
Yogyakarta, 17 September 2024 - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agung Yulianta hadir di depan para peserta "Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XXI Tahun 2024" di Balai Diklat Kepemimpinan Magelang, Jawa Tengah pada 9 September 2024. Tak sekadar hadir, Kepala Kanwil DJPb DIY memberikan ceramah dengan isu strategis kepemimpinan pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil DJPb DIY menyampaikan isu strategis dengan tema "Transformasi Kelembagaan dalam Mendukung Aspirasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045". Menurutnya, dinamika dan kompleksitas global mendorong perlunya transformasi melalui penerapan konsep future government.
Diketahui, penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan pengawas ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pejabat pengawas demi memenuhi standar Kompetensi manajerial jabatan pengawas di lingkungan Kementerian Keuangan. Kepala Kanwil DJPb DIY menekankan peran Kemenkeu dalam mengawal APBN sebagai instrumen untuk memenuhi aspirasi bangsa mencapai tujuan bernegara.
"Untuk memenuhi aspirasi bangsa dalam mencapai tujuan bernegara, dibutuhkan APBN yang sehat. APBN yang sehat diwujudkan dengan peningkatan pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi (collect more), mewujudkan belanja yang efektif dan efisien untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan (spending better), dan menciptakan pembiayaan inovatif dengan tetap menjaga pengelolaan risiko (innovative financing)", kata Agung Yulianta.
Kepala Kanwil DJPb DIY menegaskan Kemenkeu memiliki sistem layanan kompleks yang menjunjung zero tolerance error dan memiliki dampak besar bagi negara serta memiliki interdependensi yang tinggi bersama kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah. Seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan APBN, ekspektasi publik terhadap Kemenkeu juga meningkat.
"Untuk itu diperlukan akselerasi transformasi Kemenkeu untuk mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia emas 2045 dengan penguatan mental, karakter, dan budaya SDM (Transformasi Dukman). Aspek Dukman yang menjadi prioritas transformasi dilakukan melalui penguatan infrastruktur, OSDM, dan teknologi informasi," tuturnya.




