Yulianta.
Agung menjelaskan Rapat ALCo ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut dan rintisan tahap selanjutnya dari kerja sama Kemenkeu dengan UGM yang didahului pertemuan Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro. Melalui kerja sama ini, UGM diharapkan mampu memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas Laporan ALCo Regional D.I Yogyakarta.
Jajaran Kanwil DJPb DIY selaku Regional Chief Economist pun memaparkan kondisi fiskal di DIY hingga 31 Mei 2024 dan analisis deviasi realisasi capaian penerimaan dan pengeluaran APBN atas proyeksi. Selanjutnya ada perkembangan perekonomian regional DIY serta analisis tematik Juni 2024 “Policy Responses Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim”, current/strategic/local issues, dan policy responses yang memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah pusat atas isu yang sedang hangat di regional yang terkait dengan current/strategic/local issues ataupun isu tematik.
"Hingga 31 Mei 2024, kinerja pendapatan negara sebesar Rp4.113,12 miliar tumbuh 21,57 persen ditopang oleh seluruh komponen pendapatan baik penerimaan perpajakan maupun penerimaan bukan pajak mengalami pertumbuhan positif. Penerimaan perpajakan mengalami pertumbuhan 20,17% dipengaruhi oleh pertumbuhan PPH dari sektor jasa keuangan, kenaikan PPh 29 OP, naiknya pajak periklanan, pembangunan kontruksi, dan impor logam untuk konstruksi. Penerimaan PNBP tumbuh 25,61% dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan dari BLU berasal dari jasa pelayanan rumah sakit dan jasa pelayanan pendidikan yang mengalami kenaikan," kata Agung Yulianta dalam sambutannya.
Sementara itu, kinerja belanja negara sebesar Rp9.385,27 miliar tumbuh 11,29% dipengaruhi oleh kenaikan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar 18,95% dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD-DD) sebesar 5,35%. Belanja barang mengalami pertumbuhan tertinggi pada BPP yang dipengaruhi oleh kontribusi kegiatan dukungan pelayanan kesehatan unit pelaksana teknis Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencapai Rp357,57 miliar. Pertumbuhan tertinggi komponen TKD-DD terdapat pada Dana Alokasi Umum yang mencapai 10,10% ditopang oleh adanya penggajian formasi PPPK, kenaikan realisasi salur pada bidang pekerjaan umum dan bidang kesehatan serta kenaikan realisasi salur DAU yang tidak ditentukan penggunaannya.
Setelah pemaparan, Tim Akademisi UGM memberikan rekomendasi perbaikan Laporan ALCo Regional DIY Realisasi s.d. 31 Mei 2024 berdasarkan sudut pandang dari akademisi. Mulai dari perumusan latar belakang permasalahan, data dan metodologi penelitian yang digunakan, analisis dan pembahasan yang lebih komprehensif, dan rekomendasi dan saran perbaikan pada Laporan ALCo Regional DIY.
Selain peningkatan kualitas Laporan ALCo Regional, melalui Rapat Komite ALCo Regional Realisasi s.d 31 Mei 2024 bersama Tim Akademisi UGM ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akan memberikan dampak stabilitas ekonomi, memberi manfaat bagi masyarakat umum serta mendukung perekonomian DIY dan perekonomian nasional pada umumnya.




