
Yogyakarta, 31 Oktober 2025 - Dukungan APBN di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terwujud melalui arah kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkelanjutan. Program strategis nasional pun hadir di tengah masyarakat untuk menghadirkan manfaat langsung, mulai dari Makanan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Sekolah Rakyat (SR), revitalisasi sekolah, SMA Unggul Garuda, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJPb DIY) mencatat sampai dengan akhir September 2025, anggaran untuk program MBG telah terealisasi sebesar Rp391,17 miliar. Total penerima manfaatnya di wilayah DIY sebanyak 555.901 orang.
Lalu, pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah mencapai 438 unit di DIY yang telah diresmikan secara nasional pada tanggal 21 Juli 2025. Program KDMP didukung dengan Dana Keistimewaan yang sudah melakukan inkubasi bisnis untuk 20 koperasi.
"Kemudian, sampai akhir September 2025, terdapat 412 rumah dibangun melalui program FLPP dengan perkiraan alokasi sebesar Rp25,89 miliar. Selanjutnya, Sekolah Rakyat telah dibangun di Bantul dan Sleman dengan jumlah siswa sebanyak 275 orang, dan mulai dibuka sejak tanggal 14 Juli 2025," kata Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta melalui siaran pers yang diterbitkan Kamis (30/10/2025).
Tak ketinggalan, sebanyak 50 sekolah telah direvitalisasi di DIY dari target sebanyak 133 sekolah sampai dengan akhir September 2025. SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga telah beroperasi di DIY sejak tahun ajaran 2025/2026 sebagai realisasi dari Program SMA Unggul Garuda.
Program ketahanan pangan di DIY pun telah dilaksanakan melalui program Lumbung Mataraman, intensifikasi sawah, dan diversifikasi pangan lokal, di mana realisasinya mencapai Rp245,95 miliar sampai dengan akhir September 2025. Sedangkan untuk program ketahanan energi di DIY difokuskan pada peningkatan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi daerah.
Diketahui, Belanja Negara di DIY sampai dengan akhir September 2025 mencapai Rp14,98 triliun. Sementara itu, Pendapatan Negara sampai dengan September 2025 mencapai Rp6,67 triliun atau 63,76% dari target.
"Kinerja APBN hingga 30 September 2025 tetap solid dan terjaga. APBN terus dikelola secara hati-hati namun ekspansif sebagai instrumen fiskal utama guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global" ucap Agung Yulianta.




