
Yogyakarta, 26 November 2024 - Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY), Agung Yulianta menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY yang mengusung tema "Kesiapan Pemerintah Daerah DIY dalam Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru" pada Senin (25/11/2024). Melalui rapat ini, TPID DIY fokus menjaga stabilitas ekonomi di DIY yang sebentar lagi menghadapi musim liburan Natal dan Tahun Baru.
Rapat yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di DIY. Mulai dari Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X; Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim; jajaran Forkopimda DIY; kepala daerah se-DIY, anggota TPID se-DIY serta stakeholder terkait lainnya yang tergabung dalam TPID DIY.
Dalam pembukaannya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati mengungkap perkembangan inflasi DIY sepanjang tahun 2024. Berdasarkan rilis BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada Oktober 2024 mencatatkan inflasi sebesar 0,09% (mtm) pada bulan Oktober 2024 dan secara kumulatif mencapai 0,57% (ytd).
"Dengan perkembangan tersebut, inflasi secara year on year sebesar 1,57%. Inflasi tertinggi di tahun 2024 yaitu sebesar 0,43% (mtm) yang disumbang saat periode Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1445 H," ujar Herum Fajarwati.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim menjelaskan tekanan inflasi DIY pada akhir tahun cenderung meningkat yang bersumber dari sisi permintaan, terutama akibat meningkatnya kebutuhan untuk perayaan HBKN dan libur akhir tahun. Lalu dari sisi penawaran, pasokan komoditas tanaman pangan dan hortikultura cenderung berkurang seiring masa panen raya yang berlalu.
Kemudian, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyampaikan arahannya mengenai pentingnya sinergi antara lembaga dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi sehingga mendukung kinerja ekonomi, keterjangkauan harga komoditas, dan daya beli masyarakat. Dia juga mengingatkan agar isu-isu strategis, terutama terkait pengelolaan sampah perlu diperhatikan serius dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin kenyamanan seluruh masyarakat.
"Apalagi, mengingat sektor pariwisata merupakan sektor penggerak ekonomi utama di DIY," tutur Wakil Gubernur DIY.
Di akhir acara, TPID DIY menyimpulkan kondisi pasokan di DIY stabil dan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pasokan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.




